Minggu, 27 September 2026
08:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sejongno

Sejongno

jalan di Korea Selatan

Sejongno
250px-Sejong-ro_pedestrian_stretch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejong-ro dilihat dari sebelah selatan, tepat di perempatan pejalan kaki
Nama Korea
Hangul
Hanja
Alih AksaraSejongno
McCune–ReischauerSejongno

Sejongno (Hangul: 세종로;Hanja: 世宗路), dikenal pula sebagai Sejong-ro, adalah sebuah jalan yang membentang melewati Jongno-gu di tengah kota Seoul. Jalan ini dinamai dari Raja Sejong yang Agung dari Joseon. Jalan ini memiliki panjang 600 meter, tetapi karena lokasinya di pusat, jalan ini merupakan simbol besar yang sangat penting. Jalan ini menunjuk ke arah utara ke Gwanaksan dan Bukhansan (Gunung), serta istana Dinasti Joseon, Istana Gyeongbok. Jalan ini juga memiliki nilai sejarah karena merupakan lokasi sejumlah bangunan administratif kerajaan dan menampilkan patung Laksamana Yi Sun-sin dari Dinasti Joseon dan Raja Sejong yang Agung dari Joseon.[1]

Karakteristik

250px-Sejongno_in_Jongno-gu_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejongno pada tahun 2012, setelah pemotongan dari 16-lajur menjadi 10 lajur lalu lintas, mengikuti pembangunan Gwanghwamun Plaza dengan patung Laksamana Yi Sun-sin di sebelah kiri.

Di persimpangan jalan, berdiri patung dari Laksamana Yi Sun-sin, pahlawan perang angkatan laut Korea. Di ujung utara Sejongno terdapat Gwanghwamun, gerbang di pintu masuk ke Istana Gyeongbok. Di kedua sisi jalan terdapat Kantor Jaksa Penuntut Umum, Sejong Center, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Asuransi Kyobo Life, Pusat Buku Kyobo dan markas Donga Ilbo.

Adalah kebiasaan bagi Marinir Korea yang akan lulus dari 2 tahun pelayanan mereka, untuk berkumpul di depan patung Lee dan bersumpah setia. Kebiasaan ini dihentikan karena menciptakan kemacetan lalu lintas yang sangat besar di jalan ini.

250px-Sejong-ro_in_Jongno-gu_2012.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejongno pada tahun 2012, dengan patung Raja Sejong yang Agung dari Joseon di sebelah kanan dan Gwanghwamun di sebelah kiri.

Pada tahun 2009, sebagian besar bagian jalan ini menjalani 15 bulan periode renovasi, yang memperkecil jalan sepanjang 600 meter dari 16 lajur menjadi 10 lajur lalu lintas.[2] Proyek ini termasuk bagian dari jalan dari depan Gwanghwamun dan memisahkan bagian selatan dari persimpangan tiga arah, sepanjang bagian depan Pusat Seni Pertunjukan Sejong ke persimpangan Sejong-ro, di mana patung Laksamana Yi Sun-sin berdiri. Pengurangannya adalah untuk membangun Gwanghwamun Plaza, ruang terbuka publik di tengah jalan.[3][4]

Administrasi

Pada 29 November 2009, bagian jalan ini ditutup untuk lalu lintas selama dua belas jam untuk memfilmkan adegan tembak-menembak panjang untuk serial drama aksi televisi Korea Broadcasting System (KBS) tahun 2009 Iris, yang dibintangi oleh Lee Byung-hun, Kim Tae-hee, Jung Joon-ho, Kim Seung-woo dan Kim So-yeon.[5] Lima lajur di sepanjang Gwanghwamun Plaza di depan Pusat Seni Pertunjukan Sejong ditutup untuk lalu lintas dari pukul 07:00 hingga 19:00, sementara lima jalur di Pusat Buku Kyobo tetap terbuka untuk lalu lintas. Ini menandai pertama kalinya Pemerintah Metropolitan Seoul telah memberikan izin untuk memblokir lalu lintas di sepanjang Plaza ini untuk syuting dan merupakan bagian dari rencana Pemerintah untuk mempromosikan tempat-tempat wisata utama kota; termasuk Kali Cheonggye dan Sungai Han.[6][7]

Pada 23 September 2012, Pemerintah memulai percobaan, 550-m bagian yang ditunjuk dari Sejong-ro sebagai area bagi pejalan kaki saja namun diizinkan untuk pengendara sepeda. Bagian ini mencakup jalan dari persimpangan tiga Gwanghwamun, di sepanjang plaza di depan Pusat Seni Pertunjukan Sejong ke persimpangan Sejong-ro.[8]

Bangunan utama dan tempat wisata

250px-Sejongro_Seoul_Korea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejong-ro; dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di sebelah kiri pada tahun 2006 dengan 16-lajur lalu lintas

Transportasi

Stasiun Gwanghwamun, yang terletak di Subway Line 5, terletak di ujung selatan Sejongno. Stasiun Gyeongbokgung, yang dilayani oleh Subway Line 3, memiliki pintu masuk di dekat ujung utara Sejongno.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Gwanghwamun Plaza: Let's Try to Turn New Place Into National Symbol". Korea Times (dalam bahasa Inggris). 2 Agustus 2009. Diakses tanggal 27 Februari 2013.
  2. ↑ Kwon, Mee-yoo (26 Juli 2009). "Gwanghwamun Plaza to Open Saturday". Korea Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Februari 2013.
  3. ↑ "Popular plaza". Joongang Daily (dalam bahasa Inggris). 3 Agustus 2009. Diakses tanggal 27 Februari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. ↑ Hoh, Kui-Seek (3 Agustus 2009). "The road less travelled, by cars". Joongang Daily (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Februari 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  5. ↑ Kim, Jessica (30 November 2009). "Iris shoots in Gwanghwamun". 10 Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 22 Maret 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Kim Mi-ju; Kim Gyeong-jin (28 November 2009). "Spy drama shoots in central Seoul". Joongang daily (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Maret 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Kim, Hannah (3 Desember 2009). "Iris will be back for a second season, sans Lee Byung-hun". Joongang Daily (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Maret 2013.
  8. ↑ "Pedestrian Zone Planned for Central Seoul". Chosun Ilbo (dalam bahasa Inggris). 21 September 2012. Diakses tanggal 3 November 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan