Jumat, 25 September 2026
09:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Servius Tullius

Servius Tullius

Raja keenam, memperkenalkan reformasi sosial-politik, membangun Tembok Servius, dan memperluas pengaruh Roma di Latium

Servius Tullius
250px-Servius_by_Rouille.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Romawi
Berkuasasekitar 578–535 SM
PendahuluLucius Tarquinius Priscus
PenerusLucius Tarquinius Superbus
AyahTidak pasti
IbuOcrisia
PasanganTarquinia (Livy)
atau Gegania (Plutarch)
KeturunanTullia
250px-Servius_by_Rouille.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Servius Tullius

Servius Tullius adalah raja keenam dari tujuh raja Roma, yang memerintah dari sekitar tahun 578 SM hingga 535 SM. Servius dikenal karena reformasi sosial dan administratifnya yang signifikan, yang membentuk dasar sistem politik Roma untuk masa mendatang, serta karena memperluas kota Roma dan memperkuat pengaruhnya atas wilayah Latium.

Kehidupan Awal

Menurut legenda, Servius Tullius berasal dari latar belakang sederhana. Ia diyakini lahir dari seorang budak perempuan bernama Ocrisia di istana Raja Tarquinius Priscus, raja kelima Roma. Servius dibesarkan di istana dan menarik perhatian karena tanda api yang muncul di sekeliling kepalanya saat ia masih bayi, yang dianggap sebagai tanda keistimewaan dan masa depan yang cemerlang. Tarquinius Priscus dan istrinya, Tanaquil, memutuskan untuk mengadopsi Servius dan mempersiapkannya untuk posisi penting dalam pemerintahan.

Ketika Tarquinius Priscus dibunuh, Tanaquil mengambil alih kendali sementara dan mendukung Servius untuk naik tahta. Servius kemudian diterima sebagai raja oleh rakyat Roma, meskipun tanpa pemilihan resmi oleh Senat.

Pemerintahan

Masa pemerintahan Servius Tullius dikenal sebagai periode reformasi besar di Roma, terutama dalam hal sosial, ekonomi, dan politik. Ia memerintah selama 44 tahun dan dikenang sebagai raja yang adil dan progresif.

Reformasi Sosial dan Politik

Salah satu pencapaian terbesar Servius Tullius adalah reformasi sistem kelas sosial di Roma. Ia memperkenalkan census, atau sensus penduduk, yang digunakan untuk mengklasifikasikan warga negara berdasarkan kekayaan mereka, bukan berdasarkan kelahiran. Reformasi ini menciptakan lima kelas sosial utama yang diatur dalam sistem militer dan pemerintahan. Setiap kelas diwajibkan menyediakan sejumlah pasukan dan persenjataan bagi militer, dengan kelas yang lebih kaya menyediakan lebih banyak.

Reformasi ini membentuk dasar dari komitia centuriata (Majelis Centuria), yang memungkinkan warga Roma untuk memberikan suara sesuai dengan kelas mereka. Sistem ini memperkuat partisipasi warga dalam pemerintahan dan menciptakan keseimbangan antara kekuasaan kaum bangsawan dan rakyat biasa.

Pembagian Wilayah

Servius juga membagi Roma menjadi empat wilayah administratif untuk tujuan perpajakan dan administratif. Selain itu, ia membagi penduduk Roma menjadi tiga puluh kuria, yang menjadi dasar organisasi sosial dan keagamaan. Langkah ini memperkuat kontrol negara atas warga dan menciptakan struktur yang lebih teratur untuk kehidupan kota.

Ekspansi dan Pembangunan Kota

Servius Tullius memperluas wilayah Roma dan membangun infrastruktur yang penting bagi perkembangan kota. Ia dikreditkan dengan membangun Servian Wall (Tembok Servius), sistem pertahanan yang mengelilingi tujuh bukit Roma dan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap ancaman dari luar. Pembangunan tembok ini menunjukkan bahwa Roma telah berkembang menjadi kota yang lebih besar dan lebih kuat.

Selain itu, ia juga memperluas Forum Romawi dan membangun sejumlah kuil, termasuk Kuil Diana di Bukit Aventine, yang menjadi pusat pemujaan bersama bagi orang Latin dan simbol persatuan antara Roma dan sekutunya.

Hubungan dengan Keluarga Tarquin

Pemerintahan Servius Tullius diwarnai dengan intrik politik, terutama terkait dengan hubungan antara dirinya dan keluarga Tarquin. Tarquinius Priscus adalah pendahulunya dan ayah mertua dari Lucius Tarquinius Superbus, yang kemudian menjadi raja ketujuh dan terakhir Roma. Tarquinius Superbus, dengan ambisi kekuasaan, menjadi ancaman bagi Servius.

Menurut legenda, Servius dibunuh dalam kudeta yang dipimpin oleh menantunya, Lucius Tarquinius Superbus, dengan bantuan putri Servius, Tullia Minor. Tullia bahkan dikisahkan menggilas tubuh ayahnya dengan keretanya setelah Tarquinius merebut kekuasaan, sebuah tindakan yang memperlihatkan kejamnya perebutan kekuasaan pada masa itu.

Akhir Kehidupan

Servius Tullius meninggal pada tahun 535 SM setelah digulingkan dan dibunuh dalam kudeta oleh Tarquinius Superbus. Ia adalah raja terakhir Roma yang dipilih dengan persetujuan rakyat, dan kematiannya menandai awal dari pemerintahan tirani oleh Tarquinius Superbus.

Referensi

  1. Livy. Ab Urbe Condita.
  2. Dionysius dari Halicarnassus. Roman Antiquities.
  3. Beard, Mary. SPQR: A History of Ancient Rome. Profile Books, 2015.
  4. Cambridge University Press. The Cambridge Ancient History.
  5. Encyclopædia Britannica, "Servius Tullius".
  6. Hornblower, Simon, dan Antony Spawforth. The Oxford Classical Dictionary.

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Lucius Tarquinius Priscus
Raja Romawi
578–535
Diteruskan oleh:
Lucius Tarquinius Superbus
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan