Minggu, 18 Oktober 2026
23:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Spikula spons

Spikula spons

Bagikan:
330px-Sponge-spicule_hg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spikula berujung enam silika triaksonal dari spons kaca
250px-Expn4384_%2827840605922%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keranjang bunga venus yang tersusun dari jenis spikula yang sama.

Spikula adalah elemen struktural yang dapat ditemukan di kebanyakan spons laut. Penjalaan dari banyak spikula berfungsi sebagai kerangka (penyokong struktural) dari spons tersebut, dan dapat digunakan sebagai pelindung dari predator.[1]

Spikula spons terbuat dari kalsium karbonat atau silika. Spikula besar yang dapat dilihat oleh mata telanjang disebut dengan megaskleres atau makroskleres, sementara spikula yang lebih kecil atau mikroskopik disebut dengan mikroskleres. Komposisi, ukuran dab bentuk dari spikula berperan penting dalam sistematika dan taksonomi spons.

Ringkasan

Spons merupakan klad yang kaya akan spesies, yang merupakan hewan yang paling pertama muncul (basal).[2] Mereka dapat ditemukan diseluruh dunia,[3] dengan ekologi dan fungsi yang sangat beragam,[4][5][6][7][8][9] beserta dengan catatan fosil yang dapat ditemukan di seluruh batuan Fanerozoikum (beserta dengan Kriogenium dan Ediakara).[10]

Kebanyakan spons memproduksi kerangka yang dibentuk dari spikula, elemen penyokong yang berkembang dengan ukuran dan bentuk yang berbeda. Di antara empat sub-klad dari Porifera, tiga (Demospongiae, Hexactinellida dan Homoscleromorpha) memproduki kerangka dari silika amorf ,[11] dan satu (Calcarea) terbuat dari campuran magensium dan kalsit.[12] Morfologi dari spikula merupakan khas dari tingkatan klad atau bahkan spesies, yang membuatnya sangat berguna dalam studi taksonomi dari spons.[13]

Referensi

  1. ↑ Jones, Adam C.; Blum, James E.; Pawlik, Joseph R. (2005-08-08). "Testing for defensive synergy in Caribbean sponges: Bad taste or glass spicules?". Journal of Experimental Marine Biology and Ecology (dalam bahasa Inggris). 322 (1): 67–81. doi:10.1016/j.jembe.2005.02.009. ISSN 0022-0981. S2CID 85614908.
  2. ↑ Wörheide, G.; Dohrmann, M.; Erpenbeck, D.; Larroux, C.; Maldonado, M.; Voigt, O.; Borchiellini, C.; Lavrov, D.V. (2012). "Deep Phylogeny and Evolution of Sponges (Phylum Porifera)". Advances in Sponge Science: Phylogeny, Systematics, Ecology. Advances in Marine Biology. Vol. 61. hlm. 1–78. doi:10.1016/B978-0-12-387787-1.00007-6. ISBN 9780123877871. PMID 22560777.
  3. ↑ Van Soest, Rob W. M.; Boury-Esnault, Nicole; Vacelet, Jean; Dohrmann, Martin; Erpenbeck, Dirk; De Voogd, Nicole J.; Santodomingo, Nadiezhda; Vanhoorne, Bart; Kelly, Michelle; Hooper, John N. A. (2012). "Global Diversity of Sponges (Porifera)". PLOS ONE. 7 (4): e35105. Bibcode:2012PLoSO...735105V. doi:10.1371/journal.pone.0035105. PMC 3338747. PMID 22558119.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. ↑ Wulff, Janie L. (1984). "Sponge-mediated coral reef growth and rejuvenation". Coral Reefs. 3 (3): 157–163. Bibcode:1984CorRe...3..157W. doi:10.1007/BF00301960. S2CID 41590456.
  5. ↑ Wulff, Janie L. (2006). "Rapid diversity and abundance decline in a Caribbean coral reef sponge community". Biological Conservation. 127 (2): 167–176. doi:10.1016/j.biocon.2005.08.007.
  6. ↑ Bell, James J. (2008). "The functional roles of marine sponges". Estuarine, Coastal and Shelf Science. 79 (3): 341–353. Bibcode:2008ECSS...79..341B. doi:10.1016/j.ecss.2008.05.002.
  7. ↑ Maldonado, Manuel; Ribes, Marta; Van Duyl, Fleur C. (2012). "Nutrient Fluxes Through Sponges". Advances in Sponge Science: Physiology, Chemical and Microbial Diversity, Biotechnology. Advances in Marine Biology. Vol. 62. hlm. 113–182. doi:10.1016/B978-0-12-394283-8.00003-5. ISBN 9780123942838. PMID 22664122.
  8. ↑ De Goeij, Jasper M.; Van Oevelen, Dick; Vermeij, Mark J. A.; Osinga, Ronald; Middelburg, Jack J.; De Goeij, Anton F. P. M.; Admiraal, Wim (2013). "Surviving in a Marine Desert: The Sponge Loop Retains Resources within Coral Reefs". Science. 342 (6154): 108–110. Bibcode:2013Sci...342..108D. doi:10.1126/science.1241981. PMID 24092742. S2CID 6720678.
  9. ↑ De Goeij, Jasper M.; Lesser, Michael P.; Pawlik, Joseph R. (2017). "Nutrient Fluxes and Ecological Functions of Coral Reef Sponges in a Changing Ocean". Climate Change, Ocean Acidification and Sponges (PDF). hlm. 373–410. doi:10.1007/978-3-319-59008-0_8. hdl:11245.1/97acf693-165b-485e-aa13-624af511bccd. ISBN 978-3-319-59007-3.
  10. ↑ Reitner, Joachim; Wörheide, Gert (2002). "Non-Lithistid Fossil Demospongiae — Origins of their Palaeobiodiversity and Highlights in History of Preservation". Systema Porifera. hlm. 52–68. doi:10.1007/978-1-4615-0747-5_4. ISBN 978-0-306-47260-2.
  11. ↑ Hooper, John N. A.; Van Soest, Rob W. M. (2002). "Systema Porifera. A Guide to the Classification of Sponges". Systema Porifera. hlm. 1–7. doi:10.1007/978-1-4615-0747-5_1. ISBN 978-0-306-47260-2.
  12. ↑ Rossi, Andre L.; Campos, Andrea P.C.; Barroso, Madalena M.S.; Klautau, Michelle; Archanjo, Bráulio S.; Borojevic, Radovan; Farina, Marcos; Werckmann, Jacques (2014). "Long-range crystalline order in spicules from the calcareous sponge Paraleucilla magna (Porifera, Calcarea)". Acta Biomaterialia. 10 (9): 3875–3884. doi:10.1016/j.actbio.2014.01.023. PMID 24487057.
  13. ↑ Łukowiak, Magdalena (2020). "Utilizing sponge spicules in taxonomic, ecological and environmental reconstructions: A review". PeerJ. 8: e10601. doi:10.7717/peerj.10601. PMC 7751429. PMID 33384908.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) 60px-CC_BY_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Material was copied from this source, which is available under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan