Minggu, 04 Oktober 2026
13:17 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Jaka Sembung

Jaka Sembung

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Jaka Sembung" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Untuk kegunaan lain, lihat Jaka Sembung (disambiguasi).
Jaka Sembung
250px-Jaka_Sembung_komik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari Jaka Sembung vs Si Buta Dari Gua Hantu (2011) oleh Djair Warni.
Informasi publikasi
PenerbitIndonesia Maranatha (1968), Bintang Kejora (1968-1972), Rosita (1972-1988), Pluz (2011)
Penampilan pertama"Bajing Ireng" (1968)
Dibuat olehDjair Warni
Informasi dalam cerita
Alter egoParmin
Tempat asalKandanghaur
KemitraanBajing Ireng, Si Gila dari Muara Bondet, Wori, Empat Pendekar Ciremai, dll.
KemampuanIlmu silat tangan kosong hebat, ilmu silat bersenjata hebat

Jaka Sembung adalah karakter utama dalam serial cerita silat yang diciptakan oleh komikus Djair Warni pada tahun 1960-an. Karakter ini pertama kali muncul pada tahun 1968 dalam komik Bajing Ireng yang diterbitkan oleh penerbit Maranatha. Komik ini adalah salah satu komik silat pertama karya komikus Indonesia yang telah memopulerkan cerita silat khas nusantara. Komik ini begitu populer sehingga diadaptasi secara lepas menjadi sebuah film layar lebar bergenre film aksi laga pada tahun 1981 dengan judul "Jaka Sembung Sang Penakluk" yang dibintangi oleh aktor laga Barry Prima. Film ini akhirnya menuai sukses besar sehingga dilanjutkan oleh beberapa sekuel dan melambungkan nama Barry Prima.

Latar belakang

Alkisah, Parmin adalah seorang pendekar silat asal Kandanghaur yang berjuang melawan kolonialisme di era VOC, abad ke-17. Karena berguru dengan perguruan silat di Gunung Sembung, dia dikenal dengan nama julukannya, "Jaka Sembung". Bersama kekasihnya, Roijah atau si "Bajing Ireng" dan juga pendekar-pendekar silat rekan seperjuangannya dari segala penjuru Nusantara, bahkan dari benua Australia, Jaka Sembung berjuang bersama-sama saling bahu membahu dalam melawan pasukan VOC.

Daftar serial

  1. "Bajing Ireng", 63 halaman, Maranatha, Januari 1968,
  2. "Si Gila dari Muara Bondet", 64 halaman, Maranatha, Maret 1968,
  3. "Bergola Ijo", 66 halaman, Maranatha, 1968
  4. "Gembong Wungu", 130 halaman, PT Bintang Kejora, 1968
  5. "Air Mata Kasih Tertumpah di Kandang Haur", 1968
  6. "Si Cakar Rajawali", 63 halaman, UP Aries, Agustus 1968
  7. "Pendekar Gunung Sembung", 574 halaman, PT Bintang Kejora,1969
  8. "Leonard Van Eisen", 133 halaman, PT Bintang Kejora, 1969
  9. "Badai Laut Arafuru", 252 halaman, 1972
  10. "Papua", 372 halaman, UP Rosita, 1972
  11. "Iblis Pulau Aru", 372 halaman, 1972
  12. "Wori Pendekar Bumerang", 620 halaman,UP Rosita, 1973
  13. "Singa Halmahera", 558 halaman, UP Rosita, 1973
  14. "Kinong", 558 halaman, UP Rosita, 1973
  15. "Dia Bajing Ireng", 744 halaman, UP Rosita, 1973
  16. "Dia Bangkit dari Kubur", 496 halaman, UP Rosita, 1974
  17. "Kabut Ciremai", 629 halaman, UP Rosita, 1975
  18. "Empat Pendekar Ciremai", 528 halaman, UP Rosita, 1975
  19. "Asiong", 720 halaman, UP Rosita, 1976
  20. "Kiamat di Kandang Haur", 720 halaman, UP Rosita, 1977
  21. "Wali Kesepuluh", 720 halaman, UP Rosita, 1977
  22. "Jaka Sembung Sang Penakluk Ratu Pantai Selatan", 479 halaman, UP Rosita, 1987
  23. "Banjir Darah di Pantai Selatan", 383 halaman, UP Rosita, 1988
  24. "Tahta Para Bangsawan"
  25. "Jaka Sembung vs Si Buta dari Gua Hantu", 109 halaman, Pluz+, 2010

Adaptasi di media lain

Film

Karakter Jaka Sembung telah diadaptasi secara lepas ke dalam media layar lebar, antara lain:

  1. "Jaka Sembung Sang Penakluk", 1981
  2. "Si Buta Lawan Jaka Sembung", 1983
  3. "Bajing Ireng dan Jaka Sembung", 1985
  4. "Jaka Sembung dan Dewi Samudra", 1990

Serial televisi

Karakter Jaka Sembung juga pernah diadaptasi ke serial televisi,antara lain:

  1. '"Jaka Sembung", 1996

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik komik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Komik silat
Komik wayang
Komik adiwira
Komik roman
Strip komik
Komikus Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan