Minggu, 08 November 2026
01:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Sepejam

Sepejam

sejenis teki mirip pandan

Bagikan:
Sepejam
250px-Mapan_sumat_150919-0334_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepejam, Hypolytrum nemorum
dari Teluk Bano I, Bangko Pusako, Rokan Hilir
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Hypolytrum nemorum
Nama binomial
Hypolytrum nemorum
Sinonim
  • Schoenus nemorum Vahl[2] (basionym)
  • Carex laevis minor Rumph. (1750)[3]
  • Scirpus anomalus Retz. (1789)
  • Hypolytrum latifolium L.C. Rich ex Pers. (1805)
  • Tunga diandra Roxb. (1820)
  • Albikia schoenoides Presl. (1828)

Sinonim lain pada: The Plant List[4]

Artikel takson sembarang

Sepejam (Hypolytrum nemorum) adalah sejenis tumbuhan yang mirip pandan; termasuk ke dalam famili teki-tekian. Tumbuhan rawa ini menyebar mulai dari India, ke timur hingga Formosa, Nusantara hingga ke Australia dan Pasifik. Nama-nama daerahnya, di antaranya, harashas lalaki,[5] papayunqan (Sd.); ielat, giring-giring, rumput sĕndĕreian. r. supiding. r. susat bĕlukar, sĕlinsing (Mly.); sĕpĕjam (Palemb.); pandan sinhit (Jambi); pandan oweng (Simeulue); baliis, bĕlas, bubugo, salagsalag, marakibkib, root, paraibiau, alisàhis (aneka bahasa di Filipina); kikisa (Nugini).[6]

Pengenalan

250px-Mapan_sumat_150919-0332_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perawakan
250px-Mapan_sumat_20150919-0342_srl.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malai buah dengan spikelet

Tumbuhan ini mirip dengan pandan. Batangnya bayak dan ramping, menyegitiga ke arah ujung, halus atau kasap di ujungnya, 60-120 cm × (2-)3-6 mm. Daun-daun lebih panjang daripada batang, seperti kertas hingga hampir seperti kulit; helaian serupa pita, lebar 1-3½ cm, tepinya kurang-lebih kasap tajam, demikian pula pada sisi bawah tulang daun tengah; pelepah terbawah tak berbilah, berlunas, kemerahan atau kecokelatan.[6]

Perbungaan berupa malai, terbuka hingga sangat rapat, kurang lebih membentuk malai payung, dengan banyak atau sedikit spikelet, garis tengahnya 5–15 cm; cabang-cabangnya kaku, halus atau kurang lebih kasap; daun pelindung (braktea) 2-4, yang terbawah serupa dengan daun biasa, jauh melebihi panjang malai. Spikelet bulat telur lonjong atau bentuk gelendong (elipsoid) ketika masih berbentuk bunga, 2-6 × 1 –2 mm; bulat telur atau hampir bulat tatkala menjadi buah, lebar 3–6 mm, cokelat. Gluma (daun pelindung bunga) seperti selaput, bundar telur hingga hampir bundar, cekung, tumpul, tepi-tepinya rata, tidak atau hanya sedikit kasap, l½–2¼ × 1¼–1½ mm. Bunga sedikit lebih pendek daripada gluma. Buah bulat telur pendek atau hampir bulat, beralur-alur, kadang-kadang hampir halus, cokelat atau warna berangan, 1½–3 × 1–2 mm, termasuk ujungnya yang berupa paruh pucat mengerucut.[6]

Ekologi dan agihan

Rumput sendereian ini menyebar luas mulai dari India hingga Formosa (Taiwan), kawasan Malesia, Australia (Queensland), hingga Polinesia di Pasifik. Di Indonesia, tumbuhan ini didapati di Sumatra dan pulau-pulau sekitarnya (Simeulue, Riau, Lingga, Bangka); Kalimantan; dan berbagai tempat lainnya kecuali Nusa Tenggara.[6]

Tumbuhan ini sering didapati di wilayah berawa di hutan dan tempat terbuka, serta sepanjang tepian danau dan sungai; hingga ketinggian 1.200 m.[6]

Anak jenis

Ada empat variasi di bawah spesies, yakni:[7]

  • Hypolytrum nemorum subsp. fuscorubens
  • Hypolytrum nemorum subsp. nemorum
  • Hypolytrum nemorum subsp. vitiense
  • Hypolytrum nemorum var. proliferum

Rujukan

  1. ↑ Sprengel, KPJ. 1824. Systema vegetabilium. Editio decima sexta ... Volumen I: 233. Gottingae : Sumtibus Librariae Dieterichianae (Halis, expressum typis Gebauerianis), 1824-1825.
  2. ↑ Vahl, M. 1794. Symbolae botanicae [...] Pars III: 8. Hauniae : Impensis Auctoris. Excudebant Nicolaus Möller et Filius, Aulae Regiae Typographi.
  3. ↑ Rumpf, G.E. 1750. Herbarium Amboinense: plurimas conplectens arbores, frutices, ... Pars VI: 21. Amstelaedami :apud Franciscum Changuion, Hermannum Uttwerf. MDCCL.
  4. ↑ The Plant List: Hypolytrum nemorum (Vahl) Spreng.
  5. ↑ de Clercq, FSA. & M. Greshoff. 1909. Nieuw plantkundig woordenboek voor Nederlandsch Indië. [...] p. 258. Amsterdam:J.H. de Bussy.
  6. 1 2 3 4 5 Kern, J.H. 1974. "Cyperaceae". Flora Malesiana. Ser. I Vol 7(3): 490-2. Jakarta:Noordhoff-Kolff, 1948-
  7. ↑ e-Monocot: Hypolytrum nemorum (Vahl) Spreng. Diarsipkan 2015-11-19 di Wayback Machine

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hypolytrum nemorum.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan