Senin, 02 November 2026
18:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Solusi Jerman Kecil

Solusi Jerman Kecil

konsep penyatuan Jerman di bawah kepemimpinan Prusia tanpa melibatkan Austria

Bagikan:
500px-Staaten_im_Deutschen_Bund_1848_Einwohner.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah penduduk di Konfederasi Jerman pada tahun 1848 berdasarkan negara bagian. Sebuah negara federal Jerman atas dasar ini secara garis besar akan sesuai dengan apa yang disebut Solusi Jerman Besar. Masing-masing sekitar sepertiga dari total populasi tinggal di Austria, Prusia, dan negara-negara bagian lainnya.

Solusi Jerman Kecil (Jerman: Kleindeutschland, pelafalan[ˌklaɪ̯nˈdɔɪ̯t͡ʃlant]ⓘ) dari Pertanyaan Jerman adalah salah satu dari dua usulan solusi yang didiskusikan selama masa Revolusi 1848–1849 dan setelahnya mengenai wilayah mana saja yang seharusnya mencakup Jerman yang bersatu. "Jerman Kecil" ini merujuk pada sebuah negara serikat Jerman tanpa melibatkan Austria.

Gagasan alternatifnya disebut sebagai Solusi Jerman Besar (großdeutsche Lösung). Pada tahun 1848, Austria merupakan negara yang jauh lebih besar daripada ukurannya hari ini. Sebagian dari wilayah Austria masa itu termasuk dalam wilayah Konfederasi Jerman. Wilayah-wilayah ini mencakup area yang kini menjadi bagian dari Republik Austria, Tirol Selatan, dan Republik Ceko. Selain bagian Austria yang masuk dalam konfederasi tersebut, terdapat pula wilayah Austria di luar konfederasi yang kini menjadi bagian dari Hungaria, Italia, dan beberapa negara lainnya.

Para pendukung Solusi Jerman Kecil menolak untuk memasukkan keseluruhan wilayah Austria ke dalam negara serikat Jerman yang baru. Mereka paling jauh hanya bersedia menerima wilayah Austria yang sudah menjadi anggota konfederasi. Namun, pemisahan Kekaisaran Austria semacam itu ditolak keras oleh Kaisar Austria. Setelah Solusi Jerman Kecil berhasil direalisasikan pada kurun tahun 1867–1871, istilah ini mulai kehilangan relevansinya: sejak saat itu, istilah "Jerman" secara umum diidentikkan dengan Jerman Kecil ini. Sementara istilah lawannya, "Jerman Besar", tetap digunakan untuk merujuk pada gagasan penggabungan Austria ke dalam negara Jerman yang bersatu.[1][2]

Referensi

  1. ↑ Ernst Rudolf Huber: Der Kampf um Einheit und Freiheit 1830 bis 1850 (= Deutsche Verfassungsgeschichte seit 1789. Band II). Kohlhammer, Stuttgart 1988, hlm. 800 f.
  2. ↑ Frank Möller: Heinrich von Gagern. Eine Biographie. Habilitationsschrift, Universität Jena, 2004, hlm. 324 f.
40px-Germany_flag-map-icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan