Sabtu, 31 Oktober 2026
04:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Seonyurak

Bagikan:

Seonyurak ("tari pesta di atas perahu") adalah tarian istana Korea yang berasal dari zaman kerajaan Silla yang menceritakan tentang pesta para bangsawan di atas perahu.[1]

Pada masa Silla dan Goryeo, tarian ini ditampilkan pada festival-festival besar seperti Palgwanhoe. Namun pada masa Dinasti Joseon, tarian ini punah dan tak pernah dipentaskan lagi.[1] Baru pada saat Raja Sunjo berkuasa, putranya yang bernama Pangeran Hyomyeong merekonstruksi kembali tari ini dan mengkomposisikannya menjadi tarian istana yang bersifat formal. Saat Raja Gojong berkuasa, tari ini telah ditampilkan di setiap perayaan dan pesta-pesta istana.[1]

Tari ini ditampilkan oleh sekelompok penari yang berperan sebagai gisaeng.[1] Mereka menarik perahu yang berwarna meriah sambil bernyanyi iseon-ga dan eobusa.[1]

Dua orang penari berperan sebagai prajurit berkostum merah dan topi bulu berdiri di depan untuk meneriakkan aba-aba. Musik militer (chwita) yang jarang dimainkan dalam perayaan istana menjadi musik pembuka tarian. Gong yang dipukul 3 kali menjadi penanda kapal akan segera "berlayar". Dua orang gisaeng di haluan dan buritan masing-masing memegang layar dan jangkar. Para penari lain yang berada di sisi kapal, menari sambil menarik tali yang ditambatkan di atas layar.[1]

Seonyurak adalah tarian istana Korea paling meriah, dari segi banyaknya penari, permainan musik militer[2] dan lirik-lirik yang menceritakan aktivitas nelayan dalam 12 bulan setahun.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Malborg, Kim (2005). Korean Dance. Ewha Woman University Press, Seoul. ISBN 89-7300-626-6.
  2. ↑ (Inggris) Seonyurak (Dance of Boating), gugak. Akses:16-11-2011.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan