Senin, 19 Oktober 2026
09:34 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Spekulas

Spekulas

Bagikan:
Speculaas
250px-Spekulatius_four_pieces_of.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Biskuit speculaas dengan berbagai corak
JenisBiskuit
Tempat asalBelgia/Belanda/Rheinland
Bahan utamaTepung, gula, mentega, kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga, merica, pala
250px-Speculaaskruiden.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bumbu speculaas: merica, kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga dan pala
250px-Schuddebuikjes_-_Broodbeleg_van_speculaas_-_A_spread_of_speculaas%2C_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Schuddebuikjes: Olesan untuk roti yang terbuat dari speculaas, Belanda, 2019

Spekulas (bahasa Belanda:speculaas, pelafalan[speːkyˈlaːs], bahasa Prancis:spéculoos, [spekylos], bahasa Jerman:Spekulatius) adalah sejenis biskuit berempah, yang menurut tradisi dipanggang untuk dimakan pada atau sebelum Hari Santo Nikolas di Belanda (5 Desember), Belgia (6 Desember),[1] dan Luksemburg (6 Desember), serta sekitar Hari Natal di Jerman dan Austria. Biskuit speculaas memiliki ciri-ciri tipis, sangat renyah, berkaramel, agak kecokelatan, dan yang paling penting, memiliki gambar atau bentuk tertentu (sering kali dari cerita tradisional tentang Santo Nikolas) dicetak di sisi depan senelum pemanggangan; bagian depannya rata. Di Indonesia, masakan ini bisa ditemukan dan biasanya disajikan saat Natal atau acara lainnya.[2][3]

Adonan speculaas tidak mengembang banyak. Versi Belanda dan Belgia dipanggang dengan gula cokelat muda (terkadang bit) dan soda kue. Spekulatius Jerman menggunakan amonium karbonat sebagai bahan pengembang. Rempah-rempah yang digunakan dalam speculaas antara lain kayu manis, pala, cengkeh, jahe, kapulaga, dan merica putih; hal ini umum terjadi pada tahun 1600–1700-an karena perdagangan rempah-rempah di Hindia Belanda. Resep keluarga mungkin juga memasukkan sedikit bumbu lain seperti adas manis, dll. Secara tradisional, speculaas dibuat dari tepung Frisia dan rempah-rempah. Nama speculoos diciptakan untuk kue tepung terigu Belgia dengan hampir tidak ada rempah-rempah. Saat ini kebanyakan versi speculaas terbuat dari tepung putih (gandum), gula merah, mentega dan rempah-rempah. Beberapa varietas menggunakan tepung badam dan memiliki potongan badam yang tertanam di bagian bawah.[1]

Adonan dibuat dengan mengocok mentega, gula dan rempah-rempah dan menggabungkannya. Tepung dan bahan ragi dicampur secara terpisah dan kemudian ditambahkan. Pembuat roti berhati-hati agar tidak membuat adonan terlalu banyak, karena akan sedikit mengembang. Adonan disimpan di tempat yang sejuk semalaman agar bumbu meresap ke dalam adonan dan menambah rasa.

Referensi

  1. 1 2 "What You Need to Know about Speculaas Cookies". About.com Food. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-06. Diakses tanggal 2016-01-14.
  2. ↑ "Resep Kue Zaman Penjajahan Belanda". i idntimes. Diakses tanggal 26 Mei 2020.
  3. ↑ Roti Legendaris Peninggalan Belanda yang Jadi Makanan Khas Indonesia || OMIYAGO

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan