Minggu, 08 November 2026
21:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Sekolah Opera Beijing

Sekolah Opera Beijing

Bagikan:
250px-HK_WC_%E7%81%A3%E4%BB%94_Wan_Chai_%E9%A6%99%E6%B8%AF%E6%BC%94%E8%97%9D%E5%AD%B8%E9%99%A2_HKAPA_Campus_%E9%96%8B%E6%94%BE%E6%97%A5_Open_Day_visitors_March_2019_IX2_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekolah Opera Peking pada Open Visitor Day, Maret 2019

Sekolah Opera Beijing adalah salah satu dari sekian banyak sekolah berasrama yang terdapat di seantero China daratan, Hong Kong, Macau dan Taiwan. Dari sekian banyak sekolah yang ada, sekolah-sekolah yang terkenal adalah yang terdapat di Hong Kong selama kurun waktu 1950an dan 1960an, di mana para siswa yang bersekolah disana menapaki karier yang bagus di dunia perfilman Hong Kong.

Para siswanya mempelajari Opera Beijing, seni bela diri, akrobat dan senam lantai dan mempertunjukkannya di hadapan para penonton. Sekolah-sekolah ini meluluskan sebuah generasi yang ahli dalam stunt, koreografi adegan perkelahian, aktor dan sutradara, di mana beberapa di antaranya saat ini adalah bintang tersohor di dunia perfilman Hong Kong. Namun sayangnya ketertarikan masyarakat akan sekolah ini berkurang secara drastis pada akhir tahun 1960an dan sekolah ini akhirnya ditutup.

Biasanya, calon siswa telah dipilih dan disekolahkan pada usia yang sangat muda oleh seorang guru atau yang sering dikenal sebagai sifu dan dilatih selama tujuh sampai sepuluh tahun, dalam sebuah perjanjian dengan orang tua mereka. Karena para guru menyediakan makanan dan tempat tinggal kepada para muridnya selama masa tersebut, secara tidak langsung mereka berhutang kepada para guru yang bisa dibayarkan dari hasil pertunjukan. Setelah tahun 1911, program pelatihannya disesuaikan dengan bentuk formal yang ada. Biasanya, para siswa sudah bangun pada jam lima pagi untuk berolah raga. Selama seharian penuh mereka akan belajar seni peran dan akrobat, bela diri dan sore harinya, siswa-siswa senior melakukan pertunjukan di luar. Jika mereka melakukan kesalahan ketika sedang melakukan pementasan, maka sudah biasa bahwa seluruh kelompoknya akan dipukul dengan bambu. Sekolah-sekolah dengan perilaku kekerasan lebih sedikit mulai bermunculan pada tahun 1930, tetapi semua sekolah itu ditutup pada tahun 1931 ketika dalam pendudukan bala tentara Jepang. Sekolah-sekolah modern, seperti China Drama Academy dan Spring and Autumn Drama School dibuka setelah perang, sekitar tahun 1952.[1]

Pranala luar

  1. ↑ Halson, Elizabeth (1966). Peking Opera: A Short Guide. Hong Kong: Oxford University Press. hlm. 8.

Some info taken from Subway Cinema Diarsipkan 2007-08-14 di Wayback Machine and Los Angeles Times proBerkas: Corey Yuen Some aka names take from HKCinemagic

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan