Jumat, 09 Oktober 2026
07:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Silat Sabeni

Bagikan:

Silat Sabeni Tenabang adalah salah aliran silat (Betawi: maen pukulan) khas Betawi.[1][2][3] Aliran silat ini diciptakan oleh H. Sabeni bin Canam, ketika Indonesia masih berada pada masa penjajahan Belanda.[2] Aliran silat ini awalnya dikembangkan di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat.[2][3]

Pada tahun 2019, Silat Sabeni diakui sebagai warisan budaya takbenda dari Provinsi DKI Jakarta, dengan No. Registrasi: 201900925.[3]

Sejarah

Sabeni lahir tahun 1860 di daerah Kebon Pala, Tanah Abang.[2] Ia belajar silat dari dua guru, yaitu H. Syuhud dan H. Ma'il, yang mana keduanya ahli beladiri silat Betawi yang berdiam di daerah Tanah Abang.[2] Ilmu silat dari kedua gurunya kemudian digabungkannya menjadi aliran silat Sabeni.[2]

Semasa penjajahan Belanda, Sabeni pernah bekerja menjadi kepala keamanan (Betawi: serean) tingkat kecamatan (Belanda: Onderdistrict).[2] Menurut keterangan penerus aliran silat ini, Sabeni mulai dikenal ketika menang dalam pertandingan persahabatan melawan jagoan Kemayoran.[2] Ia pernah menang melawan jago-jago Kuntau kiriman tuan tanah Belanda di Prinsen Park (sekarang Taman Lokasari, Mangga Besar), serta pada masa pendudukan Jepang juga menang melawan ahli-ahli beladiri Jepang dalam pertandingan yang diselenggarakan Pemerintahan Militer Jepang (Jepang: Gunseikanbu) di Jakarta.[2] Selama masa perjuangan kemerdekaan, Sabeni dan murid-muridnya turut berperan serta dalam perlawanan fisik di Jakarta.[1]

Sabeni wafat pada 15 Agustus 1945, dan aliran silatnya diteruskan oleh para keturunan dan murid-muridnya.[2][3] Pada 2016, setidaknya terdapat 6 perguruan atau sanggar silat yang mengembangkan aliran silat Sabeni di daerah Tanah Abang.[2]

Jurus

Beberapa ciri khas Silat Sabeni ialah posisi permainan yang rapat, gerakan tangan cepat dan luwes, serta sapuan kaki yang ditujukan untuk membanting lawan.[3] Jurus-jurus silatnya lebih mengutamakan pada penyerangan, serta menunggu peluang terbukanya kelemahan lawan.[3]

Berikut ini adalah nama jurus-jurus utama dalam Silat Sabeni (jalur Cing Mus), sbb.:[2]

  1. Jalan Cara Cina
  2. Kelabang Nyebrang
  3. Empat Persegi
  4. Empat Kelima Pancer
  5. Sela Bumi

Setiap jurus tersebut memiliki banyak jurus pecahan hingga ratusan, beberapa namanya antara lain:[2]

  • Kotek
  • Pulet
  • Sikut
  • Sangkolan
  • Pulir
  • Sendok
  • Tubruk Kacip
  • Jalan Kelabang
  • Kelabang Muter
  • Naga Ngerem
  • Merak Ngigel

Seiring perkembangan Silat Sabeni, terdapat sedikit perbedaan penamaan, urutan, gerak, maupun aplikasi jurus-jurusnya, dalam berbagai perguruan yang mengajarkan aliran silat ini.[2][4]

Silsilah perguruan

H. Syuhud
(guru silat)
H. Isma'il
(guru silat)
Habib Alwi Al Habsyi
(guru agama)
Sabeni bin Canam
Murid-murid
non keluarga
Sya'ban
(mertua Sabeni)
M. Saleh Sabeni
(anak Sabeni, cucu
Macan Kemayoran)
Mustofa Sabeni
(anak ke-6 Sabeni)
M. Ali Sabeni
(anak ke-7 Sabeni)
Murid-murid
non keluarga
Anak-anak dan
keponakan-keponakan
Cing Mus lainnya
Ramdhani Mustofa
(anak ke-5 Cing Mus)
Zul Bachtiar
(anak ke-2 Aba Ali)

[2][4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Wilson, Ian Douglas (2015-03-24). The Politics of Protection Rackets in Post-New Order Indonesia: Coercive Capital, Authority and Street Politics (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-135-04208-0.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nawi, G. J. (2016). Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi: Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-983-4.
  3. 1 2 3 4 5 6 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya (16 September 2019). "Silat Sabeni Tenabang". Indonesiana Platform Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 2020-03-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang: Silat Tradisional Asli Betawi". sabenitenabang.com. Seni Maen Pukulan Sabeni Tenabang <Zul Bachtir>. 2017. Diakses tanggal 2020-03-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan