Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Sembahyang Kubur" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |

Sembahyang Kubur, dalam Bahasa Tionghoa disebut sǎomù (掃墓) adalah suatu tradisi orang Tionghoa mengunjungi dan membersihkan makam leluhur, orang tua atau keluarga. Selain itu, sembahyang kubur juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara.
Penamaan dalam berbagai bahasa
Oleh masyarakat Tionghoa Peranakan, tradisi ini dinamakan maibong. Dalam Bahasa Hakka, sembahyang kubur dikenal dengan istilah Kua Ci (掛紙). Dalam bahasa Hokkien, tradisi ini disebut Cheng Beng.[1]
Aktivitas
Pada umumnya sembahyang Qingming/Cheng beng dilakukan pada Festival Qingming (清明節), namun ada juga sebagian orang Tionghoa di berbagai tempat yang melakukan sembahyang kubur selain pada saat festival Qingming[2]. Selain di Daratan Tiongkok, sembahyang kubur juga dilakukan di Taiwan, Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dan negara-negara yang terdapat orang Tionghoanya.
Di Indonesia, sembahyang kubur dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada saat festival Qingming dan pertengahan bulan 7 dalam kalender Tionghoa atau yang dikenal dengan 七月半 (pinyin: qī yuè bàn), Chit Nyiat Pan (Hakka), Chi Gwe Pua (Hokkien). Sembahyang kubur pada festival Qingming dilakukan selama 15 hari dengan festival Qingming sebagai hari terakhir atau puncak perayaannya, sedangkan sembahyang kubur pada pertengahan bulan 7 dimulai dari tanggal 1 sampai 15 kalender Tionghoa. Bulan ke-7 dalam kalender Tionghoa disebut sebagai Bulan Hantu. Pada hari ke-15 atau pertengahan bulan 7 kalender Tionghoa, diadakan perayaan untuk memberi makan kepada arwah-arwah yang tidak ada keluarga atau yang ditelantarkan oleh keluarganya.
Referensi
- ↑ Putra, Yohanes Leonardus Krismawan Anugrah (2026-04-15). "Ketika Tahlilan Bertemu Cengbeng". Center for Religious and Cross-cultural Studies Universitas Gadjah Mada. Diakses tanggal 2026-09-23.
- ↑ "Festival Cheng Beng, Tradisi Unik Masyarakat Tionghoa setelah Cap Go Meh". Tempo. 24 Januari 2023 | 16.55 WIB. Diakses tanggal 2026-09-20.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=
Artikel bertopik budaya Tionghoa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |