Jumat, 23 Oktober 2026
19:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Sodales Augustales

Bagikan:

Sodales Augustales (tunggal: sodalis Augustalis), juga disebut sacerdotes Augustales atau secara singkat Augustales, adalah sebuah persaudaraan imam negara (bahasa Latin:sodalitas) di Romawi Kuno. Lembaga ini dibentuk pada 14 M, setelah kematian dan pendewaan Augustus, untuk memelihara pemujaan terhadap Divus Augustus serta menyelenggarakan upacara keagamaan yang berkaitan dengan keluarga Julia.[1][2]

Menurut Tacitus, 21 anggota pertama dipilih melalui undian dari kalangan tokoh terkemuka negara. Empat anggota keluarga kekaisaran—Tiberius, Drusus Muda, Claudius, dan Germanicus—ditambahkan ke dalam persaudaraan tersebut. Dengan demikian, susunan awalnya berjumlah 25 orang.[1] Keanggotaan biasa berasal dari aristokrasi senator dan menjadi salah satu kehormatan keagamaan bergengsi pada masa Principatus.[2]

Sodales Augustales tidak sama dengan Seviri Augustales atau kelompok Augustales tingkat kota yang ditemukan di berbagai munisipium dan koloni Romawi. Sodales Augustales merupakan persaudaraan imam negara di Roma yang anggotanya berasal dari elite senator, sedangkan Augustales kota sebagian besar terdiri atas orang merdeka bekas budak dan berperan dalam kehidupan keagamaan serta sosial setempat.[3][4]

Istilah

Kata sodalis berarti anggota suatu persaudaraan atau persekutuan keagamaan. Bentuk jamaknya adalah sodales, sedangkan sodalitas menunjuk organisasi atau persaudaraan itu sendiri. Kata Augustales menghubungkan lembaga tersebut dengan Augustus dan pemujaan kekaisaran yang berkembang setelah pendewaannya.

Dalam prasasti, para anggota umumnya disebut sodales Augustales. Istilah sacerdotes Augustales menekankan kedudukan mereka sebagai imam. Nama pendek Augustales juga digunakan dalam sumber kuno, tetapi dapat menimbulkan kerancuan karena dipakai pula untuk kelompok-kelompok tingkat kota.[3]

Sodales Augustales merupakan salah satu sodalitas resmi di Roma. Bentuk organisasi ini berbeda dari kolegium imam besar seperti pontifices dan augures, tetapi tetap menjadi bagian dari lembaga keagamaan publik negara Romawi.[5]

Latar belakang

Augustus meninggal di Nola pada 19 Agustus 14 M. Jenazahnya dibawa ke Roma dan dikremasi di Campus Martius. Senat kemudian menetapkannya sebagai dewa negara dengan gelar Divus Augustus.[6]

Pendewaan tersebut memerlukan lembaga yang menyelenggarakan pemujaan publik, menjaga ritus, dan menghubungkan penghormatan kepada Augustus dengan keluarga dinasti baru. Tiberius karena itu memprakarsai pembentukan Sodales Augustales, kemungkinan melalui keputusan Senat.[2][7]

Pembentukan persaudaraan tersebut mengubah ritus yang sebelumnya berkaitan dengan keluarga Julia menjadi bagian dari upacara publik dan dinasti negara Romawi. Pemujaan kepada Augustus tidak hanya mengenang seorang penguasa yang telah meninggal, tetapi juga membantu meneguhkan kesinambungan politik antara Augustus, Tiberius, dan keluarga kekaisaran.[8]

Pendirian pada 14 M

Tacitus menyebut pembentukan Sodales Augustales sebagai suatu pembaruan dalam upacara keagamaan. Organisasi tersebut dibentuk dengan mencontoh Sodales Titii, persaudaraan kuno yang menurut tradisi didirikan oleh Titus Tatius untuk mempertahankan ritus Sabini.[1]

Pemilihan model kuno membantu menampilkan lembaga baru sebagai kelanjutan tradisi keagamaan Roma, bukan sebagai pemujaan yang sama sekali asing. Praktik menghubungkan inovasi baru dengan preseden kuno merupakan salah satu ciri kebijakan keagamaan pada masa Augustus dan Tiberius.[9]

Dua puluh satu anggota dipilih melalui undian dari primores civitatis, yakni tokoh-tokoh utama negara. Tacitus tidak menjelaskan secara rinci siapa yang menyusun daftar calon, tetapi bukti prasasti menunjukkan bahwa anggota yang diketahui seluruhnya berasal dari golongan senator. Banyak di antara mereka merupakan patricius, pernah menjadi konsul atau praetor, dan merangkap jabatan dalam kolegium imam lainnya.[2]

Tiberius, Drusus Muda, Claudius, dan Germanicus memperoleh tempat tambahan sebagai anggota keluarga kekaisaran. Kedudukan mereka berada di luar 21 tempat yang diundi.[1]

Kekosongan keanggotaan pada masa berikutnya diisi melalui kooptasi, yaitu pemilihan anggota baru oleh anggota persaudaraan yang masih menjabat. Kaisar memiliki pengaruh besar melalui hak merekomendasikan calon untuk jabatan keagamaan.[2]

Keanggotaan dan kedudukan

Keanggotaan Sodales Augustales pada umumnya berlangsung seumur hidup. Jabatan tersebut tidak membentuk jalur karier tersendiri, tetapi menjadi kehormatan tambahan bagi senator yang juga dapat menjabat sebagai magistrat, gubernur, panglima, atau anggota kolegium imam lainnya.[2]

Ciri umum anggota yang diketahui meliputi:

  • berasal dari ordo senatorius;
  • banyak yang berasal dari keluarga patricius;
  • sebagian besar mencapai jabatan praetor atau konsul;
  • dapat merangkap sebagai pontifex, augur, fetialis, atau anggota sodalitas lain;
  • dipilih atau dikooptasi dengan pengaruh kuat dari kaisar.[2][10]

Keanggotaan memberi kehormatan keagamaan dan memperkuat hubungan seorang senator dengan istana. Namun, para sodales bukan pegawai penuh waktu. Sebagaimana imam publik Romawi lainnya, mereka menjalankan tugas keagamaan bersama karier politik dan sosial mereka.

Jumlah tempat pada awalnya terdiri atas 21 anggota aristokrasi dan empat anggota keluarga kekaisaran. Tiga tempat tambahan bagi pangeran kekaisaran tampaknya dibuat kemudian, sehingga jumlah keseluruhan dapat mencapai 28 anggota.[2]

Tugas dan kegiatan

Tugas utama Sodales Augustales adalah menyelenggarakan dan memelihara pemujaan terhadap Divus Augustus serta ritus yang berhubungan dengan gens Julia. Kegiatan mereka kemungkinan mencakup pengorbanan, peringatan tahunan, upacara pada hari-hari penting dinasti, dan pemeliharaan benda atau tempat suci yang berkaitan dengan Augustus.[5][2]

Persaudaraan ini juga terlibat dalam penghormatan terhadap anggota keluarga kekaisaran yang meninggal. Sebuah keputusan Senat dari 20 M mengenai Gnaeus Calpurnius Piso menyebut patung Germanicus yang didirikan oleh Sodales Augustales di dekat altar Providentia di Campus Martius. Senat memerintahkan agar nama Piso dihapus dari prasasti pada patung tersebut.[11]

Tacitus menyebut penyelenggaraan permainan Augustalia dalam bagian yang sama dengan pembentukan persaudaraan. Namun, sumber tersebut tidak menunjukkan bahwa Sodales Augustales merupakan satu-satunya penyelenggara permainan itu. Penanganan permainan kemudian berada di bawah seorang praetor.[1][12]

Livia sebagai imam perempuan

Ketika Augustus didewakan, Senat mengangkat istrinya, Livia, yang telah memakai nama Julia Augusta, sebagai imam perempuan bagi mendiang suaminya. Ia juga memperoleh hak menggunakan seorang liktor ketika menjalankan tugas keagamaannya.[6]

Kedudukan Livia berhubungan dengan pemujaan Divus Augustus, tetapi tidak berarti bahwa ia menjadi salah satu dari 21 sodales aristokrat. Ia memegang jabatan keimaman perempuan tersendiri. Dalam sumber dan kajian modern, gelarnya diperdebatkan sebagai sacerdos Divi Augusti atau bentuk yang serupa, bukan anggota biasa persaudaraan pria tersebut.[13]

Pengangkatan Livia membantu menghubungkan penghormatan keluarga kepada Augustus dengan pemujaan negara. Praktik menunjuk perempuan keluarga kekaisaran atau elite lokal sebagai imam kultus kekaisaran kemudian juga berkembang di Italia dan provinsi-provinsi barat.[14]

Tempat pemujaan

Kegiatan Sodales Augustales berpusat di Roma dan berkaitan erat dengan tempat-tempat peringatan dinasti di Campus Martius. Bukti prasasti juga menghubungkan mereka dengan Bovillae, kota di Latium yang dianggap sebagai pusat lama pemujaan gens Julia.[2]

Pada 16 M, sebuah sacrarium dengan patung Divus Augustus didedikasikan kepada keluarga Julia di Bovillae. Daerah tersebut memiliki altar kuno yang dikaitkan dengan anggota gens Julia. Karena hubungan tradisional itu, Bovillae menjadi salah satu pusat utama kegiatan persaudaraan.[2]

Bukti mengenai bangunan pertemuan mereka di Roma tidak lengkap. Prasasti dan fragmen daftar keanggotaan menunjukkan bahwa persaudaraan mempunyai tata organisasi, pembagian kelompok, dan pencatatan resmi atas penerimaan anggota baru.[15]

Perubahan nama dan persaudaraan penerus

Setelah pendewaan Kaisar Claudius pada 54 M, persaudaraan tersebut memperoleh tanggung jawab atas pemujaannya dan dikenal sebagai Sodales Augustales Claudiales.[2]

Kaisar-kaisar yang didewakan pada dinasti berikutnya dapat memperoleh sodalitas tersendiri. Beberapa persaudaraan yang diketahui adalah:

Persaudaraan Pemujaan utama
Sodales Augustales atau Augustales Claudiales Divus Augustus, keluarga Julia, dan kemudian Divus Claudius
Sodales Flaviales Kaisar-kaisar yang didewakan dari Dinasti Flavia
Sodales Hadrianales Hadrianus dan kaisar-kaisar yang berkaitan dengan dinasti angkat
Sodales Antoniniani Antoninus Pius dan keluarga kekaisaran Antoninus

Pendirian sodalitas baru memungkinkan setiap dinasti mengembangkan pemujaan terhadap para pendahulunya tanpa menghapus seluruh lembaga yang telah ada. Para senator dapat menjadi anggota lebih dari satu persaudaraan atau kolegium keagamaan.[16][9]

Perbedaan dengan Seviri Augustales

Kesamaan nama menyebabkan Sodales Augustales sering tertukar dengan Augustales tingkat kota. Keduanya berhubungan dengan penghormatan kepada kaisar, tetapi berbeda dalam keanggotaan, kedudukan, dan cakupan kegiatan.[3]

Aspek Sodales Augustales Seviri atau Augustales kota
Cakupan Lembaga negara di Roma Lembaga lokal di munisipium dan koloni
Masa pembentukan 14 M, setelah pendewaan Augustus Berkembang sejak masa Augustus dan awal kekaisaran
Keanggotaan Senator dan anggota keluarga kekaisaran Sebagian besar orang merdeka bekas budak
Cara pengangkatan Undian, kooptasi, dan pengaruh nominasi kaisar Umumnya dipilih atau diakui oleh dewan kota
Fungsi utama Pemujaan Divus Augustus dan ritus dinasti negara Upacara kekaisaran, kehormatan lokal, dan kegiatan benefaksi
Kedudukan sosial Salah satu kehormatan agama elite senator Memberi kedudukan terhormat kepada orang yang sering tidak dapat memegang magistratur kota

Kajian epigrafi menunjukkan bahwa hingga sekitar 95 persen Augustales kota yang status hukumnya diketahui merupakan orang merdeka bekas budak. Mereka dapat membiayai permainan, perjamuan, bangunan, patung, atau pembagian bahan pangan kepada masyarakat. Namun, kekayaan mereka bervariasi dan tidak semua Augustales merupakan pengusaha yang sangat kaya.[4]

Karena itu, istilah “Augustales” dalam sebuah prasasti harus dipahami berdasarkan tempat, gelar lengkap, serta konteks sosialnya. Penyebutan sodalis Augustalis pada karier seorang senator biasanya merujuk pada persaudaraan negara di Roma, sedangkan sevir Augustalis biasanya merujuk pada jabatan lokal.[3]

Sumber sejarah

Informasi mengenai pendirian persaudaraan terutama berasal dari Annales karya Tacitus. Cassius Dio memberikan keterangan tambahan mengenai pendewaan Augustus dan pengangkatan Livia sebagai imam perempuan.[1][6]

Prasasti merupakan sumber utama untuk mengetahui anggota, gelar, struktur, dan perkembangan persaudaraan. Bukti tersebut mencakup:

  • daftar kooptasi atau penerimaan anggota;
  • prasasti karier senator yang mencantumkan jabatan sebagai sodalis;
  • dedikasi patung dan altar;
  • prasasti pemakaman;
  • dokumen keputusan Senat.[15][11]

Lebih dari seratus anggota diketahui melalui sumber epigrafi dan sastra. Akan tetapi, catatan tersebut tidak lengkap, sehingga susunan persaudaraan pada setiap masa tidak dapat direkonstruksi sepenuhnya.[2]

Signifikansi

Sodales Augustales menunjukkan bagaimana pemerintahan awal kekaisaran memasukkan dinasti penguasa ke dalam agama publik Roma. Sebuah pemujaan yang berpusat pada keluarga Julia memperoleh lembaga, imam, kalender, dan tempat suci yang diakui negara.[7]

Keanggotaan aristokratisnya juga membantu mengikutsertakan Senat dalam pemeliharaan ingatan dinasti. Para senator tidak sekadar menyaksikan pendewaan kaisar, tetapi menjalankan ritus yang mempertahankan kedudukan para kaisar terdahulu sebagai bagian dari tatanan keagamaan negara.[8]

Pembentukan sodalitas serupa bagi dinasti-dinasti berikutnya memperlihatkan bahwa model tersebut menjadi unsur bertahan dalam kultus kekaisaran. Meskipun demikian, bentuk dan intensitas pemujaan berbeda menurut masa, tempat, dan kaisar yang dihormati.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Tacitus (1931). "1.54". Annals. Vol. 3. Diterjemahkan oleh Jackson, John. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. Diakses tanggal 2026-08-02.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Linderski, Jerzy (2023). "Sodales Augustales". The Encyclopedia of Ancient History. Wiley-Blackwell. doi:10.1002/9781444338386.wbeah30646.
  3. 1 2 3 4 Linderski, Jerzy (2007). "Augustales and Sodales Augustales". Roman Questions II: Selected Papers. Stuttgart: Franz Steiner Verlag. hlm. 179–183. ISBN 978-3-515-08948-7.
  4. 1 2 Vandevoorde, Lindsey (2015). "Of Mice and Men: Financial and Occupational Differentiation among Augustales". Cahiers Mondes anciens (7). doi:10.4000/mondesanciens.1534. Diakses tanggal 2026-08-02.
  5. 1 2 Scheid, John (2003). An Introduction to Roman Religion. Bloomington: Indiana University Press. hlm. 138–140. ISBN 978-0-253-21660-1.
  6. 1 2 3 Cassius Dio (1924). "56.46". Roman History. Vol. 7. Diterjemahkan oleh Cary, Earnest. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. Diakses tanggal 2026-08-02.
  7. 1 2 Rüpke, Jörg (2020). Pantheon: A New History of Roman Religion. Princeton: Princeton University Press. hlm. 284. ISBN 978-0-691-21155-8.
  8. 1 2 Gordon, Richard L.; Petridou, Georgia; Rüpke, Jörg, ed. (2017). Beyond Priesthood: Religious Entrepreneurs and Innovators in the Roman Empire. Berlin: De Gruyter. ISBN 978-3-11-044764-4.
  9. 1 2 Rüpke, Jörg; Santangelo, Federico (2017). "Public Priests and Religious Innovation in Imperial Rome". Religion in the Roman Empire. 3 (1): 15–47. doi:10.1628/219944617X14918977722854.
  10. ↑ Scheid, John; Granino Cecere, Maria Grazia (1999). "Les sacerdoces publics équestres". Publications de l'École française de Rome (dalam bahasa Prancis). 257: 79–189. Diakses tanggal 2026-08-02.
  11. 1 2 Eck, Werner (1993). "Das s.c. de Cn. Pisone patre und seine Publikation in der Baetica". Cahiers du Centre Gustave Glotz (dalam bahasa Jerman). 4: 189–208. doi:10.3406/ccgg.1993.1377. Diakses tanggal 2026-08-02.
  12. ↑ Tacitus (1931). "1.15 dan 1.83". Annals. Vol. 3. Diterjemahkan oleh Jackson, John. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. Diakses tanggal 2026-08-02.
  13. ↑ Hillard, Tom (2016). "Livia: Sacerdos or Flaminica?". The Classical Quarterly. 66 (1): 165–179. doi:10.1017/S0009838816000102.
  14. ↑ Hemelrijk, Emily A. (2005). "Priestesses of the Imperial Cult in the Latin West: Titles and Function". L'Antiquité Classique. 74: 137–170. doi:10.3406/antiq.2005.2568. Diakses tanggal 2026-08-02.
  15. 1 2 Beard, Mary (1998). "Documenting Roman Religion". La mémoire perdue: recherches sur l'administration romaine. Rome: École française de Rome. hlm. 75–101. Diakses tanggal 2026-08-02.
  16. ↑ Blakely, Sandra, ed. (2017). Gods, Objects, and Ritual Practice. Atlanta: Lockwood Press. hlm. 252. ISBN 978-1-937040-80-2.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan