Minggu, 25 Oktober 2026
00:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Shibuya-kei

Shibuya-kei

Bagikan:
Shibuya-kei
250px-2007_shibuya_%28473191910%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyeberangan Shibuya, 2007
Nama asal
渋谷系
Sumber aliran
Sumber kebudayaan1990-an, Shibuya, Tokyo, Jepang
Genre campuran (fusion)
Akishibu-kei
Topik lainnya

Shibuya-kei (Jepang: 渋谷系, terj. har. "gaya Shibuya") adalah sebuah microgenre[7] dari musik pop[1] atau sebuah estetika umum[8] yang berkembang pesat di Jepang pada pertengahan hingga akhir 1990-an.[3] Genre musik ini dicirikan oleh pendekatan "potong dan salin" yang terinspirasi oleh unsur kitsch, fusi, dan artifisialitas dari sejumlah gaya musik masa lampau.[9] Titik rujukan yang paling umum adalah budaya tahun 1960-an dan musik pop Barat,[1] khususnya karya Burt Bacharach, Brian Wilson, Phil Spector, dan Serge Gainsbourg.[10]

Shibuya-kei pertama kali muncul sebagai musik ritel dari distrik Shibuya di Tokyo.[5] Flipper's Guitar, duo yang dipimpin oleh Kenji Ozawa dan Keigo Oyamada (Cornelius), membentuk fondasi genre ini dan memengaruhi seluruh kelompok yang mengikutinya, namun grup Shibuya-kei yang paling menonjol adalah Pizzicato Five, yang memadukan J-pop arus utama dengan campuran pengaruh jazz, soul, dan lounge. Shibuya-kei mencapai puncaknya pada akhir 1990-an dan mengalami kemunduran setelah para pelaku utamanya mulai beralih ke gaya musik lain.

Di luar Jepang, penggemar Shibuya-kei umumnya merupakan penikmat indie pop, sebagian karena banyak rilisan Shibuya-kei didistribusikan melalui label independen besar seperti Matador dan Grand Royal di Amerika Serikat serta Bungalow di Eropa.[3][11]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Anon. (tanpa tanggal). "Shibuya-Kei". AllMusic.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. 1 2 3 4 5 Reynolds 2011, hlm. 168. sfn error: tanpa target: CITEREFReynolds2011 (bantuan)
  3. 1 2 3 4 5 Ohanesian, Liz (13 April 2011). "Japanese Indie Pop: The Beginner's Guide to Shibuya-Kei". LA Weekly.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ 第14回 ─ シティー・ポップ [No. 14 ─ City Pop] (dalam bahasa Jepang). bounce.com. 2003-05-29. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-24. Diakses tanggal 2008-11-17.
  5. 1 2 3 4 5 Joffe, Justin (Juni 13, 2016). "The Day J-Pop Ate Itself: Cornelius and the Timeless Freakiness of 'Fantasma'". Observer.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 Martin, Ian (Agustus 28, 2013). "Twenty years ago, Cornelius releases the track that defined Shibuya-kei". The Japan Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Singles Club: The revolution will not be televised, it'll be robotized". Factmag. 28 Agustus 2018. Diakses tanggal 27 September 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ McKnight 2009, hlm. 451. sfn error: tanpa target: CITEREFMcKnight2009 (bantuan)
  9. ↑ Tonelli 2004, hlm. 4. sfn error: tanpa target: CITEREFTonelli2004 (bantuan)
  10. ↑ Lindsay, Cam (4 Agustus 2016). "Return to the Planet of Cornelius". Vice (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Shibuya-Kei - Japan's Eclectic 90s Musical Movement". Yokogao. 20 Agustus 2024. Diakses tanggal 11 Mei 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan