Selasa, 22 September 2026
00:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Augur

Augur

Seorang peramal di zaman Romawi Kuno yang dipercaya memiliki kemampuan membaca pertanda dari burung

250px-Augur%2C_Nordisk_familjebok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Augur

Dalam agama Romawi kuno, seorang Augur (jamak: Augures) adalah seorang pejabat atau imam yang bertugas menafsirkan kehendak dewa melalui fenomena alam, terutama dengan mengamati perilaku burung (yang dikenal sebagai auspicia). Para Augur memiliki peran penting dalam masyarakat Romawi, dan keputusan mereka sering kali menentukan langkah politik atau militer yang diambil oleh negara.

Sejarah dan Peran Augur

Praktik augury berasal dari tradisi Etruskan, yang diadopsi oleh Romawi. Augur bertindak sebagai penafsir tanda-tanda ilahi yang dipercaya datang dari para dewa. Tanda-tanda ini bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk perilaku burung, gerakan hewan lain, fenomena meteorologi, atau kejadian yang tidak biasa.

Para Augur tidak meramalkan masa depan tetapi mencari petunjuk dari para dewa mengenai apakah suatu tindakan yang direncanakan sesuai dengan kehendak ilahi. Mereka melaksanakan ritual ini dalam berbagai situasi, seperti sebelum pertempuran, saat mendirikan kota, atau sebelum pertemuan senat yang penting.

Metode Augury

Metode yang paling umum digunakan oleh Augur adalah mengamati burung (ornithomancy). Mereka akan menentukan tempat yang dianggap suci, yang disebut templum, dan menandai area di langit di mana burung-burung harus diamati. Burung yang diamati bisa berupa burung yang terbang melewati templum atau burung yang diberi makan oleh Augur. Burung dengan jenis tertentu, seperti elang, burung nasar, atau gagak, dianggap lebih sakral dan penting dalam ritual ini.

Selain burung, tanda-tanda lain seperti kilat dan guntur, perilaku hewan lain, atau fenomena langit tertentu juga diperhitungkan. Augur kemudian akan menafsirkan apakah tanda-tanda ini baik atau buruk, berdasarkan tradisi dan aturan yang sudah mapan.

Institusi Augur

Institusi Augur merupakan salah satu lembaga tertua dalam agama dan politik Romawi. Awalnya, hanya ada tiga Augur yang bertugas, tetapi jumlah ini kemudian meningkat hingga lima belas di bawah pemerintahan Julius Caesar. Augur dipilih seumur hidup, dan posisi ini dianggap sangat bergengsi.

Selain peran religius, Augur juga memiliki pengaruh politik yang signifikan. Hasil interpretasi mereka bisa menentukan jalannya kebijakan negara. Seorang Augur sering kali berasal dari kalangan patrician, dan pemilihan mereka dikendalikan oleh Senat.

Pengaruh Augur dalam Masyarakat Romawi

Peran Augur sangat dihormati di masyarakat Romawi, dan keputusan mereka jarang dipertanyakan. Beberapa Augur terkenal dalam sejarah Romawi termasuk Cicero, yang menulis tentang praktik augury dalam karyanya "De Divinatione." Meskipun seiring waktu praktik augury mulai berkurang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pengaruh agama Kristen, dampak budaya dari para Augur tetap ada, dan istilah "auspicious" (yang berarti menguntungkan atau baik) masih digunakan dalam bahasa Inggris modern.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan