Selasa, 20 Oktober 2026
17:23 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Siklon ekstratropis

Siklon ekstratropis

Bagikan:
330px-Extratropical_cyclone_off_Australia_2016-12-28_0230Z.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah siklon ekstratropis yang terbentuk di selatan Australia pada akhir Desember 2016.

Siklon ekstratropis yang juga disebut siklon gelombang atau siklon lintang tengah merupakan sejenis sistem badai siklon yang terbentuk di lintang menengah atau tinggi, yakni di antara lintang 30°–60° lintang selatan ataupun lintang utara. sistem badai ini tidak sama dengan siklon tropis ataupun siklon kutub. Sistem badai siklon ini merupakan sekumpulan massa fron (perenggan) dingin dan panas yang membawa hujan, angin berkecepatan tinggi, perubahan suhu udara yang drastis, hujan es, dan bahkan tornado.[1]

Suatu siklon ekstratropis berputar searah jarum jam di belahan bumi selatan dan berputar berlawanan jarum jam di belahan bumi utara. Jika dilihat dari citra satelit, siklon ekstratropis cenderung berbentuk bundar atau oval serta berdiameter ±1000 km. Siklon ekstratropis ini biasanya terhubung dengan fron (perenggan). Perenggan ini sendiri merupakan suatu sistem cuaca yang membawa perubahan pada cuaca itu sendiri. Perenggan ini disebabkan oleh suatu massa udara dingin bertemu dengan massa udara panas. Pada siklon ekstratropis, terdapat sistem perenggan panas maupun perenggan dingin. Pusat dari sistem siklon ini sendiri biasanya cenderung berawan dan memiliki peluang curah hujan yang tinggi. Saat perenggan panas melintas, pergerakan kecepatan angin cenderung meningkat dan arah angin pun berubah. Kemudian diikuti oleh cuaca yang cenderung tenang dan berkabut. Lalu saat perenggan dingin melintas, terdapat perubahan arah angin dan penurunan suhu udara yang biasanya disertai dengan hujan.

Beberapa siklon ekstratropis juga merupakan bentuk lanjutan dari suatu sistem siklon tropis. Siklon tropis berubah menjadi sistem siklon ekstratropis ketika suatu sistem badai ini memasuki wilayah perairan yang lebih dingin, terutama di daerah lintang 30° baik lintang selatan maupun lintang utara. Ketika suatu siklon ekstratropis berasal dari suatu siklon tropis, fitur-fitur yang melekat pada suatu siklon tropis pun dapat teteap mterjadi pada siklon ekstratropis dan salah satu fitur itu adalah mata badai. Mata badai ini terkadang akan tetap bertahan meskipun sudah menjadi siklon ekstratropis.

Referensi

  1. ↑ DeCaria (2005-12-07). "ESCI 241 – Meteorology; Lesson 16 – Extratropical Cyclones". Department of Earth Sciences, Millersville University. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-08. Diakses tanggal 2009-06-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan