Kamis, 29 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Orang Jepang di Brasil

suku bangsa; orang Brasil berdarah Jepang

Bagikan:

Imigrasi orang Jepang ke Brasil dimulai pada awal abad 20 sebagai hasil perjanjian antara pemerintah Jepang dan Brasil. Dewasa ini, sekitar 2 juta orang keturunan Jepang tinggal di Brasil.[1][2][3] Hal ini membuat Brasil menjadi negara dengan populasi orang keturunan Jepang (di luar Jepang) terbesar di dunia.

Sejarah

Sebab-sebab Terjadinya Imigrasi

Faktor-Faktor Penyebab Emigrasi keluar Jepang

250px-Affiche_%C3%A9migration_JP_au_BR-d%C3%A9b._XXe_s..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Poster propaganda imigrasi orang Jepang ke Brasil.

Jepang mengalami kelebihan penduduk pada Abad 19. Saat itu negara Jepang telah terisolir dari dunia luar sepanjang 265 tahun periode Edo (Keshogunan Tokugawa). Sektor pertanian Jepang saat itu hanya mem-produksi bahan pangan yang langsung dikonsumsi sendiri oleh penduduknya dan hampir tidak terjadi penyimpanan bahan pangan untuk mengantisipasi masa-masa paceklik. Sedikit gangguan cuaca, penyakit tanaman atau masalah pertanian lainnya langsung mengakibatkan bencana kelaparan.

Berakhirnya Keshogunan Tokugawa dan dimulainya restorasi Meiji memberikan peluang untuk proyek modernisasi negara Jepang dan pembukaan ekonomi Jepang ke dunia internasional. Modernisasi pertanian ternyata malah berdampak pengangguran ribuan petani. Di sisi lain, pemerintah juga mengakuisisi tanah para petani yang tidak mampu membayar pajak yang diberlakukan untuk membiayai restorasi Meiji.

Para petani yang kehilangan lahan akhirnya berpindah ke kota-kota yang menyebabkan pertambahan kepadatan penduduk di kota-kota tersebut. Situasi tersebut, disertai dengan semakin menyempitnya lapangan pekerjaan menyebabkan peningkatan pesat angka pengangguran.

Pemerintah Jepang akhirnya mengambil kebijakan emigrasi dengan tujuan utama untuk menurunkan ketegangan sosial dan untuk memulai proyek modernisasi.[4]

Pada dekade 1880, atas dasar perjanjian dengan beberapa negara asing, pemerintah Jepang mulai memberikan insentif bagi penduduknya untuk beremigrasi ke negara-negara tersebut.[5] Sebelum Brasil, pemerintah Jepang telah mengirimkan penduduknya ke Amerika Serikat, (terutama ke Hawai), ke Peru dan Meksiko. Arus emigrasi paling besar warga Jepang terjadi ke Brasil dan Amerika Serikat. Pada awal abad 20, terjadi arus emigrasi penduduk Jepang ke Korea dan Taiwan yang saat itu merupakan daerah pendudukan Jepang. Namun, hampir seluruh emigran Jepang di kedua negara tersebut kembali ke Jepang pada akhir Perang Dunia II.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Japan-Brazil Relations". Ministry of Foreign Affairs of Japan. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-25.
  2. ↑ "ブラジル連邦共和国(Federative Republic of Brazil)基礎データ|外務省". 外務省. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-03.
  3. ↑ "Who are "Nikkei & Japanese Abroad"?". The Association Of Nikkei And Japanese Abroad. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-26.
  4. ↑ (Portugis) "Razões da Imigração Japonesa"
  5. ↑ (Portugis) "Cronologia da Imigração Japonesa in Folha de São Paulo, 20 de abril de 2008"
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan