Senin, 19 Oktober 2026
01:18 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Seni rupa Partia

Seni rupa Partia

Bagikan:
250px-Dura_Europos_fresco_Sacrifice_of_Conon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karya seni Partia yang ditemukan di Dura-Europos. Menurut asas "frontalitas Parthia", semua figur, baik manusia maupun dewa, digambarkan menghadap ke depan, dengan mata tertuju pada pemerhati lukisan.[1]

Seni rupa Partia adalah karya seni Iran yang dibuat pada masa Kekaisaran Partia dari 247 SM hingga 224 M. Seni rupa Partia memadukan langgam Persia dengan Helenistik. Setelah Kekaisaran Partia runtuh, seni rupa berlanggam Partia masih dibuat selama beberapa waktu sesudahnya. Ciri khas seni rupa Partia adalah "frontalitas" figur yang ditampilkan; dalam kata lain, lukisan orang, baik manusia atau dewa, digambarkan menghadap ke depan dengan mata yang tertuju pada pemerhati lukisan. Bahkan dalam representasi naratif, para aktor tidak menghadap ke arah lawan bicara mereka, tetapi ke arah penontonnya.[1]

Situs-situs Partia sering kali terabaikan dalam penggalian, sehingga pemahaman mengenai seni rupa Partia masih belum lengkap. Penggalian di Dura-Europos pada abad ke-20 menemukan banyak hal baru. Arkeolog Michael Rostovtzeff menemukan bahwa karya seni dari Palmira, Dura Europos, dan juga Iran mengikuti prinsip yang sama. Ia menyebut langgam tersebut "seni rupa Partia".[2]

Terdapat kontroversi di kalangan arkeolog mengenai apakah ciri khas "seni Partia", terutama "frontalitas"nya, memang berasal dari negara Partia[3] atau merupakan seni yang pertama kali muncul di Tadmur dan kelak memengaruhi karya seni lainnya di Partia.[4]

Referensi

  1. 1 2 electricpulp.com. "DURA EUROPOS – Encyclopaedia Iranica". www.iranicaonline.org. Diakses tanggal 9 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rostovtzeff: Dura and the Problem of Parthian Art
  3. ↑ Jacques Duchesne-Guillemin (1977). Acta Iranica. hlm. 186.
  4. ↑ H. T. Bakker (1987). Iconography of Religions. hlm. 7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan