Senin, 19 Oktober 2026
03:05 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Sigalegalephrynus

genus katak puru arboreal

Bagikan:
Sigalegalephrynus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Sigalegalephrynus

Smart, Sarker, Arifin, Harvey, Sidik, Hamidy, Kurniawan, and Smith, 2017
Spesies
Artikel takson sembarang

Sigalegalephrynus (katak sigale-gale) adalah genus kodok arboreal, anggota famili Bufonidae. Katak kecil yang baru dideskripsi pada 2017 ini menyebar terbatas di Sumatra, dan sejauh ini diketahui sebanyak 5 spesies yang menjadi anggotanya. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Puppet Toads.[1]: 67 

Etimologi

Namanya berasal dari sebutan boneka kayu Si Gale Gale, yang biasa ditampilkan pada upacara kematian papurpur sapata dari masyarakat Batak di Pulau Samosir; ditambah dengan akhiran yang berasal dari perkataan Gerika, phrynos, yang berarti kodok. Hal ini oleh karena penampilan katak puru ini, dengan ukuran tubuhnya yang relatif besar dibandingkan dengan sebagian besar katak arboreal di wilayah tersebut, kaki-kakinya yang kurus lampai, postur tubuhnya yang kaku dan serta pola warnanya yang kecokelatan serupa kayu, sedikit banyak telah mengingatkan pada gambaran boneka kayu tersebut.[1]: 67 

Pemerian

Sigalegalephrynus merupakan katak puru yang berukuran sedang (<40 mm SVL, snout-vent length; yakni panjang tubuh dari moncong ke anus), dengan tungkai-tungkai yang kurus, serta kebiasaan hidup arboreal (memanjat pohon) dan trogloditik (tidur di lubang-lubang atau gua). Katak ini juga memiliki timpanum (gendang telinga) yang terlihat jelas atau sedikit samar. Berikut ini perbandingan dengan genus katak puru yang lain di wilayah Dangkalan Sunda (ciri-ciri Sigalegalephrynus ditulis dalam kurung):[1]: 66–7 

  • Sigalegalephrynus sangat mirip dengan katak marga Ansonia, akan tetapi umumnya Ansonia berukuran lebih besar, >40 mm SVL; memiliki duri mandibular di rahang bawahnya (Sigalegalephrynus tanpa duri mandibular); paha dan betis—jika diluruskan—melebihi panjang SVL (panjang paha dan betis Sigalegalephrynus < SVL); dan Ansonia biasanya ditemukan di tumbuh-tumbuhan rendah di sekitar aliran air
  • Katak marga Pelophryne biasanya berukuran kecil, <40 mm SVL; jari tangan I (jempol) mengecil, tidak ada atau hanya satu ruas jari yang menonjol melebihi selaput renang (dua ruas jempol tangan Sigalegalephrynus menonjol, bebas dari selaput renang); dan tonjolan kawin (nuptial pad) pada tangan hewan jantan yang tanpa atau hanya sedikit berspikula (tonjolan kawin pada tangan Sigalegalephrynus jantan dengan banyak spikula—bintil2 kecil tajam—yang terkeratinisasi). Katak Pelophryne biasanya ditemukan di lantai hutan,[2]: 86–7  dan adakalanya memanjat semak-semak
  • Marga Leptophryne mempunyai tubuh >40 mm SVL; dan memiliki bintil sub-artikular besar di sisi bawah persendian antara ruas jari yang pertama dengan ruas tulang-tulang telapak tangan (metacarpus) (Sigalegalephrynus tidak memiliki bintil serupa itu). Leptophryne biasanya ditemukan di aliran sungai kecil berarus lambat, terutama di tepinya,[3]: 40–2  atau di antara serasah di tepian air,[2]: 83  atau paling-paling memanjat tumbuhan semak
  • Katak marga Rentapia memiliki kebiasaan memanjat pohon, serupa dengan Sigalegalephrynus. Akan tetapi Rentapia memiliki tubuh yang lebih besar, >70 mm SVL, dan lebih kekar; serta memiliki kelenjar paratoid yang terlihat jelas di belakang matanya (Sigalegalephrynus tidak memiliki kelenjar paratoid serupa itu)
  • Marga Phrynoidis adalah kelompok katak puru yang bertubuh besar, >70 mm SVL; dan bersifat semi-akuatik, acap ditemukan di antara bebatuan di sungai besar atau kecil. Phrynoidis memiliki tungkai yang kokoh kuat (vs. kurus ramping), dan jari-jari kaki yang penuh berselaput renang, kecuali jari no IV (kaki belakang Sigalegalephrynus hanya berselaput kurang dari setengah jari)
  • Marga Pseudobufo mempunyai kaki belakang yang penuh berselaput renang, di semua jari-jarinya (kaki Sigalegalephrynus hanya berselaput kurang dari setengah jari). Pseudobufo merupakan katak puru berukuran besar, >75 mm SVL, yang menghuni wilayah rawa-rawa gambut di Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya
  • Marga Duttaphrynus dan Ingerophrynus, kedua-duanya katak puru berukuran >40 mm SVL, adalah katak yang hidup di daratan (terestrial) atau adakalanya di sekitar air, tidak memanjat pohon. Duttaphrynus dan Ingerophrynus memiliki alur-alur atau gigir keras di atas kepalanya, di antara kedua matanya (Sigalegalephrynus tidak memiliki gigir serupa itu)

Spesies

Sejauh ini baru dikenal lima spesies anggota marga Sigalegalephrynus:[1]: 66–7 

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Smart, U., G.C. Sarker, U. Arifin, M.B. Harvey, I. Sidik, A. Hamidy, N. Kurniawan, & E.N. Smith. 2017. Herpetologica, 73(1):63-75. DOI: http://dx.doi.org/10.1655/Herpetologica-D-16-00041 (laman ResearchGate)
  2. 1 2 Inger, R.F. & R.B. Stuebing. 1997. A field guide to the frogs of Borneo. Kota Kinabalu:Natural History Publications. ISBN 983-812-016-2
  3. ↑ Iskandar, D.T. 1998. Amfibi Jawa dan Bali. Bogor:Puslitbang Biologi LIPI. ISBN 979-579-015-3

Bacaan lanjutan

  • Sarker, G.C., Wostl, E., Thammachoti, P., Sidik, I., Hamidy, A., Kurniawan, N. & Smith, E.N. (2019). "New species, diversity, systematics, and conservation assessment of the Puppet Toads of Sumatra (Anura: Bufonidae: Sigalegalephrynus)". Zootaxa, 4679 (2), 365–391. DOI: https://doi.org/10.11646/zootaxa.4679.2.9

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan