Sabtu, 07 November 2026
10:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Standar internal

Bagikan:

Sebuah standar internal dalam kimia analitik adalah suatu zat kimia yang ditambahkan dalam jumlah yang tetap ke dalam sampel, blanko dan standar kalibrasi dalam suatu analisis kimia.[1] Zat tersebut kemudian dapat digunakan dalam kalibrasi dengan memplotkan rasio antara sinyal analit terhadap sinyal standar internal sebagai fungsi konsentrasi analit standar. Hal ini dilakukan sebagai koreksi terhadap kehilangan analit selama preparasi sampel atau saat sampel dimasukkan. Standar internal adalah senyawa yang hampir serupa, tetapi tidak identik dengan spesi kimia yang utama pada sampel, sebagaimana seharusnya dampak yang ditimbulkan saat preparasi sampel, berbanding lurus dengan jumlah dari tiap spesi, harus sama terhadap sinyal pada standar internal sebagaimana pada sinyal dari spesi utama pada kasus yang ideal. Penambahan sejumlah kuantitas analit utama dengan jumlah yang diketahui merupakan teknik khusus yang disebut penambahan standar, yang dilakukan untuk mengkoreksi efek matriks.[2][3]

Rasio dari sampel tersebut kemudian digunakan untuk memperoleh konsentrasi analit utama mereka melalui kurva kalibrasi. Standar internal yang digunakan harus menghasilkan sinyal yang mirip dengan sinyal analit dalam kebanyakan cara tapi cukup dapat dibedakan sehingga dua sinyal mudah dibedakan oleh instrumen. Sebagai contoh, klorobenzena terdeuterasi (C6D5Cl) adalah standar internal yang digunakan pada analisis cairan mudah menguap pada GC-MS karena hampir serupa dengan klorobenzena tetapi tidak mudah ditemukan secara alami. Norleusin juga merupakan salah satu standar internal yang populer pada analisis asam amino menggunakan GC-MS.

Aplikasi

Spektroskopi NMR

Dalam spektroskopi NMR, contohnya pada inti 1H, 13C and 29Si, frekuensi bergantung pada medan magnetik, yang tidak pernah sama pada setiap eksperimen. Karenanya, frekuensi tersebut dilaporkan sebagai perbedaan relatif terhadap standar internal tetrametilsilan (TMS). Perbedaan relatif terhadap TMS tersebut dikenal sebagai pergeseran kimia, dan diukur dalam satuan bagian per juta (parts per million).[4]

Pada praktiknya, perbedaan antara sinyal dari pelarut umum dan TMS diketahui, dan karena instrumen modern mampu mendeteksi pelarut terprotonasi pada pelarut terdeuterasi komersial hingga jumlah yang kecil, TMS tidak perlu ditambahkan. Dengan menentukan pelarut kunci yang akan digunakan, spektrometer modern mampu untuk mengkoreksi sampel referensi; akibatnya, pelarut itu sendiri berfungsi sebagai standar internal.[5]

Kromatografi

Dalam kromatografi, standar internal digunakan untuk menentukan konsentrasi analit lain dengan menghitung faktor respon. Standar internal yang dipilih harus kembali mirip dengan analit serta memiliki waktu retensi yang sama. Standar internal tersebut harus stabil dan tidak mengganggu komponen sampel.[2]

Referensi

  1. ↑ IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006–) "internal standard".
  2. 1 2 Skoog, Douglas A. (1998). Principles of Instrumental Analysis: Introduction. Harcourt Brace. hlm. 18. ISBN 0-03-002078-6.
  3. ↑ Svehla, G. (1985). Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian 1. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka.
  4. ↑ Supratman, Unang (2010). Elusidasi Struktur Senyawa Organik: Metode Spektroskopi untuk Penentuan Senyawa Organik. Bandung: Widya Padjadjaran. ISBN 978-602-832-350-5.
  5. ↑ Mohrig, Jerry R.; Noring Hammond, Christina; Schatz, Paul F. (Januari 2006). Techniques in Organic Chemistry (Google Books excerpt). hlm. 273–274. ISBN 978-0-7167-6935-4.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan