Senin, 12 Oktober 2026
06:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Sistem klasifikasi APG IV

Sistem klasifikasi APG IV

Bagikan:
500px-Angiosperm_floral_evolution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Evolusi angiospermae ditampilkan dalam format diagram, per APG IV

Sistem klasifikasi APG IV adalah versi keempat dari sistem taksonomi tumbuhan modern yang sebagian besar berbasis molekul untuk tumbuhan berbunga (angiospermae) yang dikembangkan oleh Angiosperm Phylogeny Group (APG). Sistem ini diterbitkan pada tahun 2016, tujuh tahun setelah Sistem klasifikasi APG III diterbitkan (tahun 2009), dan 18 tahun setelah Sistem klasifikasi APG pertama diterbitkan (tahun 1998).[1] Pada tahun 2009, susunan linier sistem diterbitkan secara terpisah.[2] Makalah APG IV memuat susunan seperti itu, dengan referensi silang ke makalah tahun 2009.[1]

Dibandingkan dengan sistem klasifikasi APG III, sistem klasifikasi APG IV mengenali lima ordo baru (Boraginales, Dilleniales, Icacinales, Metteniusales dan Vahliales) bersamaan dengan beberapa famili baru, sehingga total menjadi 64 ordo dan 416 famili angiospermae.[1] Secara umum, penulis menggambarkan filosofi mereka sebagai "konservatif", berdasarkan pada perubahan dari APG III hanya jika "kebutuhan yang didukung dengan baik" telah ditunjukkan. Hal ini terkadang mengakibatkan penempatan yang tidak sesuai dengan penelitian yang dipublikasikan, tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum klasifikasi dapat diubah.[3]

Detail Klasifikasi

Kunci simbol yang digunakan:

* = famili telah ditambah atau batasannya diubah sejak sistem klasifikasi APG III tahun 2009

+ = ordo telah ditambahkan sejak sistem klasifikasi APG III

Basal angiospermae

Magnoliidae

Silsilah independen: tidak ditempatkan pada klad yang lebih inklusif

Monocotyl

Kemungkinan saudara dari eudicotyl

Eudicotyl

Core eudicotyl

Superrosidae

Rosidae

Fabidae
klad COM; penempatannya tidak pasti
Malvidae

Superasteridae

Asteridae

Lamiidae
Campanulidae

Filogeni

Seperti sistem APG sebelumnya, revisi APG IV didasarkan pada pohon filogenetika untuk angiospermae, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.[4]

Referensi

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan