Minggu, 18 Oktober 2026
23:05 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Senatus consultum

Senatus consultum

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Agustus 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Senatus consultum}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
250px-Roman_SPQR_banner.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Romawi Kuno
Zaman
Konstitusi Romawi
Preseden dan Hukum
Sidang-Sidang Rakyat
Magistratus
Magistratus Luar Biasa
Gelar dan Pangkat

Senatus Consultum adalah istilah dalam bahasa Latin yang merujuk pada keputusan atau resolusi yang diambil oleh Senat Romawi, badan pemerintahan tertinggi dalam Republik Romawi dan kemudian Kekaisaran Romawi. Dalam konteks sejarah Romawi, Senatus Consultum (jamak: Senatus Consulta) adalah dokumen formal yang menyatakan keputusan atau nasihat Senat kepada magistratus (pejabat tinggi) atau kepada rakyat Romawi.

Asal Usul

Pada awalnya, keputusan Senat tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Senat terutama berfungsi sebagai badan penasihat yang memberikan arahan kepada magistratus dalam urusan pemerintahan, militer, dan agama. Namun, seiring berkembangnya kekuasaan Senat, keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Senat mulai mendapatkan kekuatan hukum dan dipatuhi oleh para magistratus serta masyarakat Romawi.

Senatus Consultum umumnya muncul dari diskusi yang panjang di Senat, di mana para senator akan berdebat mengenai isu-isu yang diajukan oleh magistratus atau oleh Senat sendiri. Setelah mencapai kesepakatan, hasil diskusi tersebut disusun dalam bentuk keputusan resmi dan diusulkan untuk disetujui oleh para senator. Setelah disetujui, keputusan tersebut disampaikan kepada magistratus terkait dan diimplementasikan dalam kebijakan publik.

Jenis-jenis

Ada beberapa jenis Senatus Consultum yang dikenal dalam sejarah Romawi, tergantung pada fungsi dan tujuannya:

  1. Senatus Consultum Ultimum (SCU): Merupakan keputusan Senat yang memberikan wewenang penuh kepada magistratus tertentu, biasanya konsul, untuk mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi negara. Senatus Consultum Ultimum sering kali dikeluarkan dalam keadaan darurat, ketika negara berada dalam ancaman besar, seperti pemberontakan atau invasi.
  2. Senatus Consultum de Bacchanalibus: Ini adalah keputusan yang dikeluarkan pada tahun 186 SM untuk melarang praktik kultus Bacchus (Bacchanalia) di Roma. Keputusan ini menunjukkan kemampuan Senat untuk mengendalikan kehidupan keagamaan dan moralitas masyarakat.
  3. Senatus Consultum Claudianum: Dikeluarkan pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, keputusan ini melarang wanita Romawi yang berhubungan dengan budak untuk tetap menikmati status kewarganegaraan Romawi.
  4. Senatus Consultum Macedonianum: Keputusan yang melarang anak-anak di bawah pengawasan ayah mereka untuk meminjam uang tanpa persetujuan ayahnya. Ini adalah contoh dari bagaimana Senat mengatur urusan keluarga dan hubungan finansial.

Peran

Peran Senatus Consultum berkembang sepanjang sejarah Romawi. Pada masa Republik, Senat memiliki otoritas moral yang tinggi, dan Senatus Consulta sering kali dipatuhi sebagai perintah tidak tertulis yang harus diikuti. Namun, dengan meningkatnya kekuasaan para Kaisar pada masa Kekaisaran, otoritas Senat mulai berkurang. Meskipun Senatus Consultum masih dikeluarkan, keputusan-keputusan tersebut sering kali hanya menjadi formalitas yang mengesahkan kebijakan yang sudah diputuskan oleh Kaisar.

Selama periode ini, Senatus Consultum juga digunakan oleh Kaisar untuk mengesahkan tindakan-tindakan yang membutuhkan legitimasi formal, seperti pengangkatan Kaisar baru atau keputusan-keputusan yang menyangkut suksesi dan urusan internal istana.

Referensi

  1. Lintott, Andrew. The Constitution of the Roman Republic. Oxford University Press, 1999.
  2. Talbert, Richard J. A. The Senate of Imperial Rome. Princeton University Press, 1984.
  3. Gruen, Erich S. The Last Generation of the Roman Republic. University of California Press, 1974.
  4. Syme, Ronald. The Roman Revolution. Oxford University Press, 1939.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan