Selasa, 27 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Serbuk pisang

Serbuk yang dibuat dari pisang olahan

Bagikan:
"Bubuk pisang" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Tepung pisang.

Serbuk pisang atau bubuk pisang adalah serbuk yang dibuat dari pisang olahan. Serbuk ini merupakan salah satu komponen pembuat milk shake dan makanan bayi.[1][2] Serbuk ini juga digunakan dalam pembuatan berbagai jenis kue dan biskuit.[3]

Pembuatan

Serbuk pisang dibuat dari bubur pisang, di mana pisang dipotong secara mekanis lalu diproses dengan pemotong hidrolik pada penggilingan koloid hingga menjadi pasta. Natrium metabisulfit lalu ditambahkan untuk mencerahkan warna kuning pada pasta. Pasta ini lalu dikeringkan, bisa dengan pengeringan semprot ataupun pengeringan drum. Pengeringan drum lebih umum digunakan, karena tidak ada pasta yang tertinggal saat pengeringan, serbuk yang dihasilkan akan sekitar 2% lebih banyak, serta kering lebih merata.[3][4] Terlepas dari cara pengeringannya, serbuk pisang hanya dapat bertahan selama sekitar satu tahun di suhu ruang.[5]

Sejarah

Penggunaan serbuk pisang dalam susu formula untuk menjaga bayi tetap sehat telah beredar luas sejak 1900-an awal.[6] Pada tahun 1916, serbuk pisang, beserta pisang kering "figs", dianggap sebagai salah satu "industri penting di Hindia Barat" di periode ini.[7]

United Fruit Company mulai memproduksi produk dengan serbuk pisang sebagai bahan utamanya, bernama Melzo, sepanjang tahun 1930-an. Karena manfaat dari serbuk pisang, Melzo dipasarkan sebagai "makanan kesehatan untuk anak-anak dan lansia, yang dapat memperbaiki gangguan pencernaan tertentu, dan dapat merevitalisasi penderita kelambanan mental dan fisik".[2]

Penggunaan

Penggunaan umum

Serbuk pisang telah diketahui sebagai "sumber utama karbohidrat dan kalori". Meski rendah protein, bahan-bahan bermanfaat dalam serbuk ini masih "sangat unggul dibanding buah lain".[8] Serbuk ini juga diketahui dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan umum untuk indigesti.[9]

Penggunaan ilmiah

Pada tahun 1984, para ilmuwan dari India dapat mengekstrak bagian dari "senyawa antitukak (antiulcer)" yang ditemukan dalam serbuk pisang, yang pada akhirnya digunakan untuk menciptakan jenis bubuk yang "300 kali lebih aktif" mencegah tukak pada perut.[10] Serbuk pisang juga kemudian diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan sel, yang memungkinkan penyembuhan yang lebih cepat pada area terjadinya tukak.[11]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "The Hindu Business Line : BARC develops tech to make biscuits, baby food from banana". The Hindu. Diakses tanggal 25 November 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Scofield Wilson, David (1999). Rooted in America: foodlore of popular fruits and vegetables. Univ. of Tennessee Press. hlm. 28–29. ISBN 9781572330535. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 H. Hui, Yiu; Stephanie Clark (2007). Handbook of Food Products Manufacturing: Principles, Bakery, Beverages, Cereals, Cheese, Confectionary, Fats, Fruits, and Functional Foods. Wiley-Interscience. hlm. 873. ISBN 9780470049648. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Food and Agriculture Organization of the United Nations (1989). Utilization of Tropical Foods: Trees. Food & Agriculture Org. hlm. 33–34. ISBN 9789251027769. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Association of Food Technologists (2007). "Packaging and storage studies on spray dried ripe banana powder under ambient conditions". Journal of Food Science. 44: 16–19.
  6. ↑ Pamphlets on Biology: Kofoid collection, Volume 147. 1900. hlm. 12–15. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ United States. Bureau of Manufactures (1916). Commerce reports, Volume 4. Bureau of Foreign and Domestic Commerce, United States Dept. of Commerce. hlm. 290. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Sri Avinashilingam Home Science College (1976). The Indian journal of nutrition and dietetics, Volume 13. Sri Avinashilingam Home Science College for Women. hlm. 218–224. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Al-Achi, Antoine (2008). An introduction to botanical medicines: history, science, uses, and dangers. ABC-CLIO. hlm. 80. ISBN 9780313350092. Diakses tanggal 26 November 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Information, Reed Business (6 September 1984). "Rats with ulcers go bananas". New Scientist: 22.{{cite journal}}: |first= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ R.K. Goela; Saroj Guptab; R. Shankarc; A.K. Sanyal (1986). "Anti-ulcerogenic effect of banana powder (Musa sapientum var. paradisiaca) and its effect on mucosal resistance". Journal of Ethnopharmacology. 18 (1): 33–44. doi:10.1016/0378-8741(86)90041-3. PMID 3821133.[pranala nonaktif]

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan