Sabtu, 07 November 2026
17:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Vikarius

Vikarius

Bagikan:
250px-Roman_Empire_with_dioceses_in_300_AD.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keuskupan asli Kekaisaran Romawi, yang dibuat oleh kaisar Diocletian (284-305)
250px-Roman_Empire_with_dioceses_in_400_AD.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keuskupan Kekaisaran Romawi di masa selanjutnya, sekitar 400 M

Vicarius (yang menjadi Vikarius dalam bahasa Indonesia) adalah kata bahasa Latin, yang berarti pengganti atau deputi. Ini adalah akar dari kata bahasa Inggris "vicar" atau "pendeta" dalam bahasa Indonesia.

Awalnya, di Romawi kuno, posisi ini setara dengan "vice" dalam bahasa Inggris (atau "wakil" dalam bahasa Indonesia) (seperti dalam "deputi"), yang digunakan sebagai bagian dari nama jabatan bagi berbagai pejabat. Masing-masing vikarius ditugaskan ke seorang pejabat atasan spesifik, dan nama jabatannya umumnya dilengkapi dengan genitif (misalnya vicarius praetoris). Pada tingkat yang rendah dalam masyarakat, budak dari seorang budak, yang mungkin disewakan guna mengumpulkan uang untuk membeli manumisi, adalah servus vicarius.[1]

Nantinya pada 290-an, Kaisar Diocletian melakukan serangkaian reformasi administrasi yang membawa ke periode Dominatus. Reformasi ini juga melibatkan penambahan jumlah provinsi Romawi dan penciptaan tingkat administrasi baru, keuskupan. Keuskupan, yang pada awalnya ada dua belas, mengelompokkan beberapa provinsi yang masing-masing memiliki gubernurnya sendiri. Keuskupandipimpin oleh seorang vikarius atau lebih tepatnya oleh vices agens praefecti praetorio ("deputi prefek praetorian"). Pengecualiannya adalah Keuskupan Timur, yang dipimpin oleh seorang comes ("count" dalam bahasa Inggris). Pada 370 atau 381, Mesir dan Cyrenaica dipisahkan dari Keuskupan Timur dan dibuat satu keuskupan di bawah seorang pejabat yang disebut Prefek Augustal.

Di bagian timur Kekaisaran, yang didominasi oleh bahasa Yunani dan umumnya menggunakan terminologi Yunani, vikarius disebut eksarkat.[2]

Menurut Notitia dignitatum (dokumen chancery kekaisaran pada awal abad ke-5), vikarius memiliki pangkat vir spectabilis. Staf seorang vicarius, officium-nya, mirip dengan officium gubernur. Misalnya, di keuskupan Hispania, stafnya termasuk:

  • Princeps (yaitu kepala staf) dipilih dari kalangan agentes in rebus senior (kurir atau penyidik khusus, 'orang-orang yang berurusan', dari kementerian dalam negeri yang dikepalai oleh pemimpin kantor), dari kelas gaji ducenarii (orang-orang yang menerima 200.000 sesterce per tahun - tingkat gaji reguler tertinggi dalam pegawai negeri sipil Romawi; pejabat tertinggi, gubernur dan di atasnya, bukanlah pegawai negeri sipil).
  • Seorang cornicularius ("kepala staf").
  • Dua orang numerarii (akuntan kepala).
  • Seorang commentariensis ("penjaga komentar", pejabat pembuat catatan harian).
  • Seorang adiutor (ajudan; secara harfiah berarti "pembantu," asisten).
  • Seorang ab actis ("penjaga undang-undang", arsiparis).
  • Seorang cura epistolarum ("kurator korespondensi").
  • Subadiuvae ("asisten deputi") dalam jumlah yang tidak disebutkan.
  • Berbagai exceptores (juru tulis tingkat rendah).
  • Singulares et reliquum officium (berbagai staf tingkat bawah).

Referensi

  1. ↑ P. R. C. Weaver, "Vicarius and Vicarianus in the Familia Caesaris" The Journal of Roman Studies 54.1 and 2 (1964:117-128).
  2. ↑ Meyendorff 1989.

Sumber

Cite book
Title
History of the Byzantine State
Last name
Ostrogorsky
First name
George
Publisher
Basil Blackwell
Year of publication
1956
Location of publication
Oxford
Ref
harv
Author link
George Ostrogorsky
Authors list
Ostrogorsky
Cite book
Title
Imperial unity and Christian divisions: The Church 450-680 A.D.
Last name
Meyendorff
First name
John
Publisher
St. Vladimir's Seminary Press
Year of publication
1989
Series identifier
The Church in history
Volume
2
Location of publication
Crestwood, NY
Ref
harv
Author link
John Meyendorff
Authors list
Meyendorff
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan