Rabu, 23 September 2026
22:39 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Hankou

Hankou

kota di Tiongkok

Hankou
汉口市
Kota di Tiongkok
1921–1949
250px-Hankow_1915.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Hankou (dengan lima konsesi asing), Hanyang, dan Wuchang pada tahun 1915
Sejarah
Sejarah 
 Didirikan
3 Juli 1921
 Dibubarkan
16 Mei 1949
Digantikan oleh
Distrik Jiang'an
Distrik Jianghan
Distrik Qiaokou
Sekarang bagian dariBagian dari Wuhan (Jiang'an, Jianghan, & Qiaokou)

Hankou (aksara Tionghoa Tradisional 漢口, aksara sederhana 汉口, p Hànkǒu), sebelumnya diromanisasi menjadi Hankow (Hangkow), adalah salah satu dari tiga kota yang terletak di kotamadya Wuhan modern di provinsi Hubei, Tiongkok. Kota ini terletak di sebelah utara Sungai Han dan Yangtze, tepatnya di tepi utara aliran Sungai Han yang bertemu dengan Sungai Yangtze. Jembatan-jembatan menghubungkan Hankou dengan dua kota saudaranya, yaitu Hanyang (di antara Han dan Yangtze) dan Wuchang (di sisi selatan Yangtze).

Di Hankou pernah ada lima wilayah konsesi yang dikuasai oleh Britania Raya (115 are, sejak tahun 1862), Prancis (60 are, sejak tahun 1886), Rusia (60 are, sejak tahun 1886), Jerman (100 are, sejak tahun 1895) dan Jepang (32 are, sejak tahun 1898). Periode konsesi Jerman berakhir pada tahun 1917 dan Rusia pada tahun 1920. Pada awal tahun 1927, wilayah konsesi Britania diduduki oleh pasukan Kuomintang. Perjanjian Chen-O'Malley pada Februari 1927 lalu mendirikan pemerintahan gabungan Britania-Tiongkok di konsesi ini dan pada tahun 1929 periode konsesi Britania secara resmi berakhir. Sementara itu, pemerintah Prancis Vichy mencabut haknya atas konsesi ini pada tahun 1943 (secara resmi pada tahun 1946), dan periode konsesi Jepang sendiri berakhir setelah Jepang menyerah pada tahun 1945.

Hankou pernah direbut oleh Jepang pada tahun 1938 selama Pertempuran Wuhan.

Pranala luar

Wikisource memiliki naskah artikel Encyclopædia Britannica 1922 Hankow.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hankou.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan