Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Kho Wan Gie | |
|---|---|
| Lahir | Kho Wan Gie (1908-Kekurangan parameter yang dibutuhkan 1=day!-00)Parameter harus diisi 1 — 12 1908 |
| Meninggal | Mei 1983(1983-05-00) (umur 74–75) |
| Pekerjaan | Komikus |
| Pasangan menikah | Lauw Ketty Nio |
| Anak | 8 |
| Karier kepenulisan | |
| Genre | Komik, Komedi |
Kho Wan Gie (lahir di Indramayu, Jawa Barat tahun 1908 - wafat Mei 1983) adalah seorang komikus generasi pertama Indonesia yang karyanya mulai diterbitkan pada tahun 1929.[1][2][3] Kho Wan Gie merupakan peranakan Tionghoa, bersekolah di Tiong Hoa Hwee Koan, Indramayu. Semasa hidup dia bekerja sebagai ilustrator pada majalah Panorama.[4] Kho Wan Gie beragama Kristen tetapi masih mengikuti budaya Tionghoa. Dia fasih berbahasa Mandarin, Inggris dan Belanda[5]
Perjalanan Berkarya
Kho Wan Gie bersama dengan Siauw Tik Kwie (komikus lain yang menggambar Sie Djin Koei) belajar melukis dari J.Frank dan H.V. Velthuisen. Dia juga belajar melukis secara korespondensi ke Amerika Serikat.
Karya Kho Wan Gie yang paling dikenal adalah komik berjudul Put On. Belum diketahui secara pasti kapan Kho Wan Gie mempublikasikan komik perdananya secara resmi. Namun, Arswendo Atmowiloto menemukan bahwa Kho Wan Gie membuat Put On dan kemungkinan diterbitkan tanggal 17 Januari 1931 pada koran Sin Po.[3] Di koran ini, Put On hadir dalam bentuk komik strip setiap hari Jumat dan Sabtu.
Koran Sin Po sendiri merupakan koran berbahasa Melayu Tionghoa Peranakan yang banyak mengekspresikan sudut pandang nasionalisme Tionghoa dan membela kepentingan orang Tionghoa Indonesia. Selama pendudukan Jepang, koran ini terbit dalam edisi terbatas. Pada tahun 1958, koran ini dipaksa mengubah namanya menjadi Pantjawarta dan kemudian kembali diubah menjadi Warta Bhakti. Pada periode ini, koran ini mengambil sudut pandang pro-PKI, sehingga akhirnya dilarang untuk terbit pasca terjadinya Gerakan 30 September pada tahun 1965. Put On tetap terbit mengikuti pergantian nama koran Sin Po, dan hanya terjeda penayangannya saat masa pemerintahan Jepang.[6]
Put On berasal dari kata Hokkien (Fujian) yang berarti orang yang aktif. Kho Wan Gie terinspirasi oleh karakter Jiggs dari "Bringing up Father" yang dibuat oleh George McManus.[7] Put On sendiri bercerita tentang seorang pria bujangan gendut dari kelas menengah yang lugu dan konyol yang tinggal bersama ibunya ("Nek") dan dua adiknya, "Tong" dan "Peng". Kadang-kadang muncul pula teman baiknya, "A Liuk", "A Kong" (wakil dari kaum totok), "O Tek" (wakil dari Tionghoa Belanda). Tema cerita Put On didapat oleh Kho Wan Gie sebagai respons keseharian situasi di Jakarta dan dari Ang Jan Goan (pemimpin Sin Po). Selama 31 tahun membuat Put On, Kho Wan Gie menyesal karena membuat karakter utama dalam komik ini tidak menikah. Namun demikian, dia berhasil mengeluarkan identitas dan isu peranakan Tionghoa melalui komik ini.
Seusai koran Sin Po dilarang terbit dan Put On tidak dilanjutkan, Kho Wan Gie muncul lagi dengan menggunakan nama samaran "Sopoiku", sebuah kata dalam bahasa Jawa yang artinya "Siapa Itu". Menggunakan nama Sopoiku, dia kembali berkarya dalam dunia komik Indonesia, melalui komik lepas maupun seri berjudul "Nona A Go-Go", "Lemot dan Obud", "Agen Rahasia 013 (Bolong jilu)", "Dalip dan Dolop", "Djali Tokcer" yang kebanyakan bergenre komedi. Kho Wan Gie juga mengisi di Majalah Ria Film (dengan tokoh si Pengky), Varia Nada, dan Ria Remaja.
Menikah dan memiliki anak, membuat Kho Wan Gie berperan sebagai bapak yang sederhana, serta memiliki hobi mencatat ketika menemukan lelucon yang dianggapnya lucu.[8] Kho Wan Gie, komikus yang konsisten mengingat hanya sedikit komikus yang dapat membuat karakter kuat dan ada untuk waktu yang lama[9]
Pranala luar
- (Inggris) Profil singkat di Lambiek
- (Indonesia) "Komik Indonesia Masih Eksis", KOMPAS, 13 Februari 2000
- (Indonesia) "Menggali Kembali Sastra Melayu Tionghoa" Diarsipkan 2005-02-19 di Wayback Machine., Intisari, 2000
- (Indonesia) [pranala nonaktif permanen] karyanya di SIN PO
- (Indonesia) [pranala nonaktif permanen] Karyanya di PantjaWarna
- (Indonesia) Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine. Sebagian sampul muka komik SOPOIKU
- (Indonesia) Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine. Karyanya di harian Warta Bhakti
- (Indonesia) Diarsipkan 2009-11-15 di Wayback Machine. "Pendekar Pendekar Komik Tionghoa ( II ) Medio 1930 – 1960"[pranala nonaktif permanen] Forum Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok
- (Indonesia) Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.Tulisan Arswendo di harian Kompas 1983
- [10].
[11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21] [22] [23] [24] [25] [26] [27] [28] [29] [30] [31][32] [33]
Referensi
- ↑ T, Agus Dermawan. "Kho Wan Gie and Goei Kwat Siong Chinese-Indonesian artists behind legendary comic strips - Art & Culture". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
- ↑ "Tokoh Tionghoa yang Memberi Warna Sejarah Indonesia - Nationalgeographic.grid.id". Diakses tanggal 2026-05-22.
- 1 2 Budaya, Bentara. "Put On Reborn". bentarabudaya.com. Diakses tanggal 2026-05-22.
- ↑ Sidharta, 2007
- ↑ "Kho Wang Gie". lambiek.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
- ↑ Atmowiloto,1979, Bonnef, 1998
- ↑ Atmowiloto, 1979;Sidharta,2007
- ↑ Kho Goan Soey, wawancara
- ↑ Zahar,I dan Masdiono, T, 2015
- ↑ Ajidarma, Seno Gumira. 2009.” Put On yang tidak o’on.” Intisari magazine. Pp 75-81
- ↑ Alkatiri, Zeffry. 2010. “Put On: Melihat Cina Betawi Tempoe Doeloe” in Pasar Gambir, Komik Cina, dan Ice Shanghai: Sisi Melik Jakarta Tahun 1970-an. Jakarta, Indonesia.” Jakarta: Masup.
- ↑ Alkatiri, Zeffry, 2012. “The Jakarta Society Acculturation and Tempo Doeloe Chinese-Btavia Community in the Put On Comics.” Sosiohumanika, 5(1). Pp 65-80.
- ↑ Atmowiloto, Arswendo, 1979. “Pengaruh Candi, dan Put On.” Kompas Daily Newspaper, August 13.
- ↑ Bonnef, Marcel. 1998. “Komik Indonesia.” Jakarta: KPG [Kepustakaan Populer Gramedia], translated by Rahayu S. Hidayat. Castles, Lance. (2007).
- ↑ Cook., Roy.T.2012. “Schulz, “Peanuts”, and Metafiction.” International Journal of Comic Art. Vol 14, No.1.pp 66-92.
- ↑ Eisner, Will.1985. Comics and Sequential Art. Florida: Poorhouse Press.
- ↑ Gie, Kho Wan. 1963. Put On. Seri 13 -16. Jakarta: Sin Po.
- ↑ Gie, Kho Wan. (?). Put On. Jakarta: Surja Prabha.
- ↑ Gunawan, Iwan. 2013. “Multiculturalism in Indonesian Comics.” International Journal of Comic Art. Vol 15, No.1.pp 100-145.
- ↑ Hidayat, Rahayu S., Zeffry Alkatiri & Maman S. Mahayana. (1994). “Comics Indonesia toward Independence: A Study of Themes and Language”. Report Unpublished Research Results. Depok, Indonesia: LPUI [Lembaga Penelitian Universitas Indonesia].
- ↑ Lannon, Keegan.2013. “Visualizing Words: The Function of Words in Comics.” International Journal of Comic Art. Vol 15, No.1.pp 287-305
- ↑ Lent, John.2014. Southeast Asian Cartoon Art: History, Trends and Problems. Jefferson: McFarland
- ↑ McLoud, Scott.1994. Understanding Comic: The Invisible Art. New York: William Morrow
- ↑ Sabin, Roger. 2001. Comics, Comix & Graphic Novels: A History of Comic Art. New York: Phaidon.
- ↑ Sidharta, Myra. 2007. “Jakarta through the Eyes of Ko Put On.” edited by Kees Grijns & Peter J.M. Nass. Jakarta-Batavia: The Socio-Cultural Essays. Jakarta: KITLV and Bana
- ↑ Sun, Wanning (Eds). 2009. Media and the Chinese Diaspora: Community, Communications and Commerce (Google eBook). Routledge.
- ↑ Suryadinata, Leo.1994. “The State and Chinese Minority in Indonesia. In Suryadinata, Leo: Chinese adaptation and Diversity: Essays on Society and Literature in Indonesia. “Malaysia and Singapore, edited by Leo Suryadinata, pp. 77-100. Singapore: Singapore University Press.
- ↑ Suryadinata, Leo.2004. Peranakan’s Search for National Identity: Biographical Studies of Seven Indonesian Chinese. Singapore: Marchall Cavendish Academic.
- ↑ Suryadinata, Leo.2012. Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: A Biographical Dictionary, Volume I & II (Google eBook). Singapore: ISEAS Publications Institute of Southeast Asian studies.
- ↑ Suryadinata, Leo.2006. Southeast Asia’s Chinese Business in an Era of Globalization. Singapore: ISEAS Publications Institute of Southeast Asian studies.
- ↑ Wahyu Wibisana, Wahyu and Sanusi, Harianto, 2008. “Put On.” Jakarta: Pustaka Klasik.
- ↑ Woff, John U. and Poedjosoedarmo, Soepomo.1982. “Communicative Codes in Central Java.” Ithaca:Cornell Southeast Asia Program.
- ↑ Zahar, I., & Masdiono, T. (2015). Visual Character and Context of Put On (1931-1965): The First Indonesian Comics. (J. A. Lent, Ed.) International Journal of Comic Art, 17(2), 572-585.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |