Jumat, 23 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sri Maharaja

Sri Maharaja

Bagikan:
Sri Maharaja Sri Rana Wira Kerma
Sri Maharaja Sri Rana Wira Kerma
250px-Carved_mural_on_a_wall_in_Fort_Canning_Park%2C_Singapore_-_20100507-02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Singapura ke-4
Berkuasa1375-1389 M
PendahuluSri Rana Wikrama
PenerusParameswara
AyahSri Rana Wikrama
IbuPutri Tun Perpatih Permuka Berjajar
PasanganDewi Putri, putri Tun Perpatih Tulus I
KeturunanParameswara
WangsaMauli

Paduka Sri Rana Wira Kerma, atau lebih terkenal dengan sebutan Sri Maharaja adalah putra tertua dari Sri Rana Wikrama dan Raja keempat dari Singapura. Ia juga dikenal sebagai Damia Raja sebelum naik tahta.[1] Menurut Sejarah Melayu, selama masa pemerintahan Paduka Sri Maharaja ditandai dengan terjadinya peristiwa Todak yang melanda seluruh pantai Singapura. Seorang pemuda, Hang Nadim, memikirkan solusi cerdik untuk menghalau todak. Raja awalnya berterima kasih, tetapi merasa semakin terancam oleh kecerdasan anak itu, dan memerintahkan agar anak itu dieksekusi. Pada 1389, Paduka Sri Maharaja digantikan oleh putranyan, Iskandar Shah.[2]

Referensi

  1. ↑ Farhan, Taufiqullahil (1979), Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu), Dewan Bahasa dan Pustaka, hlm. 54, ISBN 983-625-601-6, diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-12, diakses tanggal 2012-11-12
  2. ↑ Tsang, Susan; Perera, Audrey (2011), Singapore at Random, Didier Millet, hlm. 120, ISBN 978-9-814-26037-4
Sri Maharaja
Dinasti Sriwijaya
Gelar
Didahului oleh:
Sri Rana Wikrama
Raja Singapura
1362–1375
Diteruskan oleh:
Parameswara


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan