Rabu, 14 Oktober 2026
10:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Singo Barong

Singo Barong

tokoh dalam seni Reog Ponorogo

Bagikan:
330px-Barongan_Reog_Ponorogo_Dadak_Merak_-_Boreg_Gresik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Singo Barong dengan topeng harimau bermahkota bulu merak

Singo Barong (aksara Jawa: ꦱꦶꦔꦧꦫꦺꦴꦁ) adalah tokoh dan penari berkepala macan dengan hiasan merak dan paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo, Penari Singo Barong disebut pula sebagai Pembarong. Dahulunya Singo Barong merupakan Warok dari Ponorogo yang kemudian mendirikan kerajaan Lodaya.

Bagian-bagian topeng antara lain

kepala harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit macan gembong/harimau jawa, tetapi ada yang ditutupi kulit macan tutul, macan kumbang, Macan Loreng Sumatera Benggala Siberia bahkan Singa Afrika. Selain itu terdapat yang ditutupi kulit sapi dan kambing yang dilukis menyerupai motif macan loreng

Sedangkan Dadak merak, kerangkanya terbuat dari bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik-manik (tasbih).[1] Krakap terbuat dari kain beledu warna hitam disulam dengan monte yang menjadi aksesori dan tempat menuliskan identitas grup Reog. Dadak merak ini berukuran panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50 kilogram.[1][2] Dalam pementasan Reog Festival, Singo Barong digambarkan sebagai musuh Prabu Klono Sewandono ketika akan melamar Dewi Songgolangit.[3]

Pusaka

Singo Barong memiliki senjata andalan yang bernama Keris Singo Barong, sebuah keris dengan daphur berbentuk Singa. Keris ini digunakan Singo Barong saat melawan Klono Sewandono hingga tersungkur.

Maestro

Saat ini Maestro Pembarong adalah Pembarong saudara Kembar yakni Wondo Babadan dan Wandi Cokromenggalan, Wondo dan Wandi menjadi pasangan pembarong menciptakan tarian Merak Tarung atau dadak merak kembar sehingga dapat diperagakan lebih dari satu Singo Barong, Meski usianya lebih 70 tahun masih aktif memperagakan tarian Barongan.

Sebelumnya pernah ada pasangan pembarong muda era tahun 1900an hingga 2005 dengan kekuatan di atas rata-rata pembarong, Seperti Sennen dan Kamituwo Telit.

Galeri

  • Festival Nasional Reog Ponorogo saat Grebeg Suro
    Festival Nasional Reog Ponorogo saat Grebeg Suro
  • Upacara penyambutan untuk menandai dimulainya Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) di Surabaya
    Upacara penyambutan untuk menandai dimulainya Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) di Surabaya
  • Klono Sewandono bertarung dengan Singo Barong
    Klono Sewandono bertarung dengan Singo Barong

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Reog, Pesona Singa Barong dari Tanah Ponorogo". Kompas.com. 10 Januari 2008. Diakses tanggal 4 Maret 2020.
  2. ↑ ditindb (17 Desember 2015). "Reog Ponorogo". kebudayaan.kemdikbud.go.id. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud. Diakses tanggal 26 Desember 2019.
  3. ↑ disbudparpora. "Reog: Lahir, Tumbuh, dan Berkembang di Ponorogo". disbudparpora.ponorogo.go.id. Diakses tanggal 2023-01-24.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Kabupaten Ponorogo ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan