Kamis, 22 Oktober 2026
13:16 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Shanghan Lun

Shanghan Lun

Bagikan:
250px-Syoukanron.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shanghan Lun

Shanghan Lun (Hanzi sederhana:伤寒论; Hanzi tradisional:傷寒論; Pinyin:Shānghán Lùn) adalah sebuah bagian dari Shanghan Zabing Lun (Hanzi sederhana:伤寒杂病论; Hanzi tradisional:傷寒雜病論; Pinyin:Shānghán Zábìng Lùn), dan juga dikenal dalam bahasa Inggris dengan sebutan Treatise on Cold Damage Diseases[1], Treatise on Cold Damage Disorders atau Treatise on Cold Injury. Karya tersebut adalah sebuah risalah pengobatan Tionghoa tradisional yang dikompilasikan oleh Zhang Zhongjing sebelum tahun 220 M, akhir dinasti Han. Karya tersebut adalah salah satu buku teks klinikal lengkap tertua di dunia (selain Carakasaṃhitā dan Korpus Hippokratik). Karya tersebut dianggap sebagai salah satu dari empat karya kanonikal dari pengobatan Tionghoa tradisional, bersama dengan Huang Di Nei Jing, Jin Gui Yao Lue, dan Wen Bing Xue.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan