Selasa, 27 Oktober 2026
17:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Stasiun Lumajang Kota

Stasiun Lumajang Kota

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Lumajang Kota
Lumajang Kota+51 m
330px-Lumajang_sta_130805-2433_lumj.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Lumajang Kota, 2013
kini dijadikan gudang
Nama lainStasiun Lumajang Kota Lama (TBA)[1]
Lokasi
Koordinat 8°07′44″S 113°13′06″E / 8.1288889°S 113.2184004°E / -8.1288889; 113.2184004
Ketinggian+51 m
Operator
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi, 3 peron pulau
Jumlah jalur6 Jalur (jalur 2; sepur lurus)
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas Tanah
Gaya arsitekturIndische
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar I[3]
Sejarah
Dibuka1896;130 tahun lalu (1896)
Ditutup1988;38 tahun lalu (1988)
Perusahaan awalStatspoorwegen
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-8.1288889,113.2184004,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Lumajang_Kota&revid=30102018&groups=_729c1d90f01e5340a7eb2887eb7b00b86b6caba8&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Lumajang Kota (LM) adalah Stasiun Kereta Api kelas I nonaktif yang terletak di Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Stasiun berketinggian +51 m ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IX Jember.

Dahulu stasiun ini merupakan stasiun yang terbesar dan terpenting di jalur kereta api Klakah ke Pasirian dan ke Rambipuji lewat Balung. Stasiun ini dibuka bersamaan dengan peresmian jalur kereta api Klakah–Lumajang–Pasirian pada tanggal 16 Mei 1896.[4][5] Karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum, semua jalur di wilayah Lumajang sampai Balung–Rambipuji beserta stasiun dan seluruh layanan di jalur ini ditutup semenjak 1 Februari 1988.[6]

Kompleks stasiun ini kini telah berubah menjadi berbagai tempat usaha dan juga rumah tinggal. Bangunan utama stasiun pun telah lama dijadikan sebagai lokasi pergudangan, warung-warung makan, pasar pisang, dan lain-lain. Sementara itu, jalur-jalur rel, sistem wesel, dan persinyalannya telah dibongkar semua.

Sejarah

Pada masa lalu, Stasiun Lumajang merupakan stasiun persilangan yang cukup sibuk; melayani hampir 300.000 penumpang pertahun dan pengangkutan barang hingga lebih dari 23 ribu ton di antara tahun 1950-1953.[7]

Dari arah Probolinggo, stasiun ini terhubung dengan jalur kereta api Klakah-Lumajang. Kemudian dari sini jalur kereta api bercabang dua, yakni menjadi jalur kereta api Lumajang-Pasirian dan jalur kereta api Lumajang-Balung. Jalur yang terakhir ini seterusnya terhubung ke Stasiun Rambipuji. Pada saat ini ketiga jalur kereta api tersebut telah ditutup semua.

Sebagai citra suatu daerah, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan nama Stasiun Lumajang dipakai untuk Stasiun Klakah, dengan nama stasiun ini pun diperbedakan menjadi Stasiun Lumajang Kota, untuk dapat membangun citra Kabupaten Lumajang yang diasosiasikan dengan nama Stasiun Lumajang, khususnya pada sektor pariwisata. Usulan tersebut disetujui oleh Direktorat Jenderal Perkeretapian dan sedang dalam proses finalisasi.[1]

Galeri

  • Pintu gudang di sisi utara
    Pintu gudang di sisi utara
  • Pojok tenggara
    Pojok tenggara
  • Pojok tenggara, dengan jendela tua
    Pojok tenggara, dengan jendela tua
  • Pasar pisang di sisi timur
    Pasar pisang di sisi timur

Referensi

  1. 1 2 Huda, Miftakhul (2025-08-10). Dennys, Ferryl (ed.). "Stasiun Klakah Resmi Berubah Nama Jadi Stasiun Lumajang". KOMPAS. Lumajang. Diakses tanggal 2025-08-15.
  2. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  3. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  4. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
  5. ↑ Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
  6. ↑ PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD (bab Lintas Cabang yang masih aktif dan yang tidak aktif), PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bandung.
  7. ↑ Djawatan Kereta Api, tt., DAFTAR C, 13c. Ichtisar Angkutan Penumpang jang berangkat dan Kiriman Biasa (dalam ton) jang dikirim dari tiap² setasiun² dan perhentian² D.K.A. di DJAWA dan MADURA semasa tahun² 1950-1951-1952 dan 1953 Eksplotasi TIMUR. Hlm. 156.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sukodono
menuju Klakah
Klakah–Lumajang–Pasirian Labruk
menuju Pasirian
Terminus Lumajang–Balung Karangbendo
menuju Balung


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan