Minggu, 25 Oktober 2026
17:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Sinar Hindia

Bagikan:

Sinar Djawa adalah surat kabar yang dimiliki Sarekat Islam (SI) yang digunakan sebagai sarana menggalang dukungan dan kaderisasi sekaligus mewadahi kecaman pada pemerintah Belanda. SI membeli surat kabar ini dari perusahaan Tionghoa, Hoang Thaif dan Co pada tahun 1914.[1] Raden Mohammad Joesoef yang juga wakil ketua SI Semarang menjadi pemimpin redaksi pertama. Sinar Djawa dikenal luas dengan frasa "Sama rata sama rasa" yang merupakan judul tulisan Mas Marco Kartodikromo yang dimuat pada 16 April 1918.

Pada 1917 Semaun yang merupakan murid dari H.O.S. Tjokroaminoto mengambil alih posisi pemimpin redaksi dari Mohammad Joesoef. Di masanya Sinar Djawa terbit 4 halaman setiap hari kecuali Minggu, Jumat, dan hari besar. Distribusinya tidak hanya di wilayah Hindia Belanda tapi juga mencapai benua Amerika dan Eropa. Oleh Semaoen bersama dengan Henk Sneevliet dan Mas Marco Sinar Djawa dibawa menjadi koran progresif radikal yang kemudian menimbulkan konflik dengan Tjokroaminoto dan Mohammad Joesoef. Konflik ini memaksa Semaoen pindah dari Sinar Djawa untuk membentuk Sinar Hindia pada tahun 1922.[2]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Raditya, I.N., 2007, "...Kaoem boeroeh, koempoellah jadi satoe!", dalam Tanah Air Bahasa, Diedit oleh Dahlan, M.M., dan Ismanto, A.N., Jakarta: IBoekoe. Hal. 70.
  2. ↑ Nuryanti, R., Yuliantri, R.D.A., 2007, Antara SI, Semaoen, dan Radikalisme Pers, dalam Seabad Pers Kebangsaan, Diedit oleh Rahzen, T., dkk, Jakarta: IBoekoe. Hal. 138-140
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan