Selasa, 20 Oktober 2026
06:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Sein Lwin

Sein Lwin

Bagikan:
Sein Lwin
စိန်လွင်
President_Sein_Lwin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Presiden Burma Ke-6
Masa jabatan
27 Juli 1988 –12 Agustus 1988
PendahuluSan Yu
PenggantiAye Ko (Pelaksana Tugas)
Ketua Partai Program Sosialis Burma
Masa jabatan
26 Juli 1988 –12 Agustus 1988
PendahuluNe Win
PenggantiMaung Maung
Informasi pribadi
LahirSein Lwin
(1923-01-27)27 Januari 1923
Paung, Negara Bagian Mon, Burma Bawah, India Britania
Meninggal9 April 2004(2004-04-09) (umur 81)
Yangon, Myanmar
Partai politikBSPP
Pekerjaan
  • Perwira militer
  • politikus
Karier militer
PihakMyanmar Republik Sosialis Uni Burma
Dinas/cabangAngkatan Darat Burma
PangkatBrigadir Jenderal
Pertempuran/perangPerang Dunia II
Pemberontakan 8888

Sein Lwin (bahasa Burma:စိန်လွင်; 27 Januari 1923 – 9 April 2004) adalah seorang politikus dan perwira militer Burma yang menjabat sebagai Presiden Burma dan Ketua Partai Program Sosialis Burma (BSPP) selama 17 hari pada masa Pemberontakan 8888 tahun 1988. Ia dijuluki sebagai "**Tukang Jagal dari Rangoon**" karena tindakan kerasnya yang brutal terhadap para pengunjuk rasa selama masa kepemimpinannya yang singkat.[1]

Kehidupan Awal dan Karier Militer

Sein Lwin lahir di Paung, Negara Bagian Mon. Ia bergabung dengan Tentara Kemerdekaan Burma (BIA) pada tahun 1942 dan merupakan loyalis setia Ne Win. Ia berpartisipasi dalam berbagai kampanye militer melawan pemberontak etnis dan komunis pasca-kemerdekaan.

Sein Lwin mulai dikenal publik secara kontroversial pada tahun 1962, ketika ia menjabat sebagai komandan lapangan yang memerintahkan penembakan terhadap mahasiswa di Universitas Rangoon yang memprotes kudeta Ne Win. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan mahasiswa dan menghancurkan gedung serikat mahasiswa.

Kepresidenan dan Pemberontakan 8888

Setelah pengunduran diri Ne Win dan San Yu pada Juli 1988 akibat krisis ekonomi dan kerusuhan massa, Sein Lwin diangkat sebagai Ketua BSPP dan Presiden Burma. Pengangkatannya memicu kemarahan publik yang luar biasa karena rekam jejaknya yang brutal.

Selama masa jabatannya yang hanya berlangsung selama 17 hari:

  • Pada tanggal 8 Agustus 1988 (dikenal sebagai peristiwa 8888 Uprising), ia memerintahkan pasukan militer untuk menembak kerumunan pengunjuk rasa tak bersenjata di seluruh negeri.
  • Ribuan orang diperkirakan tewas dalam tindakan keras tersebut.
  • Gelombang protes yang tidak kunjung reda memaksa Sein Lwin mengundurkan diri pada 12 Agustus 1988.[2]

Kematian

Sein Lwin menghilang dari kehidupan publik setelah pengunduran dirinya. Ia meninggal pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Umum Yangon pada 9 April 2004 karena masalah pencernaan. Kematiannya hanya diumumkan secara singkat di media pemerintah tanpa penghormatan khusus.

Referensi

  1. ↑ The Editors of Encyclopaedia Britannica. "Sein Lwin: President of Myanmar". Encyclopaedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 April 2026.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Associated Press (12 April 2004). "Butcher of Rangoon dies". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bibliografi

  • Taylor, Robert H. (2009). The State in Myanmar.
  • Lintner, Bertil. (1989). Outrage: Burma's Struggle for Democracy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan