Cip Apple A4 (2010), contoh integrasi CPU, GPU, dan pengendali memori dalam satu substrat silikon. | |
| Jenis komponen | Sirkuit terpadu |
|---|---|
| Pabrikan | TSMC, Samsung Foundry, Intel Foundry |
Sistem pada sebuah chip (bahasa Inggris:system on a chip, disingkat SoC) atau sistem dalam keping, sistem dalam cip adalah sirkuit terpadu (IC) yang mengintegrasikan seluruh atau sebagian besar komponen komputasi utama dari suatu sistem elektronik ke dalam satu keping (cip) silikon tunggal.[1]
Pada sistem komputer konvensional, komponen seperti unit pemroses sentral (CPU), unit pemroses grafis (GPU), pemroses kecerdasan buatan (NPU), memori, serta pengendali masukan/keluaran dipasang secara terpisah pada papan induk (motherboard). Sebaliknya, arsitektur SoC menyatukan modul-modul fungsional tersebut ke dalam satu cetakan terpadu sehingga menghemat ruang fisik, memangkas konsumsi daya secara drastis, serta meminimalkan latensi komunikasi antarunsur pemrosesan.[2]
Seiring dengan kematangan litografi semikonduktor skala kecil dan akselerasi kecerdasan buatan luring (on-device AI), SoC menjadi standar industri tidak hanya pada peranti seluler (telepon pintar dan komputer tablet), melainkan juga pada jajaran komputer pribadi modern, industri otomotif otonom, hingga simpul komputasi tepi.[3]
Komponen Penyusun
SoC modern menerapkan konsep arsitektur komputasi heterogen dengan memadukan unit pemroses spesifik untuk efisiensi beban kerja:

1. Unit Pemroses Sentral (CPU)
CPU di dalam SoC umumnya terdiri atas konfigurasi multinti dengan kluster berjenjang (seperti arsitektur ARM big.LITTLE), yang membagi beban kerja antara inti performa tinggi (performance cores) untuk tugas berat dan inti hemat energi (efficiency cores) untuk operasi latar belakang.[4]
2. Unit Pemroses Grafis (GPU)
GPU terintegrasi (integrated GPU) bertanggung jawab atas render grafis antarmuka sistem operasi, kalkulasi visual 3D untuk animasi dan permainan video, penyandi/pengawakode video resolusi tinggi (seperti format AV1 dan HEVC), serta akselerasi grafis tingkat lanjut berbasis pelacakan sinar (ray tracing).
3. Unit Pemroses Neural (NPU)
NPU (atau akselerator AI) dirancang secara spesifik untuk memproses perhitungan matriks dan tensor pada jaringan saraf tiruan. Blok ini memungkinkan inferensi model pembelajaran mesin (seperti pengenalan biometrik wajah, pemrosesan bahasa alami, serta model bahasa besar lokal) dieksekusi langsung pada peranti tanpa harus mengunggah data ke peladen awan.
4. Prosesor Sinyal Gambar (ISP)
ISP memproses sinyal mentah (raw) yang diterima dari sensor optik kamera digital. Tugasnya mencakup pengaturan rentang dinamis tinggi (HDR), fokus otomatis, pengenalan rona warna alami, stabilisasi video digital, dan reduksi derau secara waktu-nyata (real-time).
5. Subsistem Memori
Sebagian besar SoC berkinerja tinggi menerapkan Arsitektur Memori Terpadu (Unified Memory Architecture / UMA). Pada konfigurasi UMA, CPU, GPU, dan NPU berbagi ruang memori akses acak (RAM) fisik yang sama tanpa perlu melakukan replikasi data antarkomponen. Kemasan fisik memori (misalnya LPDDR5X) kerap dipasang bertumpuk langsung di atas cetakan SoC melalui teknik Package on package (PoP) guna memangkas jalur perambatan sinyal.
6. Konektivitas dan Modem
SoC untuk perangkat nirkabel mengintegrasikan subsistem komunikasi frekuensi radio dan pita basis (baseband), yang mencakup modem jaringan seluler (5G/LTE), pengendali Wi-Fi, Bluetooth, pita ultralebar (UWB), serta unit penerima satelit navigasi global (GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou).
Komunikasi Antarmodul
Tingginya jumlah komponen dalam satu cetakan menuntut struktur transmisi internal yang andal:
- Arsitektur Berbasis Bus (Konvensional): Pada masa awal pengembangannya, komunikasi antarblok fungsional mengandalkan jalur bus bersama, seperti spesifikasi ARM AMBA. Jalur ini memiliki keterbatasan latensi dan rentan mengalami hambatan antrean (bottleneck) ketika puluhan inti prosesor berebut akses data secara simultan.[5]
- Jaringan pada Cip (Network-on-Chip / NoC): Rancangan SoC modern beralih ke topologi NoC, yakni sistem interkoneksi internal yang menerapkan prinsip perutean paket data mirip jaringan telekomunikasi. NoC mengurai kongesti lalu lintas bus, memangkas konsumsi daya transmisi, serta memungkinkan integrasi skala besar hingga puluhan bahkan ratusan unit pemrosesan mandiri.[5]
Bidang Penerapan
Komputasi Seluler dan Peranti Sandang
SoC merupakan komponen pemrosesan inti pada hampir seluruh ponsel cerdas dan jam tangan pintar di dunia. Contoh keluarga SoC seluler utama meliputi:
- Apple A series, digunakan pada lini iPhone.
- Qualcomm Snapdragon, prosesor aplikasi pada ekosistem telepon pintar Android.
- MediaTek Dimensity, lini cip berarsitektur Arm untuk segmen arus utama hingga unggulan.
- Samsung Exynos, lini SoC internal milik Samsung Electronics.
- Google Tensor, SoC seluler yang berfokus pada akselerasi perangkat keras unit pemroses tensor (TPU).
Komputer Pribadi dan Komputasi Bergerak
Sejak dekade 2020-an, penggunaan arsitektur SoC meluas ke ranah komputer jinjing (laptop) dan komputer meja (desktop) mini guna menggantikan arsitektur papan induk terpisah:
- Seri Apple Silicon M (M1 hingga M4 beserta varian Pro, Max, dan Ultra), menyatukan CPU, GPU berkinerja tinggi, mesin saraf, dan memori terpadu untuk komputer Macintosh.
- Qualcomm Snapdragon X Series (seperti X Elite dan X Plus), prosesor komputasi berbasis Arm untuk ekosistem laptop Windows 11 (perangkat kategori Copilot+ PC).
- Nvidia RTX Spark (diperkenalkan tahun 2026), platform SoC PC kolaborasi Nvidia dan MediaTek yang memadukan CPU kustom 20-inti arsitektur Arm dengan arsitektur GPU Blackwell RTX (6.144 inti CUDA) dan memori terpadu berkecepatan tinggi, difokuskan untuk beban kerja pemrosesan AI lokal, komputasi visual profesional, dan permainan video performa tinggi.[6]
- Intel Core Ultra dan AMD Ryzen AI, platform prosesor x86 yang mengadopsi integrasi mirip SoC dengan menanamkan GPU terintegrasi tinggi dan unit NPU langsung pada kemasan prosesor.
Industri Otomotif, Robotika, dan Sistem Benam
SoC berdaya komputasi tinggi dimanfaatkan dalam kokpit cerdas kendaraan, telemetri, serta sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan kemudi otonom melalui platform seperti Nvidia DRIVE dan Qualcomm Snapdragon Digital Chassis. Sementara itu, varian berdaya rendah menjadi penggerak peranti Internet untuk Segala (IoT) dan papan pengembang mikro seperti Raspberry Pi dan keluarga ESP32.
Perkembangan Lanjutan: Menuju SiP dan Arsitektur Chiplet
Meskipun arsitektur monolitik menawarkan efisiensi sinyal optimal, pembuatan cetakan silikon monolitik berukuran besar menghadapi tantangan biaya litografi dan penurunan tingkat keberhasilan hasil cetak (yield rate). Peningkatan kerapatan transistor pada area sempit juga memicu tantangan disipasi panas (thermal throttling).[7]
Sebagai solusi alternatif, industri semikonduktor mengembangkan dua pendekatan lanjutan:
- System in a package (SiP): Menggabungkan beberapa keping silikon berbeda fungsi ke dalam satu paket kemasan fisik tertutup.
- Arsitektur Chiplet: Memecah satu SoC monolitik menjadi beberapa dadu silikon modular mandiri (misalnya memisahkan blok pemroses komputasi dari blok pengontrol masukan/keluaran dan memori), yang kemudian disambungkan kembali di atas substrat interposer berdensitas tinggi dengan standar interkoneksi antarmuka universal seperti UCIe.
Lihat pula
Konsep perangkat keras dan komponen sistem
- Arsitektur ARM
- Komputer
- Elektronika
- Sirkuit terpadu
- Mikroprosesor
- Pengendali mikro
- Koprosesor
- Unit pemrosesan pusat
- Unit pemroses grafis
- Unit pemroses neural
- Akselerasi perangkat keras
- Komputasi paralel
- Memori (komputer)
- Penyimpanan data komputer
- Masukan/keluaran
- Periferal
- Wafer (elektronik)
- Chiplet
- System in a package
- Modul multikeping
Pengolahan sinyal dan telekomunikasi
Lini produk dan produsen SoC
- Daftar pemasok System on a chip
- Daftar System on a chip MediaTek
- Daftar System on a chip Qualcomm Snapdragon
- Daftar perangkat yang menggunakan System on a chip Qualcomm Snapdragon
- Daftar System on a chip Samsung
- Daftar System on a chip UNISOC
- Nvidia RTX Spark
Referensi
- ↑ Shah, Agam (2017-01-03). "7 dazzling smartphone improvements with Qualcomm's Snapdragon 835 chip". Network World. Diakses tanggal 2026-10-19.
- ↑ Nassif, R. (2024). "Review of Modern System-on-Chip Architectures and Power Dissipation Paradigms". Micromachines. 15 (2): 247. doi:10.3390/mi15020247.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) - ↑ Pete Bennett (2004-12-02). "The why, where and what of low-power SoC design". EE Times. Diakses tanggal 2026-10-19.
- ↑ Furber, Stephen B. (2000). ARM System-on-Chip Architecture. Addison-Wesley. ISBN 0-201-67519-6.
- 1 2 Kundu, Santanu; Chattopadhyay, Santanu (2014). Network-on-chip: the Next Generation of System-on-Chip Integration. CRC Press. ISBN 978-1-4665-6527-2.
- ↑ "NVIDIA RTX Spark Platform for AI PCs". Nvidia. 2026-05-31. Diakses tanggal 2026-10-19.
- ↑ Ogrenci-Memik, Seda (2015). Heat Management in Integrated Circuits. The Institution of Engineering and Technology. ISBN 978-1-84919-935-3.
Bacaan lanjutan
- Furber, Stephen B. (2000). ARM System-on-Chip Architecture. Boston: Addison-Wesley. ISBN 0-201-67519-6.
- Kundu, Santanu; Chattopadhyay, Santanu (2014). Network-on-chip: the Next Generation of System-on-Chip Integration. Boca Raton, FL: CRC Press. ISBN 978-1-4665-6527-2.