Sabtu, 26 September 2026
03:24 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Sistiserkus

Sistiserkus

larva cacing pita dari genus Taenia

250px-Finne_bewaffneter_Bandwurm-drawing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Cysticercus cellulosae (larva Taenia solium). Kiri: Sistiserkus dari babi menunjukkan skoleks yang terinvagiasi (terlipat ke dalam). Kanan: Sistiserkus dari manusia menunjukkan skoleks yang terevaginasi (terlipat ke luar).
250px-Cysticercus_cellulosae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kiri (a): Spesimen kasar sistiserkus yang direseksi dari otak manusia. Kanan (b): fotomikrograf pewarnaan hematoksilin dan eosin yang memperlihatkan sistiserkus selulosa

Sistiserkus (bahasa Inggris: cysticercus, bentuk plural: cysticerci) adalah nama ilmiah yang diberikan pada larva cacing dalam genus Taenia. Bentuknya berupa vesikel kecil seperti kantung yang menyerupai kandung kemih; karenanya, ia juga dikenal sebagai cacing kandung kemih. Sistiserkus berisi cairan, yang di dalamnya terdapat tubuh utama larva yang disebut skoleks.[1] Pada akhirnya, skoleks akan berkembang dan menjadi "bagian kepala" cacing pita. Sistiserkus merupakan fase setelah telur cacing, yang sebelumnya ditelan oleh inang perantara seperti babi dan sapi.

Infeksi sistiserkus pada jaringan inang disebut sistiserkosis, yang biasanya terjadi di jaringan otot. Ketika manusia mengonsumsi daging babi atau daging sapi mentah atau setengah matang yang terkontaminasi sistiserkus, larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus dan mengakibatkan taeniasis. Dalam keadaan tertentu, telur cacing pita babi (Taenia solium) dapat tertelan oleh manusia secara tidak sengaja akibat konsumsi bahan makanan yang terkontaminasi. Dalam kasus ini, telur cacing di dalam tubuh akan menetas dan berkembang menjadi sistiserkus, yang umumnya bergerak ke jaringan otot (mengakibatkan sistiserkosis) serta ke dalam otak (mengakibatkan neurosistiserkosis).[2] Manifestasi infeksi sistiserkus pada otak di antaranya adalah epilepsi.[3]

Referensi

  1. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Del Brutto, O. H. (2002). "Meningeal Cysticercosis". Dalam Singh, G.; Prabhakar, S. (ed.). Taenia solium cysticercosis from basic to clinical science. Wallingford, Oxon, UK: CABI Publishing. hlm. 177–188. ISBN 978-0-85199-839-8.
  3. ↑ Gonzales, I.; Rivera, J. T.; Garcia, H. H. (2016). "Pathogenesis of Taenia solium taeniasis and cysticercosis". Parasite Immunology. 38 (3): 136–146. doi:10.1111/pim.12307. PMID 26824681.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan