Minggu, 27 September 2026
22:50 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Sim Kim Toh

Sim Kim Tan alias Lazarus Simon Iskandar atau biasa dikenal dengan nama Sim (lahir 18 Desember 1943) adalah seorang komikus Indonesia pada era tahun 1960-1970an. Ia mulai membuat komik pada tahun 1964. Sim yang semula membuat komik-komik samurai Jepang kemudian beralih menjadi komikus spesialis roman remaja (Catatan perubahan: Sim Kim Toh alias Toha adalah nama abang kandung Simon Iskandar).

Sim termasuk salah satu komikus yang produktif dan kabarnya menghasilkan sekitar 80 judul komik. Karyanya yang paling terkenal adalah Buku Harian Monita, yang diangkat dari film drama Hongkong, sangat laris di pasaran. Ia bersama dengan Ganes TH., Jan Mintaraga, Hans Jaladara, dan Zaldy Armendaris merupakan komikus yang populer saat itu.

Menurut pemerhati komik Seno Gumira Ajidarma; Sim, Jan, dan Zaldy merupakan eksponen penting komikus genre roman. Jan menggunakan acuan Amerika, Zaldy lebih bergaya Melayu-Hongkong dalam hal sentimentalitas dan melankolisnya. Sedangkan Sim berada di tengah-tengah Jan dan Zaldy. Dari segi cerita, Sim lebih mirip Zaldy tetapi dalam teknik gambar, Sim lebih mirip Jan.

Setelah masa keemasan komik Indonesia memudar, Sim kemudian beralih menjadi illustrator untuk sejumlah majalah dan wartawan film. Sim meninggal dalam usia 58 tahun di Jakarta pada tanggal 6 November 2001 karena serangan jantung. Ia meninggalkan seorang istri, Juwani Ida Sinaro, dan tiga anak yaitu Astrid A Iskandar, Arnaz Romano, dan Ben Amalo.

Karya Sim

  • Buku Harian Monita.
  • Keping-Keping Impian
  • Angin Kemarau
  • Tugas dan Cinta

Pranala luar

Komik silat
Komik wayang
Komik adiwira
Komik roman
Strip komik
Komikus Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan