Selasa, 20 Oktober 2026
09:35 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau

Diskriminasi terhadap ateis

Bagikan:
Artikel ini bagian dari seri
Ateisme
icon PortalAteisme

Diskriminasi terhadap ateis mencakup penganiayaan dan diskriminasi yang dihadapi kaum ateis atau orang yang dicap sebagai ateis pada masa lalu dan kini. Di negara-negara demokrasi konstitusional, biasanya ateis tidak secara legal didiskriminasi, tetapi beberapa kelompok ateis di Amerika Serikat telah menentang hukum dan regulasi yang dianggap diskriminatif. Di beberapa negara Islam, kaum ateis menghadapi diskriminasi, seperti pembatasan status legal atau hukuman mati karena kemurtadan. Contohnya, di Iran, kaum ateis tidak diakui, dan untuk mendapatkan beberapa hak (seperti masuk ke universitas[1] atau menjadi pengacara[2]) harus menyatakan dirinya beragama.

Referensi

  1. ↑ "Discrimination against religious minorities in IRAN" (PDF). Fédération Internationale des Ligues des Droits de l`Homme and the Ligue de Défense des Droits de l’Homme en Iran. Agustus 2003. Diakses tanggal 2009-03-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Iran: A legal system that fails to protect freedom of expression and association". Amnesty International. Diakses tanggal 2009-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan