Jumat, 30 Oktober 2026
07:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sonbai Kecil

Sonbai Kecil

Bagikan:
Kekaisaran Sonbai Kecil
Sonba'i Ki'ik
1658–1910
Lokasi Sonbai Kecil
Ibu kotaOenam, kemudian Biboki
Bahasa umumTetun
Dawan
Agama Marapu → Protestan
PemerintahanMonarki Kekaisaran
Kaisar 
• 1658 - ?
Kolo Nisnoni
• ? - 1910
Nai Bau Sonbai
Sejarah 
• Didirikan
1658
• Dibubarkan
1910
Sekarang bagian dariIndonesia

Sonbai Kecil (bahasa Indonesia:Kekaisaran Sonbai Kecil; bahasa Tetun:Sonba'i Ki'ik) adalah sebuah kekaisaran tradisional di Pulau Timor yang berdiri sebagai pecahan dari Sonbai pada pertengahan abad ke-17. Kekaisaran ini menguasai wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Sejarah

Latar Belakang

Kekaisaran Sonbai Kecil muncul akibat perpecahan dinasti Sonbai Besar pada tahun 1658 setelah persaingan antara Ama Besi Nisnoni (Sonbai Besar) dan adiknya Kolo Nisnoni (Sonbai Kecil).[1]

Masa Kejayaan

Pada abad ke-18, Sonbai Kecil menjadi sekutu penting VOC Belanda dalam menghadapi pengaruh Portugis di Timor. Kaisar Baki Nisnoni (memerintah 1732-1760) berhasil memperluas wilayah hingga Miomaffo dan Biboki.[2]

Kemunduran

Setelah Perang Timor (1911-1912), Belanda memaksa integrasi Sonbai Kecil ke dalam Hindia Belanda. Kaisar terakhir Nai Bau Sonbai diturunkan dari tahta pada 1910.[3]

Struktur Pemerintahan

Sonbai Kecil menganut sistem pemerintahan hierarkis khas Timor:

  • Kaisar (Usif) - pemimpin tertinggi
  • Panglima (Lio) - kepala pertahanan
  • Tetua Adat (Mafefa) - penasihat spiritual
  • Kepala Suku (Amaf) - penguasa wilayah[4]

Daftar Penguasa

Berikut garis keturunan penguasa Sonbai Kecil:[5]

NamaMasa PemerintahanCatatan
Kolo Nisnoni1658-1683Pendiri kekaisaran
Baki Nisnoni1732-1760Masa kejayaan
Nai Bau Sonbai1906-1910Kaisar terakhir

Warisan Budaya

Sonbai Kecil meninggalkan beberapa warisan penting:

Lihat Juga

Referensi

  1. ↑ Hägerdal, Hans (2012). Lords of the Land, Lords of the Sea: Conflict and Adaptation in Early Colonial Timor, 1600-1800. Leiden: KITLV Press. hlm. 203–207. ISBN 978-90-6718-378-9.
  2. ↑ Dietrich, Stefan (2017). "The Roots of Timor's Political Conflicts". Journal of Current Southeast Asian Affairs. 36 (3): 45–47. doi:10.1177/186810341703600303.
  3. ↑ Farram, Steven (2004). From 'Timor Koepang' to 'Timor NTT': The Political History of West Timor, 1901-1967. Darwin: Charles Darwin University Press. hlm. 33–35.
  4. ↑ Schulte Nordholt, H.G. (1971). The Political System of the Atoni of Timor. The Hague: Martinus Nijhoff. hlm. 118–123.
  5. ↑ Middelkoop, P. (1963). Timorese Texts and Rituals. The Hague: Martinus Nijhoff. hlm. 78–82.
  6. ↑ Barnes, R.H. (2015). "The Majapahit Connection". Indigenous Peoples and Religious Change. Brill. ISBN 978-90-04-28560-7.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan