Minggu, 18 Oktober 2026
01:15 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Pulau Shōdo

Pulau Shōdo

pulau di Jepang

Bagikan:
330px-Syodoshima_landsat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pulau Shōdo, citra satelit Landsat
330px-Angel_Road_Shodo_Island_Japan01s3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gosong pasir Angel Road, ketika laut sedang surut
Pulau Shōdo di Jepang
Pulau Shōdo
Lokasi Pulau Shōdo

Pulau Shōdo (小豆島, Shōdo-shima, arti harfiah: Pulau Kacang Azuki) adalah sebuah pulau di Laut Pedalaman Seto, Jepang. Di pulau ini terdapat dua buah kota: Tonoshō dan Shōdoshima. Keduanya membentuk sebuah distrik bernama Distrik Shōzu, Prefektur Kagawa. Populasi sekitar 31.000 orang (data tahun 2010)

Pulau ini terkenal sebagai lokasi novel Twenty-Four Eyes, dan film hasil adaptasi dari novelnya. Pulau Shōdo adalah daerah pertama di Jepang yang berhasil ditanami pohon zaitun. Oleh karena itu, pulau ini terkenal dengan julukan "pulau zaitun".

Geografi

Pulau Shōdo letaknya di sebelah utara Takamatsu, ibu kota Prefektur Kagawa yang berkedudukan di Pulau Shikoku. Luas pulau 153.30 km² dan panjang garis pantai 126 km. Pulau Shōdo adalah pulau terbesar ke-19 di Jepang, sekaligus pulau kedua terbesar di Laut Pedalaman Seto.

Di pulau ini terdapat Selat Dobuchi (土渕海峡, Dobuchi-kaikyō) yang tercatat sebagai selat tersempit di dunia. Di bagian selat yang tersempit, lebarnya hanya 9,93 m.

Pulau ini dihubungkan dengan feri reguler dari Takamatsu, Himeji, Teshima and Okayama. Feri musiman menghubungkan Pulau Shōdo dengan Osaka dan Kobe.

Sejarah

Shōdo-shima dulunya bernama Azuki-shima, dan pernah menjadi bagian dari Provinsi Kibi dan lalu Provinsi Bizen. Setelah sempat menjadi wilayah Provinsi Sanuki, pulau ini dimasukkan ke dalam wilayah Prefektur Kagawa.

Pariwisata

Pulau Shōdo adalah tujuan wisata domestik yang populer di Jepang. Selain mengunggulkan ekoturisme seperti Selat Dobuchi, Angel Road, dan Taman Zaitun Shodoshima, pulau ini terkenal sebagai lokasi novel antiperang Twenty-Four Eyes (二十四の瞳, Nijūshi no Hitomi) yang ditulis oleh Sakae Tsuboi. Novel ini sudah dua kali diangkat ke layar lebar (1954 and 1987), dan sebagai drama televisi spesial.[1][2] Pulau ini juga merupakan tempat kelahiran dua sastrawan Jepang lainnya: penyair Shigeji Tsuboi (suami Sakae Tsuboi) dan novelis/penulis cerpen Denji Kuroshima. Ketiganya adalah tokoh gerakan sastra proletariat, pembawa arus politik radikal sastra Jepang.

Pulau ini terkenal sebagai penghasil kecap asin dan buah zaitun. Pulau Shōdo memiliki hubungan pulau kembar dengan Milos, Yunani.

Pulau kembar

330px-Shodoshima_Olive_Park_Shodo_Island_Japan21bs3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kincir angin di Taman Zaitun Shodoshima, hadiah dari Milos, Yunani.

Referensi

  1. ↑ "Twelve Sets of Eyes". TMS Entertainment. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-12. Diakses tanggal 30 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "二十四の瞳" (dalam bahasa Jepang). TMS Entertainment. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-03-23. Diakses tanggal 30 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Shodo Island.

34°30′49″N 134°17′08″E / 34.51361°N 134.28556°E / 34.51361; 134.28556

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan