Rabu, 28 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Shindo Renmei

organisasi teroris di São Paulo, Brasil

Bagikan:

Shindo Renmei (Jepang: 臣道連盟, Liga Jalan Rakyat Kaisar) adalah sebuah organisasi teroris yang terdiri dari para imigran Jepang. Organisasi ini aktif di negara bagian São Paulo, Brasil pada dekade 1940-an.[1][2] Menolak untuk mempercayai kabar penyerahan Jepang pada akhir Perang Dunia II, beberapa anggota paling fanatik menggunakan kekerasan terhadap mereka yang menerima kenyataan tersebut. Shindo Renmei membunuh sedikitnya 23 orang, semuanya merupakan Orang Jepang Brasil, serta melukai 147 orang lainnya.[3]

Latar belakang

Orang Jepang pertama kali beremigrasi ke Brasil pada tahun 1908, dengan harapan dapat mengumpulkan kekayaan lalu kembali ke Jepang. Mereka mendapati diri berada di negara asing dengan bahasa, agama, iklim, makanan, dan adat istiadat yang berbeda. Akibatnya, mereka relatif terisolasi dari budaya sekitar, dan hanya sedikit yang mempelajari bahasa Portugis. Hal ini membuat masyarakat umum memandang mereka dengan penuh kecurigaan. Pada dekade 1930-an, Brasil memiliki komunitas imigran Jepang terbesar di dunia.[4]

Rezime Estado Novo yang dibentuk oleh Getúlio Vargas, dengan tujuan menumbuhkan nasionalisme Brasil, menekan orang Jepang Brasil, Italia Brasil, dan Jerman Brasil. Dekret 383 tanggal 1938-04-18 menetapkan bahwa orang asing tidak diperbolehkan ikut serta dalam kegiatan politik[5] atau berbicara dalam bahasa asing di depan umum. Selain itu, bahasa pertama yang diajarkan kepada anak-anak haruslah bahasa Portugis. Siaran radio dalam bahasa asing juga dilarang. Penerbitan dalam bahasa asing hanya diperbolehkan dalam edisi dwibahasa.

Pada masa itu, hampir 90% imigran Jepang berlangganan surat kabar berbahasa Jepang, yang menunjukkan tingkat literasi jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum saat itu.[butuh rujukan] Dekret 383, yang mewajibkan edisi dwibahasa, pada praktiknya membuat surat kabar tersebut berhenti terbit karena tingginya biaya produksi. Karena banyak imigran Jepang tidak memahami bahasa Portugis, mereka kesulitan memperoleh informasi di luar komunitas mereka.

Ketika Brasil bergabung dengan Sekutu pada tahun 1942, seluruh komunikasi dengan Jepang terputus dan masuknya imigran Jepang baru dilarang. Surat dari Jepang tidak lagi sampai kepada penerimanya. Orang Jepang Brasil tidak dapat bepergian bebas atau tinggal di wilayah tertentu, seperti daerah pesisir, tanpa surat izin khusus dari otoritas. Penerima radio juga disita, sehingga hampir mustahil bagi orang Jepang Brasil untuk mendengarkan siaran gelombang pendek dari Jepang. Bahkan surat kabar dwibahasa pun dilarang pada periode ini.[3][6][7]

Referensi

  1. ↑ "JPRI Occasional Paper No.13". www.jpri.org. Diakses tanggal 2017-01-22.
  2. ↑ Tigner, James Lawrence (1961). "Shindō Remmei: Japanese Nationalism in Brazil". The Hispanic American Historical Review. 41 (4): 515–532. doi:10.2307/2509937. ISSN 0018-2168.
  3. 1 2 Mori, Leticia; Pappon, Thomas (2018-11-25). "Shindo Renmei: a misteriosa organização que matava japoneses no Brasil após a Segunda Guerra" [Shindo Renmei: organisasi misterius yang membunuh orang Jepang di Brasil setelah Perang Dunia II]. BBC News Brasil (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diakses tanggal 2026-05-25.
  4. ↑ Nakamura, Akemi (2008-01-15). "Japan, Brazil mark a century of settlement, family ties". The Japan Times Online (dalam bahasa American English). ISSN 0447-5763. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-01-04. Diakses tanggal 2017-01-22.
  5. ↑ Dulles, John W. F. (2010). Sobral Pinto, "The Conscience of Brazil": Leading the Attack against Vargas (1930-1945). University of Texas Press. hlm. 113. ISBN 978-0-292-78221-1.
  6. ↑ Campezzi, Heytor (2023-05-08). "Quase 80 anos depois, organização secreta do interior de SP que matava japoneses ainda é tabu: 'História oculta'" [Hampir 80 tahun kemudian, organisasi rahasia di pedalaman São Paulo yang membunuh orang Jepang masih menjadi tabu: 'Sejarah tersembunyi']. G1 (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-17. Diakses tanggal 2026-05-25.
  7. ↑ "Shindo Renmei: Fanáticos e assassinos" [Shindo Renmei: Fanatik dan pembunuh]. Super (dalam bahasa Brazilian Portuguese). 2008-10-31. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-06. Diakses tanggal 2026-05-25.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan