Rabu, 23 September 2026
23:01 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Sri Rejeki Isman

Sri Rejeki Isman

PT Sri Rejeki Isman Tbk
250px-SRIL.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Kantor_pusat_dan_kawasan_industri_PT_Sri_Rejeki_Isman_Tbk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat di Sukoharjo
Nama sebelumnyaUD Sri Redjeki (1966–1978)
JenisPerusahaan Publik
BEI: SRIL
IndustrITekstil
PendiriLukminto
Dibubarkan1 Maret 2025 (2025-03-1)[1]
Status akhirPailit
Wilayah yang dilayani
Indonesia dan Singapura
Tokoh kunci
Iwan Kurniawan Lukminto
(Direktur Utama)
Iwan Setiawan Lukminto (Komisaris Utama)
Produk
Layanan
PendapatanUS$ 1,283 miliar (2020)[2]
US$ 85,325 juta (2020)[2]
Total asetUS$ 1,852 miliar (2020)[2]
Total ekuitasUS$ 672,417 juta (2020)[2]
PemilikPT Huddleston Indonesia
Jumlah karyawan
17.186 (2020)[2]

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal sebagai Sritex, dulu adalah sebuah perusahaan tekstil yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini dulu juga memiliki sebuah kantor perwakilan di Jakarta.[2] Perusahaan ini resmi ditutup pada bulan Maret 2025.[3]

Sritex dulu memusatkan sebagian besar operasinya di lahan seluas 79 hektare di Sukoharjo. Selain dari Indonesia, Sritex dulu juga mempekerjakan sejumlah tenaga profesional dari luar negeri, seperti dari Korea Selatan, Filipina, India, Jerman, dan Tiongkok. Klien besar Sritex dulu antara lain H&M, Walmart, K-Mart, dan Jones Apparel.[2][4]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Lukminto pada tahun 1966 sebagai perusahaan perdagangan di Pasar Klewer, Solo dengan nama UD Sri Redjeki. Pada tahun 1968, perusahaan ini mendirikan sebuah pabrik di Joyosuran, Solo untuk memproduksi kain mentah dan bahan putihan. Pada tahun 1978, nama dan badan hukum dari perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang. Pada tahun 1982, perusahaan ini mendirikan pabrik penenunan pertamanya. Pada tahun 1984, perusahaan ini dipercaya untuk memproduksi seragam militer untuk pasukan militer NATO dan Jerman. Pada tahun 1992, perusahaan ini memperluas pabriknya, sehingga dapat menampung empat lini produksi sekaligus, yakni pemintalan, penenunan, penyelesaian, dan garmen.[2][4]

Pada tahun 2013, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada bulan Februari 2015, Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan perluasan pabrik milik perusahaan ini yang menghabiskan investasi sebesar US$104 juta.[5] Pada bulan April 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan perluasan pabrik milik perusahaan ini yang menghabiskan investasi sebesar Rp 2,6 triliun.[6] Pada tahun 2018, perusahaan ini mengakuisisi PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries untuk meningkatkan kapasitas pemintalannya.

Pada bulan November 2020, perusahaan ini meneken kontrak kerja sama untuk memasok bahan seragam untuk Pemuda Pancasila.[7] Pada bulan Desember 2020, untuk pertama kalinya, perusahaan ini mengekspor produknya ke Filipina.[8] Sepanjang tahun 2020, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, perusahaan ini berhasil mendistribusikan 45 juta masker hanya dalam waktu tiga minggu.

Pada bulan Oktober 2024, perusahaan ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.[9] Pada bulan Maret 2025, perusahaan ini resmi ditutup dan menjadi wewenang kurator.[3]

Referensi

  1. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7799799/besok-sritex-tutup-total-semua-karyawan-terakhir-kerja-hari-ini
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Sri Rejeki Isman Tbk. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Sritex resmi tutup
  4. 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Sri Rejeki Isman Tbk. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Gareta, Sella Panduarsa (14 Februari 2015). "Menperin resmikan perluasan pabrik PT Sritex Tbk". LKBN Antara. Diakses tanggal 21 Mei 2025.
  6. Prasetya, Tantyo (22 April 2017). "Sri Rejeki makin rajin cari rejeki". Kontan. Diakses tanggal 21 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Setiyadi, Bima (6 November 2020). "Stafsus Presiden Gandeng Sritex untuk Pengadaan Seragam Pemuda Pancasila". Sindonews. Diakses tanggal 21 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Sidik, Syahrizal (17 Desember 2020). "Tentara Filipina Pesan 8 Kontainer Seragam dari Sritex". CNBC Indonesia. CNBC Indonesia. Diakses tanggal 16 Mei 2022.
  9. Raksasa Tekstil Sritex Pailit, ini Bedanya Dengan Bangkrut


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan