Jumat, 23 Oktober 2026
16:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Spekulas

Spekulas

Bagikan:
Speculaas
250px-Spekulatius_four_pieces_of.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biskuit speculaas dengan berbagai corak
JenisBiskuit
Tempat asalBelgia/Belanda/Rheinland
Bahan utamaTepung, gula, mentega, kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga, merica, pala
250px-Speculaaskruiden.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bumbu speculaas: merica, kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga dan pala
250px-Schuddebuikjes_-_Broodbeleg_van_speculaas_-_A_spread_of_speculaas%2C_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Schuddebuikjes: Olesan untuk roti yang terbuat dari speculaas, Belanda, 2019

Spekulas (bahasa Belanda:speculaas, pelafalan[speːkyˈlaːs], bahasa Prancis:spéculoos, [spekylos], bahasa Jerman:Spekulatius) adalah sejenis biskuit berempah, yang menurut tradisi dipanggang untuk dimakan pada atau sebelum Hari Santo Nikolas di Belanda (5 Desember), Belgia (6 Desember),[1] dan Luksemburg (6 Desember), serta sekitar Hari Natal di Jerman dan Austria. Biskuit speculaas memiliki ciri-ciri tipis, sangat renyah, berkaramel, agak kecokelatan, dan yang paling penting, memiliki gambar atau bentuk tertentu (sering kali dari cerita tradisional tentang Santo Nikolas) dicetak di sisi depan senelum pemanggangan; bagian depannya rata. Di Indonesia, masakan ini bisa ditemukan dan biasanya disajikan saat Natal atau acara lainnya.[2][3]

Adonan speculaas tidak mengembang banyak. Versi Belanda dan Belgia dipanggang dengan gula cokelat muda (terkadang bit) dan soda kue. Spekulatius Jerman menggunakan amonium karbonat sebagai bahan pengembang. Rempah-rempah yang digunakan dalam speculaas antara lain kayu manis, pala, cengkeh, jahe, kapulaga, dan merica putih; hal ini umum terjadi pada tahun 1600–1700-an karena perdagangan rempah-rempah di Hindia Belanda. Resep keluarga mungkin juga memasukkan sedikit bumbu lain seperti adas manis, dll. Secara tradisional, speculaas dibuat dari tepung Frisia dan rempah-rempah. Nama speculoos diciptakan untuk kue tepung terigu Belgia dengan hampir tidak ada rempah-rempah. Saat ini kebanyakan versi speculaas terbuat dari tepung putih (gandum), gula merah, mentega dan rempah-rempah. Beberapa varietas menggunakan tepung badam dan memiliki potongan badam yang tertanam di bagian bawah.[1]

Adonan dibuat dengan mengocok mentega, gula dan rempah-rempah dan menggabungkannya. Tepung dan bahan ragi dicampur secara terpisah dan kemudian ditambahkan. Pembuat roti berhati-hati agar tidak membuat adonan terlalu banyak, karena akan sedikit mengembang. Adonan disimpan di tempat yang sejuk semalaman agar bumbu meresap ke dalam adonan dan menambah rasa.

Referensi

  1. 1 2 "What You Need to Know about Speculaas Cookies". About.com Food. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-06. Diakses tanggal 2016-01-14.
  2. ↑ "Resep Kue Zaman Penjajahan Belanda". i idntimes. Diakses tanggal 26 Mei 2020.
  3. ↑ Roti Legendaris Peninggalan Belanda yang Jadi Makanan Khas Indonesia || OMIYAGO

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan