Rabu, 04 November 2026
03:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sejarah Wuhan

Sejarah Wuhan

Bagikan:
250px-HuangHe_Tower2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara Bangau Kuning pada tahun 1871.

Kota setingkat prefektur Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, Tiongkok, memiliki sejarah yang panjang dan kaya, berusia lebih dari 3.500 tahun yang lalu. Dimulai dari situs arkeologi era Dinasti Shang di Panlongcheng yang terkait dengan budaya Erligang, wilayah ini dulunya menjadi bagian dari negara E dan negara Chu selama dinasti Zhou. Wilayah tersebut kemudian berkembang menjadi pelabuhan penting di bagian tengah Sungai Yangtze, dan tiga kota yaitu Hanyang, Hankou dan Wuchang disatukan menjadi kota Wuhan pada tahun 1926. Wuhan sempat menjadi ibu kota Tiongkok pada tahun 1927 dan tahun 1937. Wuhan saat ini dijuluki "Jalan Sembilan Provinsi" (九省通衢), karena statusnya sebagai pusat transportasi utama dengan puluhan jalur rel kereta api, jalan raya dan jalan tol yang melewati kota dan menghubungkan ke kota-kota besar lainnya.

Pada 31 Januari 2018, Perdana Menteri Inggris Theresa May, mengunjungi Wuhan dan berbicara di Universitas Wuhan serta mengunjungi Menara Bangau Kuning dan Jembatan Sungai Yangtze.[1]

Pandemi COVID-19 pertama kali merebak di Wuhan pada bulan November atau Desember 2019. Kota ini kemudian diisolasi pada Januari 2020, guna mengendalikan penyebaran koronavirus.

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-03. Diakses tanggal 2021-06-29.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan