Senin, 19 Oktober 2026
18:11 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Si Sabariah

Si Sabariah

roman tahun 1928 karya Hamka

Bagikan:
page1-250px-Tjerita_Si_Sabariah.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan keempat Si Sabariah (1957)

Si Sabariah adalah roman berbentuk kaba karya Hamka yang terbit pertama kali pada 1928. Ini merupakan karya fiksi pertama Hamka. Si Sabariah ditulis dalam bahasa Minangkabau dengan abjad Jawi.[1]

Hamka mulai menyusun roman ini ketika di Medan pada 1928 usai pulang dari ibadah haji. Dalam pengantarnya, Hamka menyebut Si Sabariah didasarkan pada cerita "cinta yang suci dan pembunuhan yang ngeri" di Sungai Batang pada 1915.

Sebelum terbit, Hamka terlebih dulu membacakan Si Sabariah di depan sang ayah, Abdul Karim Amrullah yang sedang berkumpul bersama dengan Jamil Jambek dan Abdullah Ahmad dalam Rapat Besar Umat Islam di Bukittinggi pada Agustus 1928.

Si Sabariah laris di pasaran dan mengalami cetak ulang selang setahun. Dari honor Si Sabariah, Hamka dapat membiayai pernikahannya. Cetakan keempatnya diterbitkan oleh Tsamaratul Ichwan di Bukittinggi pada April 1957. Pada 2020, karya ini diterbitkan ulang dalam versi bahasa Indonesia oleh Gema Insani dan dalam versi bahasa Melayu oleh Jejak Tarbiah.[2][3]

Referensi

  1. ↑ Kenang-kenangan 70 i.e. tujuh puluh tahun Buya Hamka. Pustaka Panjimas. 1983.
  2. ↑ Hamka (2020). Sabariah. Gema Insani. ISBN 978-602-250-712-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Hamka (2020). Si Sabariah (dalam bahasa Melayu). Jejak Tarbiah. ISBN 978-967-17971-1-2.

Pranala luar

Keluarga
Moyang
Kerabat
Saudara
Istri
Anak
Organisasi
Karya
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan