Rabu, 30 September 2026
01:10 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Mauli

Bagikan:

Wangsa Mauli adalah sebuah dinasti keturunan raja-raja Melayu yang memerintah kerajaan Melayu generasi berikutnya di Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Dinasti ini muncul setelah penaklukan Rajendra Chola dari Koromandel atas kerajaan Sriwijaya pada tahun 1025 dan dinasti ini menurunkan raja-raja penguasa daerah bekas kekuasaan kadatuan Sriwijaya, yakni Malayupura, Pagaruyung, Singapura, Bentan, Melaka, Johor, Siak Sri Indrapura, Pelalawan, Lingga, Jambi, Palembang, Pahang, Selangor, Perak, Kelantan, Jawaka, Tanjung Pura dan lainnya.

Dalam Prasasti Tanjore, disebutkan bahwa pada tahun 1017 dan 1025 masehi, bangsa Tamil dari Kerajaan Chola Mandala India menyerang Sriwijaya, dalam serangan itu pusat Kerajaan Sriwijaya dapat ditaklukan bahkan rajanya ditawan, selain itu bangsa Tamil melalui kerajaan Chola-nya juga berhasil menaklukan koloni/jajahan Kerajaan Sriwijaya seperti Khadaram (Kedah) dan lain sebagainya.

Dalam Hikayat Palembang, selepas Kedatuan Sriwijaya terpecah akibat serangan Kerajaan Chola tahun 1025 M, muncul Kerajaan Melayu Bukit Siguntang di wilayah Palembang yang merupakan keturunan Raja-raja Sriwijaya. Penguasa Bukit Siguntang dikenal dengan nama Maharaja Sulan (Raja Segentar Alam). Dalam Hikayat juga dikatakan bahwa salah satu penguasa terkenal Bukit Siguntang dikenal dengan nama Sang Sapurba, orang yang sama dengan Tribhuwanaraja.

Daftar Raja-raja

Berikut ini daftar raja-raja dari dinasti Mauli yang berkuasa di bhumi malayu:

Tahun Nama raja Gelar Ibu kota /
pusat pemerintahan
Prasasti, catatan pengiriman utusan ke Tiongkok serta peristiwa
1183 Trailokyaraja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa Dharmasraya Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand.
1286 Tribhuwanaraja Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa Dharmasraya Prasasti Padang Roco tahun 1286 di Kabupaten Dharmasraya sekarang.
1300 Akarendrawarman Srimat Sri Akarendrawarman Dharmasraya atau Pagaruyung atau Suruaso Prasasti Suruaso di Kabupaten Tanah Datar sekarang.
1347 Adityawarman Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa Pagaruyung atau Suruaso Memindahkan pemerintahan ke Pagaruyung atau Suruaso,

Manuskrip pada Arca Amoghapasa bertarikh 1347 di Kabupaten Dharmasraya sekarang, Prasasti Kuburajo di Kabupaten Tanah Datar sekarang.

1375 Ananggawarman Yuwaraja Pagaruyung atau Suruaso Prasasti Batusangkar di Kabupaten Tanah Datar sekarang.
? Bijayendrawarman Yuwaraja Parwatapuri (Rao Mapattunggul atau Pasaman?) Membuat stupa di Parwatapuri, kemungkinan Candi Tarung-Tarung dan Pancahan di Rao Mapattunggul, atau biara di Tanjung Medan, Nagari Petok, Panti Panti, Pasaman.

Prasasti Lubuk Layang

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan