Sabtu, 26 September 2026
17:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Shibari

Shibari

250px-Kinbaku_show_by_Naka_Akira_at_Toubaku%2C_Tokyo%2C_Japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan Naka Akira di Toubaku menampilkan seorang wanita setengah telanjang yang digantung terbalik menggunakan ikatan tali yang rumit. Teknik semacam ini secara rutin digunakan untuk menahan seseorang dalam posisi yang tidak nyaman.

Kinbaku (Jepang: 緊縛, 'pengikatan ketat'), yang juga disebut kinbaku-bi (緊縛美, 'keindahan pengikatan ketat'), adalah gaya Jepang dalam bondage atau BDSM yang melibatkan pengikatan seseorang menggunakan pola yang sederhana namun rumit secara visual, biasanya menggunakan beberapa helai tali tipis (sering kali dari jute, hemp, atau linen dengan diameter umumnya sekitar 6 mm (0,24 in), namun terkadang sekecil 4 mm (0,16 in), dan panjang antara 7–8 m (23–26 ft)). Dalam bahasa Jepang, tali serat alami ini dikenal sebagai asanawa (麻縄).

Shibari (縛り) adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang secara luas berarti "mengikat" atau "membebat" dalam sebagian besar konteks, namun digunakan dalam dunia BDSM untuk merujuk pada gaya bondage dekoratif ini (Kinbaku),[1] sebuah makna yang pertama kali dipopulerkan di dunia Barat pada tahun 1990-an. Shibari terinspirasi dari seni bela diri samurai dalam menahan tawanan menggunakan tali dalam waktu sesingkat mungkin, yang menjadikan tali rami sebagai simbol kekuatan di Jepang.[2] Hal ini serupa dengan penggunaan borgol untuk menyimbolkan kekuasaan serta menahan pasangan dalam konteks BDSM Barat.

Shibari, atau Kinbaku, berfokus pada estetika dan penampilan tubuh: sebuah pertunjukan kekuatan seksual yang bersifat simbolis atau artistik (bukan sekadar fisik biasa). Oleh karena itu, dan karena adanya manipulasi bagian tubuh menggunakan tali untuk mencapai tujuan tersebut, adalah hal yang lumrah—meskipun tidak selalu diwajibkan—bagi para model atau peserta untuk bertelanjang bulat, dan bentuk seni ini secara berkala memasukkan unsur-unsur BDSM seperti penghinaan erotis. Praktik ini dapat digunakan untuk pengekangan sekaligus semata-mata sebagai bentuk visual.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan