Senin, 09 November 2026
02:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Ngimin

Ngimin

genus moluska

Bagikan:
Ngimin
Rentang waktu: Trias – Sekarang
Sebuah cangkang "Spondylus regius"
Cangkang dari Spondylus regius
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Bivalvia
Ordo: Pectinida
Superfamili: Pectinoidea
Famili: Spondylidae
Gray, 1826
Subfamili: Spondylinae
Gray, 1826
Genus: Spondylus
Linnaeus, 1758[1]
Spesies tipe
Spondylus gaederopus
Spesies

Lihat teks

Sinonim
  • Carallospondylus Monterosato, 1917
  • † Dianchora J. Sowerby, 1815
  • Eleutherospondylos Dunker, 1882
  • Eltopera Iredale, 1939
  • Lanilda Iredale, 1939
  • Spondylus (Corallospondylus) Monterosato, 1917
  • Spondylus (Eleutherospondylos) Dunker, 1882
  • Spondylus (Eltopera) Iredale, 1939
  • Spondylus (Lanilda) Iredale, 1939
  • Spondylus (Rimaespondylus) Damarco, 2015 (nama tidak tersedia: tidak ada spesies tipe yang ditunjuk)
  • Spondylus (Sponvola) Iredale, 1939
  • Sponvola Iredale, 1939
Artikel takson sembarang

Spondylus atau secara lokal dikenal dengan nama ngimin atau tiram duri adalah genus moluska bivalvia yang juga merupakan satu-satunya genus dalam famili Spondylidae.

Sejarah evolusi

Genus Spondylus pertama kali muncul pada era Mesozoikum. Terdapat sekitar 40 spesies Spondylus punah yang telah ditemukan.[2]

Karakteristik

Spondylus merupakan hewan penyaring. Hewan dewasa menempel di substrat yang keras, dilindungi oleh duri-duri tajam, dan dapat menghasilkan mutiara.[3] Jenis substrat yang ditempeli oleh hewan ini berbeda-beda tergantung spesiesnya: banyak yang menempel ke terumbu karang, sementara yang lain (khususnya S. spinosus) dapat dengan mudah beradaptasi di struktur buatan manusia.

Kegunaan

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di Eropa pada masa Neolitikum memperdagangkan cangkang S. gaederopus untuk membuat gelang dan ornamen-ornamen lainnya.[4] Cangkang ini terutama digunakan pada periode 5350 hingga 4200 SM.[4] Sementara itu, S. crassisquama dapat ditemui di pesisir Kolombia dan Ekuador dan merupakan objek yang penting bagi peradaban-peradaban di Andes pada zaman Pra-Kolumbus; cangkang hewan tersebut dijadikan persembahan untuk Pachamama dan mata uang.[5] Cangkang ini diperdagangkan hingga ke wilayah Meksiko di utara dan wilayah Andes tengah di selatan.[6]

Daftar spesies

Referensi

  1. ↑ Linnaeus, C. (1758). Systema Naturae per regna tria naturae, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis. Editio decima, reformata. Laurentius Salvius: Holmiae. ii, 824 pp., available online at https://www.biodiversitylibrary.org/item/10277#page/3/mode/1up
  2. ↑ "Fossilworks: Spondylus". fossilworks.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-15. Diakses tanggal 4 Maret 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ WingYan Ho, Joyce; Zhou, Chunhui. "Natural Pearls Reportedly from a Spondylus Species ("Thorny" Oyster)". GIA. Gemological Institute of America. Diakses tanggal 24 Februari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Gardelková-Vrtelová, Anna; Golej, Marián (2013). "The necklace from the Strážnice site in the Hodonín district (Czech Republic). A contribution on the subject of Spondylus jewelry in the Neolithic". Documenta Praehistorica. 40. Znanstvena založba Filozofske fakultete Univerze v Ljubljani: 265–277. doi:10.4312/dp.40.21.publikasi akses terbuka - bebas untuk dibuka
  5. ↑ Carter, Benjamin. "Spondylus in South American Prehistory" in Spondylus in Prehistory: New Data and Approaches. Ed. Fotis Ifantidis and Marianna Nikolaidou. BAR International Series 2216. Oxford: Archaeopress, 2011: 63-89.
  6. ↑ Shimada, Izumi. “Evolution of Andean Diversity: Regional Formations (500 B.C.E-C.E. 600). The Cambridge History of the Native People of the Americas. Vol. III, pt. 1. Ed. Frank Salomon & Stuart B. Schwartz. Cambridge: Cambridge University Press, 1999: 350-517, terutama. "Mesoamerican-Northwest South American Connections", hlm. 430-436.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan