Rabu, 28 Oktober 2026
23:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Spesies pendatang

Spesies pendatang

Contoh spesies pendatang yang dianggap merusak ekosistem adalah ikan mas dan ikan tombak di negara Spanyol

Bagikan:
250px-Melilotus_alba_bgiu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Melilotus sp., spesies pendatang di Amerika yang berasal dari Eurasia.

Spesies pendatang atau spesies asing adalah spesies yang hidup di luar daerah asalnya, yang sampai ke daerah tersebut karena aktivitas manusia, baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Spesies pendatang dapat menimbulkan berbagai efek pada ekosistem lokal. Beberapa di antaranya berdampak negatif dan merusak ekosistem setempat, sedangkan beberapa spesies pendatang lain tidak berpengaruh atau hanya menimbulkan perubahan kecil.

Pada bidang pertanian, beberapa spesies sengaja didatangkan ke dalam suatu ekosistem untuk memerangi hama. Spesies yang dimanfaatkan untuk tujuan ini disebut agens pengendali hayati dan digunakan sebagai alternatif bagi pestisida. Dalam beberapa kasus, masuknya spesies pendatang ke dalam suatu ekosistem masih belum diketahui apakah akan menguntungkan atau merugikan dalam jangka panjang.[1][2][3] Pengaruh spesies pendatang pada lingkungan alam masih menjadi subjek yang kontroversial, dan menjadi hal yang masih dicermati oleh ilmuwan, pemerintah, petani, dan pihak lain. Spesies pendatang yang tersebar luas dan menimbulkan masalah yang signifikan dikenal sebagai spesies invasif.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dov Sax (Agustus 2008). The Proceedings of the National Academy of Sciences Diarsipkan 6 Juli 2012 di Wayback Machine
  2. ↑ "Foreign Species Overview". U.S. Fish and Wildlife Service - Endangered Species. Diakses tanggal 28 Mei 2019.
  3. ↑ "Foreign Species". NOAA Fisheries. Diakses tanggal 28 Mei 2019.
Umum
Hierarki
Interaksi biologis
Jangka pendek
Jangka panjang
Jaring-jaring makanan
Konsep
Peranan
Peran sebagai spesies
Distribusi spesies
Lain-lain
Ekologi ruang


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan