Rabu, 28 Oktober 2026
14:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Stasiun Tempeh

Stasiun Tempeh

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Tempe.
Stasiun Tempeh
Tempeh+93 m
330px-Tempeh_sta_130805-2419_lmj.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eks Stasiun Tempeh, 2013
dijadikan rumah walet
Lokasi
Koordinat 8°11′44″S 113°10′36″E / 8.19556°S 113.17667°E / -8.19556; 113.17667
Ketinggian+93 m
Operator
Letak
km 27+314 lintas Klakah-Lumajang-Pasirian[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi, satu peron pulau)
Jumlah jalur3 ( jalur 1: sepur lurus
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil sedang[2]
Sejarah
Dibuka1896
Ditutup1 Februari 1988
Nama sebelumnyaHalte Tempee
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-8.1955555555556,113.17666666667,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Tempeh&revid=28194077&groups=_08bf3b0b7e18a443bc9ec3667bacb6c5142aa41b&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Tempeh (TPE) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +93 meter ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IX Jember.

Stasiun ini dibuka bersamaan dengan peresmian jalur kereta api Klakah–Lumajang–Pasirian pada tanggal 16 Mei 1896.[3][4] Karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum, semua jalur di wilayah Lumajang sampai Balung–Rambipuji beserta stasiun dan seluruh layanan di jalur ini ditutup semenjak 1 Februari 1988.[5] Dulu stasiun ini melayani kereta api lokal Klakah - Pasirian maupun ke arah Rambipuji melalui Balung

Saat ini kondisi Stasiun Tempeh tinggal bangunan utama, yang dijadikan sebagai rumah walet dan tempat bermain kanak-kanak (TK). Sementara jaringan rel beberapa masih terdapat di sepanjang bekas jalur KA dengan bantalan kayu jati dalam petak Halte Labruk - Stasiun Tempeh. Sedangkan rel dan jaringan wesel di area stasiun tempeh sudah hilang tak bersisa.

Masih terdapat 2 rumah dinas stasiun tempeh yang tepat berada di sebelah utara stasiun dan selatan stasiun. Terdapat pula gudang stasiun yang kini telah menjadi lapangan bola voli.

Galeri

  • Bangunan utama stasiun, dari selatan
    Bangunan utama stasiun, dari selatan
  • Hiasan penopang atap
    Hiasan penopang atap
  • Papan nama stasiun
    Papan nama stasiun
  • Bagian depan
    Bagian depan

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
  4. ↑ Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
  5. ↑ PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD (bab Lintas Cabang yang masih aktif dan yang tidak aktif), PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bandung.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Labruk
menuju Klakah
Klakah–Lumajang–Pasirian Mujur
menuju Pasirian


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan