Sabtu, 31 Oktober 2026
08:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sindrom kauda ekuina

Sindrom kauda ekuina

Bagikan:
Sindrom kauda ekuina
250px-Gray662Cauda.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kauda ekuina dimulai dari ujung sumsum tulang belakang
SpesialisasiBedah saraf, ortopedi
GejalaNyeri punggung bawah, nyeri yang menjalar ke tungkai, mati rasa di sekitar anus, hilangnya kontrol buang air besar atau buang air kecil[1]
Awitan umumMendadak maupun berkembang secara bertahap[1]
PenyebabHerniasi diskus, stenosis spinal, kanker, trauma, abses epidural, hematoma epidural[1][2]
Metode diagnostikPencitraan medis (MRI, CT scan)[1][3]
PengobatanOperasi (laminektomi)[1]
Prognosis20% pasien mengalami luaran yang kurang baik[1]
Frekuensi1 dari 70.000 orang per tahun[1]

Sindrom kauda ekuina (cauda equina syndrome/CES) adalah kondisi yang terjadi ketika kumpulan saraf di bawah ujung sumsum tulang belakang, yang dikenal sebagai cauda equina, mengalami kerusakan.[2] Tanda dan gejalanya meliputi nyeri punggung bawah, nyeri yang menjalar ke tungkai, mati rasa di sekitar anus, dan kehilangan kendali buang air besar atau buang air kecil.[1] Awitannya dapat terjadi secara mendadak maupun berkembang perkahan.[1]

Penyebab tersering adalah herniasi diskus di bagian bawah tulang belakang.[1] Penyebab lain meliputi stenosis tulang belakang, kanker, trauma, abses epidural, dan hematoma epidural.[1][2] Diagnosis biasanya dicurigai berdasarkan gejala, lalu dikonfirmasi dengan pencitraan medis seperti MRI atau CT scan.[1][3]

CES umumnya ditangani dengan pembedahan, biasanya melalui prosedur laminektomi.[1] Masalah telah dioperasi, sebagian pasien tetap dapat mengalami gangguan kandung kemih permanen, disfungsi seksual, atau mati rasa yang menetap.[1][3] Luaran yang buruk terjadi pada sekitar 20% pasien meskipun sudah mendapat terapi.[1] Kondisi ini diperkirakan menyerang sekitar 1 dari 70.000 orang setiap tahun.[1] Sindrom ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1934.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Gardner A, Gardner E, Morley T (Mei 2011). "Cauda equina syndrome: a review of the current clinical and medico-legal position". European Spine Journal. 20 (5): 690–7. doi:10.1007/s00586-010-1668-3. PMC 3082683. PMID 21193933.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Cauda equina syndrome". Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) (dalam bahasa Inggris). 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 November 2017. Diakses tanggal 9 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "Cauda Equina Syndrome-OrthoInfo - AAOS". orthoinfo.aaos.org. Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 November 2017. Diakses tanggal 9 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Chau AM, Xu LL, Pelzer NR, Gragnaniello C (2014). "Timing of surgical intervention in cauda equina syndrome: a systematic critical review". World Neurosurgery. 81 (3–4): 640–50. doi:10.1016/j.wneu.2013.11.007. PMID 24240024.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan