Sabtu, 24 Oktober 2026
04:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Sindrom Reye

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Maret 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Reye syndrome}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Sindrom Reye adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati dan otak. Sindrom ini kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang baru sembuh dari infeksi virus, seperti flu. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, sindrom Reye juga bisa menyerang orang dewasa. Sindrom Reye diduga terjadi karena terganggunya proses metabolisme pada organ hati ketika anak sedang terkena infeksi virus. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah dan penumpukan amonia dalam darah yang kemudian akan berdampak pada otak. Kondisi tersebut dapat menyebabkan anak mengalami kejang, bahkan hilang kesadaran.[1]

Kondisi ini paling umum terjadi pada anak-anak yang mengonsumsi aspirin untuk mengobati gejala selama infeksi atau penyakit virus. Kondisi ini berkembang hingga satu minggu setelah timbulnya penyakit virus.[2]

Gejala Sindrom Reye

Gejala sindrom Reye yang terlihat biasanya yaitu penurunan kadar gula dalam darah dan peningkatan kadar amonia dan keasaman dalam darah. Pada waktu yang bersamaan, liver menjadi bengkak lalu terjadi penumpukan lemak. Pembengkakan juga terjadi di otak, yang dapat menyebabkan kejang atau penurunan kesadaran. Gejala awal yang mungkin timbul pada sindrom Reye antara lain

Untuk anak kurang dari 2 tahun: diare, pernapasan menjadi cepat. Untuk anak yang lebih tua dan remaja: muntah terus menerus, lemah, lesu, dan penurunan kesadaran. Seiring dengan berjalannya penyakit, gejala dan tanda dapat menjadi lebih serius, termasuk di dalamnya adalah Menjadi mudah emosi, dan lebih labil dalam hal emosi. Kebingungan, disorientasi, atau muncul halusinasi, kelemahan pada anggota gerak atas maupun bawah, kejang kelelahan, penurunan kesadaran.[3]

Gejala sindrom Reye biasanya muncul beberapa hari setelah infeksi virus. Gejalanya meliputi. Muntah terus-menerus atau terus-menerus atau Tanda-tanda edema serebral (pembengkakan otak). Kelesuan (kurangnya minat atau antusiasme), kehilangan energi, kantuk, Delerium (kondisi kebingungan mental dan kecemasan parah yang terkadang disertai halusinasi) dan koma. dan Perubahan Kepribadian Sifat lekas marah, perilaku agresif, Disorientasi dan perliaku rasional.[4]

Daftar Referensi

  1. ↑ "Sindrom Reye". Alodokter. 2016-12-30. Diakses tanggal 2025-03-06.
  2. ↑ "Reye's Syndrome: Symptoms, Causes, Treatment & Outlook". Cleveland Clinic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-06.
  3. ↑ Halodoc. "Sindrom Reye - Pengertian, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Efek Samping, Pencegahan, Kapan Harus ke Dokter | Halodoc.com". halodoc. Diakses tanggal 2025-03-06.
  4. ↑ "Signs and symptoms – Reye's syndrome". reyessyndrome.rcpch.ac.uk. Diakses tanggal 2025-03-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan