Jumat, 30 Oktober 2026
03:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Seksualitas anak

ciri perkembangan kedewasaan

Bagikan:

Perkembangan seksualitas anak merupakan bagian dari kedewasaan diri pada seorang anak. Serangkaian sensasi, emosi, dan kegiatan seksual yang mengikutinya dapat terjadi sebelum atau selama pubertas awal, tetapi sebelum pubertas penuh terjadi. Perkembangan seksualitas anak dapat dipengaruhi oleh aspek sosial dan budaya. Konsep seksualitas anak juga memainkan peranan penting dalam psikoanalisis klasik. Anak perempuan maupun laki-laki sangat meminati organ genitalnya. Minat seksualitas anak-anak ini memberikan arahan terhadap rasa ingin tahu seksual tentang perbedaan anatomis antara kelamin perempuan dan laki-laki, maka dari itu para orang tua harus mendampingi dan memberi wawasan tentang seksualitas kepada anak remaja sedini mungkin.

Perkembangan seksual anak

Sebelum masa pubertas

Sebelum memasuki fase pubertas, anak mengalami fase-fase perkembangan seksual untuk mempersiapkan tubuhnya agar mencapai fase kematangan seksual saat dewasa. Fase-fase perkembangan seksual anak sebagai berikut:

  • Fase oral (0-18 bulan). Pada fase oral, perkembangan seksual berpusat pada daerah sekitar mulut. Di fase ini, iklan-iklan makanan akan sangat menarik perhatian anak.
  • Fase anal (2-3 tahun). Pada fase anal, perkembangan seksual berpusat pada daerah sekitar anus. Di fase ini, anak mulai merasakan kepuasan saat belajar toilet training.
  • Fase phallic (usia 4-6 tahun). Pada fase phallic, anak mulai mengenali perbedaan jenis kelamin. Di fase ini, anak mulai mengamati alat kelaminnya atau mengamati alat kelamin sebayanya. Mereka akan secara aktif merasa penasaran dengan bentuk tubuh mereka atau tubuh orang lain. Sebagian besar anak-anak setelah melewati fase bayi menemukan kenikmatan ketika organ genitalnya mendapat rangsangan. Meski begitu, aktivitas ini tidak termasuk dalam aktivitas seksual.
  • Fase latent (7 tahun hingga masa pubertas). Pada fase latent, perkembangan seksual anak untuk sementara tidak bekerja sehingga pada fase ini perkembangan seksual anak seolah-olah tidak memengaruhi perkembangan anak. Namun, pada fase ini perkembangan intelektual anak berkembang sangat pesat.
  • Fase genital (11-18 tahun). Pada fase ini dialami saat masa pubertas.[1]

Perilaku normatif

Pengalaman seksual antara saudara kandung

Pada tahun 1980, sebuah survei 796 mahasiswa tingkat sarjana, 15 persen perempuan, dan 10 persen laki-laki melaporkan beberapa bentuk pengalaman seksual yang melibatkan saudara, sebagian besar memiliki hubungan hubungan seksual yang singkat yang sebenarnya. Sekitar seperempat dari pengalaman ini digambarkan sebagai pelecehan atau eksploitasi.[2] Sebuah makalah 1989 melaporkan hasil kuesioner dengan tanggapan dari 526 mahasiswa sarjana di mana 17 persen dari responden menyatakan bahwa mereka memiliki pengalaman seksual remaja dengan saudara kandung.[3]

Bacaan lebih lanjut

  • Diana Gittins, Children's Sexuality: Why Do Adults Panic?. In The Child in Question. Macmillan, 1997. ISBN 0-333-51109-3.
  • Ronald Goldman and Juliette Goldman, Children's Sexual Thinking: A Comparative Study of Children Aged Five to Fifteen Years in Australia, North America, Britain and Sweden. London: Routledge and Kegan Paul, 1982. ISBN 0-7100-0883-X..
  • Stevi Jackson, Childhood and Sexuality. Blackwell Publishing, 1982. ISBN 0-631-12871-9.
  • Susan M. Moore, Doreen A. Rosenthal, Sexuality in Adolescence. Routledge, 1993. ISBN 0-415-07528-9.
  • Sharon Lamb (2002). The Secret Lives of Girls: What Good Girls Really Do—Sex Play, Aggression, and Their Guilt, Free Press. ISBN 0-7432-0107-8.
  • Sharon Lamb (2006). Sex, Therapy, and Kids: Addressing their Concerns through Talk and Play. W.W. Norton.
  • Sharon Lamb & Lyn Mikel Brown (2006). Packaging Girlhood: Rescuing our Daughters from Marketers' Schemes. St. Martin's Press.
  • Gil, E. & Cavanagh Johnson, T. (1993). Sexualized children – Assessment and treatment of sexualized children and children who molest. Launch Press. Cited in Larsson, 2000, op. cit.

Referensi

  1. ↑ Indarini, Nurvita. "Kenalilah Fase Perkembangan Seksual Anak-anak Anda". detikcom. Diakses tanggal 2021-06-10.
  2. ↑ Finkelhor, David. Ph.D. Sex Among Siblings: A Survey on Prevalence, Variety and Effects.[pranala nonaktif permanen] Archives of Sexual Behavior. Volume 9, Number 3 / June, 1980. p. 171-194.
  3. ↑ SpringerLink - Journal Article[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan